Pagi buta, tepat pukul 00.00 WIB, saya sengaja, untuk tidak tidur lebih cepat seperti biasanya. Saya mencoba membuka jendela. Benar rupanya, langit terlihat gelap. Udara dingin nan sejuk mengisi suhu kamar yang hangat. Pagi ini, begitu gelap, tak ada cahya bulan ataupun bintang. Padahal momentum ini, satu tahun lamanya saya tunggu tunggu. Bisa keluar jendela menuju loteng rumah, dan melihat kerlipnya bintang bertebaran di langit gelap, atau terkadang jika tidak gelap, langit menunjukan goresan-goresan awan putih tipis. Sangat menakjubkan.
Sayangnya langit ketiku itu, begitu gelap. Tetesan air dari langit, jatuh membuat ritme alunan lagu yang sayu. Udara yang semula dingin, menjadi tambah dingin. bagaimanapun, Ini adalah hari ulang tahun saya. Bagiamanpun, momentum saya ketika ulang tahun harus melihat lurus ke depan padangangan. Entah mengapa, bayangan 21 tahun yang lalu menari dalam lamunan. keadaan semakin syahdu, karena kedua telinga ini sengaja saya pasang headset ( speakerphone ) untuk mendengar lagu-lagu nan mellankolis di Ipod berwarna pink.
Lagu pertama, ialah lagu melly goeslow ” Bunda “. lagu ini, membawa saya terbang pada umur setahun saya, umur-umur lima tahun, masa taman kanak-kanak. Indah..sangat indah. masa kecil saya cukup menyenangkan. Hari-hari ulang tahun saya ketika itu selalu dirayakan dengan pesta, dan suka cita. Kado, kue tart, dan baju bagus. Untunglah Orang tua saya, memiliki rejeki, sehingga hari-hari ulang tahun begitu luar biasa
senyum sipu, melihat foto kecil saya terpampang di dinding kamar berukuran 4×4 meter itu. bgeitu lucu, lincah dan selalu ingin tampil di depan umum. hihi..
entah kenapa lagu di Ipod berubah menjadi lagu ” Petualangan Sherina “. bayangan kecil saya, berubah menjadi masa-masa sekolah dasar, dengan sekolah seragam putih hijau, lagu ini membuat saya teringat dengan temna-teman saya ketika itu. Saya mulai bandel layaknya anak sekolah dasar, mulai melawan, tapi anehnya saya masih bisa dipanggil ke depan lapangan ketika pembagiab raport tiba. Makanya itulah sebabnya Mamah ketika itu, tidaka ambil pusing. maklumlah, saya besar sebagai anak tomboy penuh kecuekan hidup. hehe..
lagu sherina membuat saya meneteskan air mata. lagu yang menyentuh seluruh penonton anak negeri ketika itu. lirik lagu yang menunjukan pendewasaan diri seorang.
cuplikan sedikit,
“ Bila engkau mengerti sahabat adalah setia..dalam suka dan duka, kau kan dapat berbagi rasa untuknya..begitulah seharusnya jalani kehidupan..setia..setia..tanpa terpaksa..
mengapa bintang bersinar, air megalir, mengapa dunia berputar, liat sgalanya lebih dekat..dan kau..akan mengerti..”
lirik itu, lagu luar biasa yang pernah saya dengar. Lagu itu membawa memori terindah dengan sahabat-sahabat di sekolah dasar. Mereka sahabat yang luar biasa, saya paham arti sebuah persaudaraan dari sekolah dasar itu..
ah..terkadang mereka mengajari saya kebandalan, seperti pulang sekolah malam, nekat untuk pergi ke kebun binatang tanpa sepengetahuan orang tua atau pembantu, tapi saya bisa paham..melihat dan mengerti setelah saya dimarahi mamah atau papah di rumah. Lagu itu juga mengingatkan saya, akan kehidupan saya semasa SMP, SMA kehidupan yang mulai paham akan “ memberi “ dan “ peduli “. Walaupun masih tetap bandal. Hehe..
Last Story Goes..
Itulah yang cocok untuk malam ini. Saya mencoba, memahami perjalanan saya lahir hingga tegak berdiri sampe saat ini. Saya yang masih labil dalam emosi. Saya selalu ingin menang. Saya yang masih sulit menerima. Saya yang masih belum mengerti apa itu pengorbanan dan pendewasaan.
Tiba-tiba lagu saya muncul dengan Color Of Love Boys II Man
Emosi itu kembali hadir..
Air hujan semakin menunjukan eksistensinya di pagi buta. Saya terus menghela nafas panjang..
Ulang tahun ini, adalah ulang tahun berbeda..
Jujur, ulang tahun ke 21 ini, ulang tahun memiliki soul berbeda, orang tua saya yang lumayan sibuk, adik yang selalu bertanding, kakak yang sibuk dengan skripsinya..
Jadi di ulang tahun kali ini, saya benar-benar kondisi prihatin batin. Tapi..itu adalah perasaan yang beberapa tahun saya alami. Kali ini, saya merasakan bahwa nikmat besar saya hingga saat ini, saya punya sahabat , rekan-rekan yang mendoakan saya. Walaupun hanya diucapkan melalui facebook, dan sms.
“ Barakallah umri..”
itulah yang mereka ucapkan..
simple tapi bermakna luar biasa. Umur saya memang sudah terbilang dewasa. Walaupun saya tidak merayakan layaknya umur-umur saya sebelumnya, saya masih punya keluarga, saudara, dan kerabat. Tapi bagaimana dengan mereka yang sudah tidak punya orang tua?. Dan tidur di alas kardus?. Ah..mungkin mereka tidak tahu, kapan mereka lahir, ataukah mereka sudah lupa kapan mereka tiup lilin, atau bernyanyi “ selamat ulang tahun “
Ya..Rabb..hinalah saya..begitu menganggap rendah nikmat yang luar biasa ini..
Untuk itu ya Allah,
Berikanlah saya cinta dari Mu…untuk senantiasa menebar cinta untuk semua orang. Ya..Allah hanya satu pinta saya, Saya ingin hidup saya bermanfaat untuk mereka..
Berkahi 21 tahun hamba ya Allah….



