Renungan dan Harapan

Posted in my soul on Januari 31, 2010 by alwayskantry009

Pagi buta, tepat pukul 00.00 WIB, saya sengaja, untuk tidak tidur lebih cepat seperti biasanya. Saya mencoba membuka jendela. Benar rupanya, langit terlihat gelap. Udara dingin nan sejuk mengisi suhu kamar yang hangat. Pagi ini, begitu gelap, tak ada cahya bulan ataupun bintang. Padahal momentum ini, satu tahun lamanya saya tunggu tunggu. Bisa keluar jendela menuju loteng rumah, dan melihat kerlipnya bintang bertebaran di langit gelap, atau terkadang  jika tidak gelap, langit menunjukan goresan-goresan awan putih tipis. Sangat menakjubkan.

Sayangnya langit ketiku itu, begitu gelap. Tetesan air dari langit, jatuh membuat ritme alunan lagu yang sayu. Udara yang semula dingin, menjadi tambah dingin. bagaimanapun, Ini adalah hari ulang tahun saya. Bagiamanpun, momentum saya ketika ulang tahun harus melihat lurus ke depan padangangan. Entah mengapa, bayangan 21 tahun yang lalu menari dalam lamunan. keadaan semakin syahdu, karena kedua telinga  ini sengaja saya pasang headset ( speakerphone ) untuk mendengar lagu-lagu nan mellankolis di Ipod berwarna pink.

Lagu pertama, ialah lagu melly goeslow ” Bunda “. lagu ini, membawa saya terbang pada umur setahun saya, umur-umur lima tahun, masa taman kanak-kanak. Indah..sangat indah. masa kecil saya cukup menyenangkan. Hari-hari ulang tahun saya ketika itu  selalu dirayakan dengan pesta, dan suka cita. Kado, kue tart, dan baju bagus. Untunglah Orang tua saya, memiliki rejeki, sehingga hari-hari ulang tahun begitu luar biasa

senyum sipu, melihat foto kecil saya terpampang di dinding kamar berukuran 4×4 meter itu. bgeitu lucu, lincah dan selalu ingin tampil di depan umum. hihi..

entah kenapa lagu di Ipod berubah menjadi lagu ” Petualangan Sherina “. bayangan kecil saya, berubah menjadi masa-masa sekolah dasar, dengan sekolah seragam  putih hijau,  lagu ini membuat saya teringat dengan temna-teman saya ketika itu. Saya mulai bandel layaknya anak sekolah dasar, mulai melawan, tapi anehnya saya masih bisa dipanggil ke depan lapangan ketika pembagiab raport tiba. Makanya itulah sebabnya Mamah ketika itu, tidaka ambil pusing. maklumlah, saya besar sebagai anak tomboy penuh kecuekan hidup. hehe..

lagu sherina membuat saya meneteskan air mata. lagu yang menyentuh seluruh penonton anak negeri ketika itu. lirik lagu yang menunjukan pendewasaan diri seorang.

cuplikan sedikit,

“ Bila engkau mengerti sahabat adalah setia..dalam suka dan duka, kau kan dapat berbagi rasa untuknya..begitulah seharusnya jalani kehidupan..setia..setia..tanpa terpaksa..

mengapa bintang bersinar, air megalir, mengapa dunia berputar, liat sgalanya lebih dekat..dan kau..akan mengerti..”

lirik itu, lagu luar biasa yang pernah saya dengar. Lagu itu membawa memori terindah dengan sahabat-sahabat di sekolah dasar. Mereka sahabat yang luar biasa, saya paham arti sebuah persaudaraan dari sekolah dasar itu..

ah..terkadang mereka mengajari saya kebandalan, seperti pulang sekolah malam, nekat untuk pergi ke kebun binatang tanpa sepengetahuan orang tua atau pembantu, tapi saya bisa paham..melihat dan mengerti setelah saya dimarahi mamah atau papah di rumah. Lagu itu juga mengingatkan saya, akan kehidupan saya semasa SMP, SMA kehidupan yang mulai paham akan “ memberi “ dan  “ peduli “. Walaupun masih tetap bandal. Hehe..

Last Story Goes..

Itulah yang cocok untuk malam ini. Saya mencoba, memahami perjalanan saya lahir hingga tegak berdiri sampe saat ini. Saya yang masih labil dalam emosi. Saya selalu ingin menang. Saya yang masih sulit menerima. Saya yang masih belum mengerti apa itu pengorbanan dan pendewasaan.

Tiba-tiba lagu saya muncul dengan Color Of Love Boys II Man

Emosi itu kembali hadir..

Air hujan semakin menunjukan eksistensinya di pagi buta. Saya terus menghela nafas panjang..

Ulang tahun ini, adalah ulang tahun berbeda..

Jujur, ulang tahun ke 21 ini, ulang tahun memiliki soul berbeda, orang tua saya yang lumayan sibuk, adik yang selalu bertanding, kakak yang sibuk dengan skripsinya..

Jadi di ulang tahun kali ini, saya benar-benar kondisi prihatin batin. Tapi..itu adalah perasaan yang beberapa tahun saya alami. Kali ini, saya merasakan bahwa nikmat besar saya hingga saat ini, saya punya sahabat , rekan-rekan yang mendoakan saya. Walaupun hanya diucapkan melalui facebook, dan sms.

“ Barakallah umri..”

itulah yang mereka ucapkan..

simple tapi bermakna luar biasa. Umur saya memang sudah terbilang dewasa. Walaupun saya tidak merayakan layaknya umur-umur saya sebelumnya, saya masih punya keluarga, saudara, dan kerabat. Tapi bagaimana dengan mereka yang sudah tidak punya orang tua?. Dan tidur di alas kardus?. Ah..mungkin mereka tidak tahu, kapan mereka lahir, ataukah mereka sudah lupa kapan mereka tiup lilin, atau bernyanyi “ selamat ulang tahun “

Ya..Rabb..hinalah saya..begitu menganggap rendah nikmat yang luar biasa ini..

Untuk itu ya Allah,

Berikanlah saya cinta dari Mu…untuk senantiasa menebar cinta untuk semua orang. Ya..Allah hanya satu pinta saya, Saya ingin hidup saya bermanfaat untuk mereka..

Berkahi 21 tahun hamba ya Allah….

sekedar melemparkan emosi dalam goresan tangan..

Posted in my soul on Januari 27, 2010 by alwayskantry009

SEBEELLLLLLLLLLLLL….!!

itu adalah teriakan yang oke Otak saya.

entah kenapa, saya emang lagi sebel sama seorang laki-laki yang sama sekali saya tidak pernah mengenal dengan dirinya.

suatu ketika sekitar setahun yang lalu, saya di ” undang ” menjadi daftar nama teman pada salah satu situs pertemanan terpopuler di dunia. Facebook.

jujur, saya adalah tipe selektif ketika ingin menerima tawaran undangan teman, dari orang lain. apalagi orang tersebut, saya tidak kenal. Bahkan satu sekolahpun, atau satu kampus, tetapi saya tidak mengenal ia, sudah pasti saya tidak akan menerima undangan menjadi daftar nama di facebook.

namun, ada yang berbeda, entah kenapa saya menerima perminataan menjadi teman, orang ini dengan user account pejuang jalanan. saya melihat daftar teman yang terkait dengan saya, benar, ternyata dia berkaitan dengan beberapa rekan di unpad, terutama BEM.

Hingga suatu ketika, orang ini menyapa saya di media chatting. Dengan kemurahan hati, saya membalas sapa orang ini. Ditengah-tengah perbincangan antara saya dan dia, dia mulai memancing perbincangan seputar politik. Kala itu yang ia bahas adalah pemilu. kebetulan, saat-saat itu, momentum pemilu sedang meruak di negara ini. Dan saya, lumayan paham tentang pemilu dan perkembangannya.

dari percakapannya itu, saya megira ia adalah, aktivis LSM lingkungan. sebab, apa yang dia sampaikan, hampir semu tentang lingkungan bandung dan sekitarnya. hingga seuatu ketika, pada pelantikan presiden SBY, suasana mahasiswa panas, karena polisi melakukan siaga 1 unutk mengamankan kota Jakarta. benar saja, apa yang terjadi, mahasiswa bandung raya, sama sekali tidak diperbolehkan keluar dari Bandung. Bahkan teman-teman yang sudah berada di Jalan TOL dikejar polisi agar kembali ke Bandung.

spontanitas, mahasiswa yang merasa kecewa termasuk saya, serempak menulis status di Facebook, dengan curahan hati kekecewaan terhadap polisi. tak lama, di status saya, muncul seorang bernama pejuang jalanan mengomentari status saya.

Dia bilang, ” Buat apa uangnya mahal-mahal dipake cuman buat aksi di Jakarta, udahlah mending buat bangun desa yang tertinggal. lagian aksi mahasiswa udah gag buat simpatik masyarakat tuh. jadi percuma aja. “

itulah, komentar dari pejuang jalanan, dari komentar tersebut, tentu semua sepakat, komentar itu memiliki nilai negatif, dan pro terhadap sikap pemerintah. Sehingga, apa yang terjadi, semua rekan-rekan saya di Unpad banyak yang mengomentari statement dari pejuang jalanan itu. Layakanya aktivis yang keras kepala, pejuang jalanan itu, kembali mengomentari satu persatu, hingga status saya penuh hingga panjang 25 komentar.

itulah awal saya mulai terganggu dengan keberadaan dia di FB saya, tapi beberapa hari, bulan selanjutnya, saya jarang berhubungan atau mengomentari apa yang dia pancing melalui notes, atau chatting. Saya selalu menjawab dengan singkat, dan tentu membuat kesal. Tapi anehnya dia malah asik menuturkan permasalahan di luar yang ingin dishare dengan saya. Benar dugaan saya, dari pembicaraan itu, lagi-lagi dia menjelek-jelekan pergerakan mahasiswa BEM.

karena, saya merasa risih, saya berusaha mencari ” siapa sih dia “

saya mencari info di FB, ternyata gag lengkap, liat di foto, gag jelas, dan yang paling membuat saya mengangguk-angguk paham ialah, ternyata dia adalahs eorang aktivis organisasi ekstra kampus berlandaskan asas Islam.

Hingga akhirnya, ia menyapa saya di chat, saya pun membalas sapaannya, dan kali ini saya yang mulai memancing. Saya tertawa lepas, ketika tahu bahwa dia adalah orang yang sama dengan saya, namun berbeda idealisem.

saya hanya mengkritik organekstra yang ia jalani, tapi yang ada, judtru dia malah membalikan lagiseperti tidak mau menerima apa yang saya sampaikan. Dan beberapa percakapan, tiba-tiba dia memancing untuk menyalami salah satu calon presma di kampus saya, yang berasal dari organ ekstra tersebut. Dan disinilah, awal mula saya merasa dia menindas saya.

dia mengadu kepada calon presma tersebut, kemudian entah mengapa semuanya jadi panjang dan melebar, ini sudah membuat semua teman-teman saya tahu apa yang sedang terjadi.

menurutnya, saya tidak suka dengan calon presma itu, dengan alasan saya tidak suka organ ekstra yang ia emban. Bagi saya ini sudah membuat penghinaan besar buat saya. faktanya, saya tidak pernah berbicara dengan se pragmatis itu, ada bumbu-bumbu yang dia hilangkan, sehingga terasa pedas.

Demi Allah, maksud saya tidak seperti itu. saya memang tidak suka dengan organ ekstra tersebut,karena saya pikr untuk kondisi politik di kampus saya, tidak bisa ranah gerak ektra melebur di ranah intra. apalagi, ekstra terkesan deffense untuk menerima kritikan. itu yang saya sampaikan ke mereka. Tentu saja, buka hanya pada satu ekstra saja, tetapi ekstra-ekstra lainnya.

Hingga akhirnya mau-tidak mau, saya harus meluruskan kebenaran kepada calon presma. Walaupun kami sepakat untuk menutup masalah ini dalam-dalam. saya tetap kecewa dengan orang itu ( Pejuang jalanan ), saya tidak pernah mengenal dia, saya tidak pernah maca-macam sama dia. tapi kenapa dia membuat semua hancur..!!

dampak ini sangat besar buat saya, tentu ini akan menentu pilihan saya untuk tetap di BEM atau tidak. Walaupun masalah ini bukanlah, akibat utama dari pemikiran saya untuk tidak lagi di BEM. tapi ini mendukung pemikiran saya untuk hengkang dari organisasi yang membuat saya nyaman.

Dan akhirnya pejuang jalanan itu, saya hapus dari daftar teman saya di FB.

saya tidak mau mengingat itu.

biarkan rasa sakit ini, tertancap perih di dada. Tanpa ku tahu siapa yang melakukan ini, bahkan aku tidak akan pernah mengetahui bahwa aku pernah berkomunikasi dengannya.

Strategi

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Januari 9, 2010 by alwayskantry009

Srategi Kementerian Koordinator Kesra
Untuk terselenggaranya kegiatan koordinasi, dan sinkronisasi penyiapan dan penyusunan kebijakan serata pelaksanaannya, maka strategi bidang kesejahtraan rakyat adalah sebagai berikut :

1. Koordinasi

Sesuai tugas dan fungsi kementerian koordinator, maka kegiatan koordinasimerupakan kegiatan inti yang dilaksanakan. Kegiatan koordinasi harus bersifat aktif dan tidak menunggu. Oleh karena itu, untuk terwujudnya sinkronisasi dalam penyiapan dan penyusunan kebijakan serta pelaksanaannya dibidang kesejahtraan rakyat, maka koordinasi mutlak perlu dilakukan.

2. Sosialisasi

Agar seluruh program kesejahtraan rakyat dapat diketahui dan dipahami oleh seluruh instansi dan pejabat terkait serta anggota masyarakat, maka kegiatan sosialisasi perlu diselenggarakan. Kegiatan sosialisasi terhadap programkesejahtraan rakyat inidiselenggarakan bukan hanya agar diketahui dan dipahami namun dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih pelaksanaannya dengan sector lain serta diharapkan dalam pelaksanaannya program-program masing-masing sector saling mendukung sehinggadapat mewujudkan adanya Indonesia yang sejahtra, maju dan mandiri sebagaimana diharapkan.Disisi lain kegiatan sosialisasi inidiselenggarakan untuk mendapatkan suatu persepsi yang sama sehingga masing-masing komponen baik instansi lain maupun masyarakat diharapkan dapat berperan sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya.

3. Pembentukkan Kelompok Kerja

Keberadaan kelompok kerja pada hakekatnya adalah membantu dalam proses kegiatan pembangunan kesejahtraan rakyat. Oleh karena itu, dalam rangka terselenggaranya kegiatan koordinasi, sinkronisasi dalam penyiapan dan penyusunan kebujakan serta pelaksanaannya dibidang kesejahtraan rakyat, maka pembentukan kelompok kerja yang terdiri dari berbagai komponen sangat diperlukan. Disamping itu, kelompok kerja juga merupakan suatu forum untuk saling memberikan informasi sehingga diperoleh suatu persamaan persepsi yang dapat melancarkan terwujudkan kesejahtraan rakyat.

4. Kemitraan

Agar koordinasi berjalan dengan baik, diperlukan kemitraan dengan sesama departemen/kementerian lainnya sehingga terjadi sinergi karena saling mengisi atas kekurangan masing-masing. Karena tidak ada satu departemen/kemerterian-pun yang dapat mencapai tujuannya tanpa mengikutsertakan dan bekerjasama dengan instansi lain. Secara langsung atau tidak langsung semua departemen/kementerian pada kenyataannya saling membutuhkan satu sama lain. Oleh karena itu, kemitraan yang didasari dengan prinsip saling menguntungkan merupakan strategi yang penting untuk dilaksanakan. Sedangkan untuk memperluas kemitraan dalam pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi, maka keberadaan jaringan kerja merupakan kebutuhan yang tidak dapat diabaikan.

5. Pengkajian

Kegiatan pengkajian dapat dilakukan dengan menganalisis hasil pelaksanaan atau kebijakan serta melalui pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program yang diselenggarakan sebagai bahan untuk mengkoordinasikan, menyinkronkan penyiapan dan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan pembangunan dibidang kesejahtraan rakyat, maka kegiatan pengkajian merupakan salah satu strategi yang harus dilakukan.

6. Advokasi

Bagaimanapun baiknya suatu kebijakan dan strategi yang hany disusun oleh kalangan internal, tanpa melibatkan pihak eksternal maka kebijakan dan strategi belum sempurna. Oleh karena itu kegiatan advokasi dalam bentuk pemberian masukan, arahan, penyamaan persepsi, kesepakatan atau pembimbingan perlu dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan operasional yang dilakukan setiap departemen/kementerian/instansi yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang kesejahtraan Rakyat.

7. Monitoring, evaluasi, dan pengkajian

Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengetahui apakah program atau kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan rencana. Dari kegiatan monitoring akan diperoleh masukan atau informasi yang sebenarnya tentang pelaksanaan program atau kegiatan ditingkat lapangan. Sehingga dengan diketahui hasil melalui monitoring maupun evaluasi, maka akan mempermudah kegiatan koordinasi dan sinkronisasi lebih lanjut.

8. Fasilitas

Agar kegiatan koordinasi dan sinkronisasi dapat berjalan efektif dan efisien, maka upaya yang perlu dilakukan adalah memberikan fasilitasi dan kemudahan ataupun pelayanan terhadap program yang diselenggarakan oleh departemen/kementerian/instansi terkait. Untuk itu, perlu dilakukan pendekatan yang arif agar tidak terkesan ataudianggap mengintervensi tugas-tugas departemen/kementerian/instansi yang dikoordinasikan.

9. Data dan Informasi

Untuk dapat menyelenggarakan koordinasi dan sinkronisasi sehingga pelaksanaan program ditingkat lapangan berjalan sebagaiman yang diharapkan, maka departemen/kementerian yang dikoordinasikan harus mempunyai persepsi yang sama tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan program kesejahtraan rakyat. Oleh karena itu, untuk mendapatkan persepsi yang sama dimaksud diperlukan suatu data dan informasi dari seluruh program kesejahtraan rakyat yang sedang dan akan diselenggarakan. Data dan informasi tersebut dikomunikasikan melalui berbagai kesempatan dan forum yang ada.

10. Pemberdayaan

Dalam upaya meningkatkan terwujudnya kegiatan koordinasi dan sinkronisasi maka seluruh departemen/kementerian perlu didorong untuk meningkatkan kinerja di seluruh jajarannya dalam pengelolaan dan pelaksanaan program kesejahtraan rakyat. Mendorong kepada seluruh departemen/kementerian untuk mengkoordinasikan dan menyinkronkan secara internal penyelenggaraan program dilingkungannya masing-masing. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih,baik dalam penyusunan rencana maupun dalam pelaksanaannya dilapangan, disampinmg itu untuk memberikan kelekuasaan nam,un terkendali dalam pelaksanaan program-program yang menjadi kebijakannya.

11. Desentralisasi

Dalam kaitannya dengan azas desentralisasi yang dicanangkan melalui Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, koordinasi yang perlu dikembangkan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahtraan Rakyat terhadap instansi terkait adalah senantiasa mengarahkan jajaran instansi teknis dalam merumuskan kebijaksanaan agar selalu memperhatikan rambu-rambu tugas instansi pusat yang lebih bertumpu pada perumusan norma, standar, pedoman dan manual (NSPM).

12. Fokus

Agar suatu program pembangunan kesejahtraan rakyat dapat berhasil secara efektif dan efisien, maka dalam pemilihan dan pelaksanaanya harus difokuskan. Memprioritaskan atau mendahulukan diantara berbagai program yang ada perlu dilakukan sehingga diharapkan dapat dicapai suatu hasil yang optimal. Memfokuskan suatu program dinaksudkan untuk mengkonsentrasikan pengelolaan, dana, daya, dan sarana yang ada.

Info :

http://www.menkokesra.go.id/content/view/16/36/

Program Indonesia Sehat 2010 Dinilai Gagal

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Januari 9, 2010 by alwayskantry009

KESRA– 23 OKTOBER Pencanangan program Indonesia Sehat 2010 dinilai telah mengalami kegagalan. Pasalnya, perubahan iklim global telah memengaruhi munculnya mikrobiologi baru yang dapat membawa penyakit degeneratif.

Hal tersebut dikatakan Ahli Biologi Molekul Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Prof M Nurhalim Shahib seusai mendampingi Deputi Bidang Komunikasi dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Negara Lingkungan Hidup Hendri Bastaman pada seminar nasional Perubahan Iklim: Tantangan dalam Pengembangan dan Penerapan IPTEKS untuk Pembangunan Nasional, di Bandung, Jawa Barat (Jabar), Rabu (22/10).

Nurhalim mengatakan sebelum tahun 2000, pemerintah telah mencanangkan strategi kesehatan nasional melalui pencegahan penyakit tuberkolosis, polio dan lepra. “Melihat kondisi masyarakat di sebagian daerah di Jabar, Jatim dan NTT, yang masih mengalami tuberkolosis, lepra, dan gizi buruk, diperlukan suatu evaluasi kembali,” katanya.

Ia menjelaskan ketidakseriusan dalam menanggulangi berbagai penyakit akan berimbas terhadap penyakit degeratif. “Pascatahun 2000-an, terdapat beberapa kasus penyakit, di antaranya AIDS/HIV, flu burung, busung lapar serta penyakit infeksi lainnya. Melihat kondisi tersebut, belum tentu program Indonesia Sehat 2010 akan terealisasi,” paparnya.

Menurutnya, penyelesaian masalah sebelum tahun 2000 pun masih terlihat tidak tuntas sehingga terakumulasi dan tercuat beberapa tahun kemudian. “Bila berbagai strategi 2010 telah berhasil, tidak menutup kemungkinan program selanjutnya akan berjalan. Meski demikian, belumlah menjamin untuk masyarakat menjadi sehat pada 2020,” jelasnya.

Selain itu, ia mengatakan eksploitasi sumber daya alam telah memengaruhi rehabilitasi lingkungan sehingga mengakibatkan daya dukung lingkungan menurun. “Bila daya dukung itu menurun, akan berakibat fatal bagi berbagai penyakit defisiensi untuk terus berkembang (infeksi dan degeneratif),” gumamnya.

Untuk itu, tuturnya, sistem kesehatan nasional (SKN) harus memberikan perspektif secara luas untuk meningkatkan sumber daya kesehatan, pembangunan kesehatan, upaya kesehatan, manejemen kesehatan serta pemberdayaan masyarakat. “Hal-hal ini harus diterapkan karena SKN sangat berkaitan dengan pembangunan SDM,” pungkasnya.

Nurhalim juga memaparkan untuk menyukseskan program pemerintah itu, perlu dikembangkan ilmu pengetahuan berbasis bioteknologi. “Kasus flu burung di China yang terimbas hingga ke Indonesia, misalnya, diakibatkan karena iptek kita masih kurang,” cetusnya.

Bila bioteknologi sudah tercukupi, katanya, sekaligus bisa mendapatkan vaksin untuk mencegah mikroorganisme, virus yang masuk dapat ditanggulangi. “Sebetulnya, yang dibutuhkan di negara kita yaitu pengembangan vaksin untuk mencegah virus yang masuk,” jelasnya.

Lebih lanjut, Nurhalim menuturkan diperlukan strategi secara komprehensif agar bisa menyukseskan program Indonesia Sehat 2010 ataupun 2020. “Strategi harus dirubah secara komprehensif, data statistik harus diselesaikan dengan proses ilmiah yang sistematis. Jadi, tidak bisa data ilmiah itu dijadikan kesimpulan. Haruslah ditunjang dengan riset yang handal,” pungkasnya. (mo/hr)

Kutipan : http://www.menkokesra.go.id/content/view/9517/39/

PERKEMBANGAN KASUS BANK CENTURY

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Agenda besar pemberantasan korupsi di Indonesia kembali menghadapi tantangan besar terkait kasus Bank Century. Hal ini disebabkan kasus century melibatkan tokoh penting di pemerintahan, sektor keuangan dan jajaran penegak hukum. Agenda pemberantasan korupsi adalah bagian terpenting dari agenda reformasi 1998 yang sampai hari ini belum terlihat titik terang perbaikannya. Inilah alasan kenapa kita, mahasiswa tidak boleh tinggal diam dan menunggu kehancuran bangsa ini disebabkan praktek korupsi yang semakin menggila!

MEKANISME HUKUM DAN MEKANISME POLITIK
Kasus Bank Century telah menjadi polemik besar bangsa saat ini, ditengah geramnya bangsa Indonesia terhadap praktek korupsi yang telah melenyapkan uang para pembayar pajak, tiba-tiba dengan mudahnya Rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) menetapkan kebijakan Bailout Bank Century yang mengizinkan LPS menggelontorkan 6.7 triliun rupiah, uang yang berasal dari para pembayar pajak, tanpa disertai prinsip-prinsip objektivitas yang patut.
Dalam catatan Laporan BPK, Ditetapkannya Bank Century sebagai Bank gagal yang berdampak sistemik tidak memiliki kriteria terukur (Hal 13 Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi atas Kasus PT Bank Century BPK RI 20 November 2009). Bahkan hal ini diakui sendiri oleh Boediono, saat itu adalah Gubernur BI yang terdesak dalam rapat KSSK (21 November 2008), ketika ketidaksetujuan terhadap asumsi BI mengemuka, “Sulit untuk mengukur apakah dapat menimbulkan resiko sistemik atau tidak karena merupakan dampak berantai yang sulit diukur dari awal secara pasti. Yang dapat diukur hanyalah perkiraan cost/biaya [penyelematan century]…… Mengingat situasi yang tidak menentu, maka lebih baik mengambil kebijakan kehati-hatian dengan melakukan penyelamatan….. Keputusan harus diambil segera dan tidak dapat ditunda sampai Jumat sore [ini]…..” (Notulen Rapat Konsultasi KSSK, 21 November 2008 seperti dikutip dalam Ringkasan Eksekutif BPK RI atas Kasus Bank Century, 20 November 2009)
Sangat wajar kemudian bila masyarakat mendesak KPK dan Parlemen untuk mengusut kasus bank century ini, mengingat dana untuk bailout tersebut didasarkan pada asumsi subjektif tanpa didukung data-data valid yang menyakinkan.
KPK telah memulai pengusutan kasus bank century dengan mendalami 9 temuan BPK, namun gerak KPK sangat tergantung pada data PPATK tentang dana masuk dan keluar bank Century. Penghilangan data-data transaksi keuangan dapat dengan mudah terjadi ketika komitmen pemberantasan korupsi di tubuh PPATK sendiri dipertanyakan. Untuk mengingatkan kita, PPATK adalah lembaga financial intelligence unit yang dapat menelusuri aliran dana perbankan dan transaksi keuangan lainnya yang terjadi di Indonesia. Kekuatan PPATK adalah kemampuannya untuk mengakses data transaksi yang paling rahasia sekalipun. Karena itu PPATK harus mendapatkan pengawalan yang baik oleh kelompok civil society dan akademia bila menginginkan kasus century ini terkuak dengan transparan.

PANSUS CENTURY
Mekanisme politik juga telah dijalankan para politisi di parlemen, walaupun lahirnya angket Century atas inisiatif kelompok oposisi parlemen (PDIP, Hanura dan Gerinda) akan tetapi partai lainpun pun ikut mengamininya. Masyarakat akan melihat apakah pansus ini digunakan untuk mencari kebenaran atau sekedar transaksi politik. Harapan kita semua, para wakil rakyat menjalankan janjinya dalam kampanye legislatif silam yaitu komitmen memberantas korupsi diseluruh lini kehidupan termasuk disektor perbankan dan keuangan.
Wewenang Pansus
Panitia khusus (Pansus) Bank Century terdiri dari 30 orang anggota yang disusun berdasarkan proporsionalitas (persentasi jumlah anggota asal fraksi) sehingga FPD dan FPG memperoleh jumlah anggota terbanyak masing-masing 8 orang (27%) dan 6 orang (20%), diikuti PDIP 5 orang (17%), PKS 3 orang (10%), PAN 2 orang (6.7%), PKS 2 orang (6.7%), PPP 2 orang (6.7%), Hanura 1 orang (3.3%) dan Gerindra 1 orang (3.3%). Dalam tata tertib DPR disebutkan bahwa panitia pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu (pencarian fakta) dalam jangka waktu tertentu (dua bulan sampai Februari 2010) yang ditetapkan oleh rapat paripurna dan dapat diperpanjang oleh badan musyawarah apabila panitia khusus belum dapat menyelesaikan tugasnya. (dpr.go.id)

Metodologi Kerja Pansus
Pansus Century menyepakati metodologi pemanggilan ahli dalam pengusutan skandal Century. Pansus mengelompokkan 9 kategori ahli yang akan dipanggil. Nama-nama dalam 9 kategori itu bisa diubah sewaktu-waktu di tengah perjalanan pengusutan perkara. Meraka adalah jajaran pejabat Bank Indonesia, termasuk mantan Gubernur BI Boediono, Mantan Kabeskrim Mabes Polri Susno Duadji, Menkeu Sri Mulyani dalam kapasitas Ketua KSSK saat peristiwa bail out Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, Pejabat dan jajaran LPS, Direksi Bank Century dan Bank Mutiara, Deposan atau nasabah Bank Century atau masyarakat yang berkaitan dengan Century, Mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai ahli yang berkaitan dan dianggap tahu tentang persoalan Century, Ahli perbankan, hukum, atau ahli auditor, dan Kesembilan, pihak-pihak lain yang dianggap perlu untuk menunjang pengusutan ini.
(Dari Berbagai Sumber)

Akankah Kasus Century Terbongkar?

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Masyarakat boleh berbangga karena hipotesis KPK juga ada “setan korupsinya” terbantahkan dengan berhentinya kriminalisasi KPK dan kembalinya pimpinan KPK dengan 4 formasi awal sebelumnya (Bibit, Chandra, Yasin, Haryono) meskipun ketua lama KPK antasari merupakan anomali dari pimpinan KPK lainnya. Beruntunglah masyarakat Indonesia karena masih memiliki Tumpak Hatorangan Panggabean yang kini menjadi plt ketua KPK menggantikan Antasari.
Meskipun demikian, belumlah terdapat jaminan bahwa agenda pemberantasan korupsi akan terselesaikan dengan kembalinya pimpinan KPK, Bibit dan Chandra. Setidaknya kasus century akan menjadi batu loncatan bagi KPK sebagai institusi pemberantasan korupsi, apakah kasus yang melibatkan banyak pihak ini akan diselesaikan dengan mekanisme hukum yang transparan ataupun sebaliknya.
KPK dan Kasus Century
Walaupun KPK cukup terlambat dalam menangani Kasus Bank Century pada akhirnya KPK telah membentuk tim khusus yang mulai pada Rabu, 16 Desember 2009 bekerja untuk mendalami pidana korupsi skandal century. KPK telah melakukan pengkajian terhadap audit BPK dan menemukan Sembilan pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai:
1. Pidana Perbankan
2. Pidana Pencucian Uang
3. Pidana korupsi
4. Pelanggaran Administrasi
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), berdasarkan hasil audit akhir atas kasus Bank Century, menyatakan, pengucuran dana bantuan terhadap Bank Century tidak memiliki dasar hukum bahkan dalam audit tersebut disinyalir telah terjadi suatu pelanggaran, di mana SSB macet, dinilai lancar , termasuk pelangggaran-pelanggaran pada waktu proses merger dan pengawasan Bank Century (BC) oleh Bank Indonesia (BI). Demikian penjelasan Ketua BPK Hadi Purnomo dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin (23/11) pagi.
Pelanggaran berikutnya, ketika dalam proses akuisisi dan merger Bank Century, BI bersikap tidak tegas dalam menerapkan aturan dan persyaratan yang ditetapkannya sendiri, BI pun dinilai tidak tegas atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan BC selama 2005-2008, disitu BI tidak menempatkan BC sebagai bank dalam pengawasan khusus, meskipun CAR BC telah negatif, 132,5 persen. BI pun tidak menerapkan sanksi pidana atas pelanggaran batas maksimum pemberian kredit.
Berkaitan dengan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP). BI patut diduga melakukan perubahan persyaratan CAR agar BC dapat memperoleh FPJP. Itu terlihat pada saat pemberian fasilitas, CAR BC sebenarnya sudah negatif 3,53 persen. Itu pada akhir Oktober 2008.Dan ini sudah memenuhi kriteria kriminalisasi penyalah gunaan jabatan & keuangan negara..Hal ini melanggar ketentuan PBI (Peraturan BI) nomor 10/30/PBI/2008 yang menyatakan bank yang dapat FPJP dengan CAR positif. Selain itu, jaminan FPJP yan diperjanjikan hanya berkisar 83 persen. Itu pun melanggar ketentuan PBI 10/30/PBI/2008 yang menyebutkan bahwa jaminan dalam bentuk aset kredit minimal 150 persen dari plafon FPJP.

Jenis Kategori Pelanggaran Kasus Bank Century Sumber: Kompilasi Audit BPK
1. Pidana Perbankan
a. Pelanggaran BMPK (batas maksimum pemberian kredit) Century yang dibiarkan oleh pengawas Bank (BI)
b. Kepemilikan Surat-Surat Berharga fiktif (tidak berkualitas)
c. Kesengajaan BI tidak memberikan data akurat kepada KSSK dalam rapat pengambilan kebijakan Bailout
d. Informasi tidak benar tentang pengakuan kerugian (PPAP) oleh Century
2. Pidana Pencucian Uang
a. Pemecahan deposito milik Boedi Sampoerna masing2 Rp. 2 Miliyar oleh pemilik Century dengan tujuan menguntungkan nasabah besar
3. Pidana korupsi
a. Pencarian dana Bailout tahap kedua oleh LPS melanggar ketentuan LPS NO.3/LPS/2008 sebesar Rp. 2.2 triliun
b. Dugaan dana bailout digunakan untuk kampanye pilpres 2009 lalu
4. Pelanggaran Administrasi
a. Pemberian izin merger bank century oleh rapat dewan gubernur BI padahal pemilik tidak pernah melaporkan keuangan 3 tahun terakhirnya
b. Pemberian fasilitas FPJP oleh BI sementara kecukupan modal century dibawah ketentuan (negatif)

Proses Hukum KPK
Mekanisme hukum akan berlangsung selama 6 bulan kedepan (Des-Mei 2010), fasa rentan dalam proses ini adalah ketersedian data dan alat bukti, bila bukti yang diperoleh KPK tidak lengkap atau telah dihilangkan dalam PPATK maka proses hukum akan terhenti dan kasus ini akan terkubur selamanya. Penting bagi gerakan anti korupsi mengawal KPK, PPATK, termasuk kejaksaan dan polisi untuk menjalankan perannya dengan baik. Political will dari Pemerintahan juga diperlukan demi pemberantasan korupsi dalam kasus bank Century ini.
Maka apa yang bisa kita lakukan MAHASISWA????

TUGAS ANGKET CENTURY

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Pertama, mengetahui sejauh mana pemerintah melaksanakan peraturan terkait keputusan untuk pencairan dana talangan Rp 6,7 trliliun. Adakah indikasi pelanggaran UU selain pidana maupun perdata?
Kedua, mengetahui secara transparan komplikasi yang menyertai kasus pencairan talangan Bank Century, termasuk kenapa bisa terjadi perubahan peraturan BI secara mendadak dan dugaan keterlibatan Kepala Bareskrim Polri dalam pencairan dana Bank Century serta kemungkinan terjadinya konspirasi antara pemegang saham Bank Century dengan otoritas perbankan dan keuangan pemerintah.
Ketiga, menyelidiki kemana sajakah aliran dana Bank Century mengingat sebagian dana tersebut oleh Direksi justru ditanamkan dalam surat utang negara dan dicairkan bagi nasabah besar sementara kepentingan nasabah kecil diabaikan. Adakah faktor kesengajaan melakukan pembobolan uang negara demi kepentingan tertentu untuk politik misalnya?
Keempat, menyelidiki kenapa bisa terjadi pembengkakan dana talangan menjadi Rp 6,7 triliun bagi Bank Century padahal Bank Century adalah bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah bahkan pada saat menerima pada status pengawasan khusus. Rasionalkah alasan pemerintah bahwa bank itu patut diselamatkan karena mempunyai dampak sistematik bagi perbankan Indonesia seluruhnya?
Kelima, mengetahui sebesar apakah kerugian negara sebenarnya yang ditimbulkan kasus bailout Bank Century. (KOMPASIANA.COM)
TAHUKAH ANDA????
Ketua Pansus Century, Idrus Marham dipilih berdasarkan suara terbanyak dalam voting (19 suara dari 30 Suara). Berikut adalah analisa asal suara para pimpinan pansus century
Asal Suara Idrus M(Sekjen Golkar) Gayus L (PDIP) Mahfudz S(PKS) Yahya S(Demokrat) Total Suara
FPD 7 0 0 1 8
FPG 6 0 0 0 6
FPDIP 0 5 0 0 5
FKS 0 0 3 0 3
PAN 2 0 0 0 2
PKB 2 0 0 0 2
PPP 2 0 0 0 2
Hanura 0 1 0 0 1
Gerinda 0 1 0 0 1
Total Suara 19 7 3 1 30

Dalam table diatas, sangat terlihat jelas bahwa ketua Idrus Marham adalah hasil kompromi antara Golkar dan Demokrat serta partai koalisi pemerintahan lainnya selain PKS. Mahfudz Shidiq mencoba menjadi jalan tengah antara koalisi dan oposisi, walaupun kemudian Mahfudz didukung hanya dari anggota pansus PKS saja. Sementara Gayus didukung penuh oleh oposisi pemerintahan dari PDIP, Hanura dan Gerindra. Yang sangat ironis adalah Yahya Sacawiria (Demokrat) tidak mendapat suara partai Demokrat sendiri, selain satu suara yang diduga hak suara dari yahya sendiri. Dari pemilihan pimpinan pansus ini, Demokrat merasa penting untuk mendukung Golkar sehingga bersama golkar, PD merasa aman terkait kepentingan politiknya. (HASIL ANALISIS)

30 ANGGOTA PANSUS CENTURY
Fraksi Partai Demokrat= 8 orang
1. Anas Urbaningrum
2. Yahya Sacawiria
3. Benny K. Harman
4. Achsanul Qosasi
5. Radityo Gambiro
6. I Wayan Gunastra
7. Agus Hermanto
8. Ruhut Sitompul
Fraksi Partai Golkar = 6 orang
1. Idrus Marham
2. Ade Komaruddin
3. Ibnu Munzir
4. Bambang Soesatyo
5. Melkiyas Mekeng
6. Agung Gunanjar
Fraksi PDIP = 5 orang
1. Maruarar Sirait
2. Eva Kusuma Sundari
3. Ganjar Pranowo
4. Hendrawan Supratikno
5. Gayus Lumbuun
Fraksi PKS = 3 orang
1. Andi Rahmat
2. Mahfudz Siddik
3. Fahri Hamzah
Fraksi PAN = 2 orang
1. Asman Abnur
2. Tjatur Sapto Edy
Fraksi PKB= 2 orang
1. Anna Mu`awanah
2. Marwan Ja`far
Fraksi PPP = 2 orang
1. Romahurmuziy
2. Ahmad Yani
Fraksi Hanura= 1 orang
1. Akbar Faisal
Fraksi Gerindra= 1 orang
1. Ahmad Muzani

Dikarenakan Pansus adalah proses politik yang seringkali diselesaikan dengan lobi-lobi kepentingan maka penting bagi gerakan mahasiswa tercerahkan untuk mengawal dan mengkritisinya agar semua proses-proses ini transparan dan objektif sehingga dinilai patut oleh publik. Mari kita kawal pansus untuk agenda pemberantasan korupsi di Indonesia!!!

Apakah Benar Bank Century Berpotensi “Dampak Sistemik”?

Posted in Uncategorized on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Pihak yang bertanggungjawab dalam pengucuran dana kepada BC selalu beralasan bahwa penyelamatkan BC karena bank ini ‘berpotensi sistemik’ dalam merusak sistem perbankan nasional. Karena berpotensi ‘resiko sistemik’ maka negara melalui ini LPS bertanggung jawab untuk menyuntikkan dana 6,7 triliun rupiah ke bank tersebut. Tanpa data yang lengkap, argumen ini saja masih layak diperdebatkan. Dari segi ukuran dan networking, apakah hipotesis bahwa kalau Bank Century tidak diselamatkan (langsung ditutup) akan mengalami kerusakan sistemik?
Fakta : BI Ragu Apa itu Sistemik!
Berdasarkan catatan rapat tanggal 21 November 2008, penyelamatan Bank Century sempat ditolak sejumlah pejabat tinggi Departemen Keuangan yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku ketua KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dan Gubernur BI Boediono. Para pejabat Depkeu tersebut mempertanyakan dan tidak setuju dengan argumentasi dan analisis Bank Indonesia (Boediono) yang menyatakan bahwa persoalan Bank Century ditengarai berdampak sistemik.
Menanggapi penolakan tersebut, pihak Bank Indonesia sulit untuk mengukur apakah masalah Bank Century dapat menimbulkan risiko sistemik karena hal tersebut merupakan dampak yang sulit diukur dari awal secara pasti. Yang dapat diukur menurut BI hanyalah perkiraan biaya yang timbul apabila dilakukan penyelamatan mengingat situasi. Dengan mengingat situasi yang tidak menentu, maka BI melakukan penyelamatan dengan meminimalisasi biaya.
Sumber: Kompas
Bergerak!: Disinilah BI tidak mampu menjelaskan secara ilmiah wajar apa itu sistemik yang dimaksud

AKU LAH JAGOAN NEON

Posted in Uncategorized on Desember 2, 2009 by alwayskantry009

“ Pernahkah kamu paham dengan konsep diri ? “.

Pertanyaan itu, membuat saya berpikir lagi dan lagi. Berulang-ulang saya pahami pertanyaan dari seorang trainer, yang pernah mengisi acara “ Trainning Menatap Masa depan “. Acara itu,adalah acara ketika saya duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Acara yang diselenggarakan oleh kakak-kakak nurul fikri daerah depok, itu dibuat, untuk memberikan motivasi para murid SMP yang ketika itu, akan bersiap – siap menghadapai ujian akhir nasional.
Saya ingat sekali, di acara itu, saya datang terlambat. Namun, saya lupa, alasan apa yang membuat diri saya telat dalam acara tersebut, yang saya ketahui adalah, jujur saya sangat malas untuk datang ke acara tersebut. Kebetulan acara tersebut, diadakan pada hari Minggu. Hari dimana, setiap insan yang ada, merasa malas jika harus melakukan berpergian di hari libur. Karena ketika itu, saya memegang amanah sebagai ketua rohis SMP 85 jakarta, akhirnya seorang kakak alumni, membujuk saya dengan susah payah, untuk hadir pada acara tersebut. Akhirnya dengan langkah berat, saya menuju tempat pelatihan tersebut. Mungkin, alasan tadi yang menjadikan saya bisa telat mengahadiri training itu.
Ketika itu, semula saya kira, acara tersebut membosankan. Selain itu, peserta yang hadir pun, pasti sangat sedikit. Tentu, orang yang datang, tidak lain adalah mereka aktivis rohis di sekolah masing-masing. Gambaran tersebut,membuat saya merasa semakin tidak bergairah untuk mengikuti training. Sampai di sana, sontak, saya terkejut. Hipotesis yang sudah ada di angan-angan bayangan, terbang tanpa sisa. Keadaan yang ada, berbalik seratus enam puluh drajat. Peserta yang hadir sangat banyak. Peserta memang berasal dari berbagai macam jenis SMP Jakarta dan sekitarnya. Satu orang yang pertama kali saya temukan adalah, kak Ridwan. Kakak Alumni saya. Dan beliau lah, yang memberikan kode kepada saya, seraya berkata, “ Akhirnya Datang Juga!! “. Sedangkan saya, saya hanya tertawa kecil tidak ikhlas.
Setelah acara registrasi, saya segera memasuki ruangan yang penuh dengan peserta. Karena saya, peserta yang datang terlambat, saya duduk di tempat duduk paling belakang. Tidak lama, ketika saya ingin duduk, kakak trainer, menunjuk saya, dan mengajak saya untuk maju ke depan. Benar-benar terkejut saya dibuatnya. Mengapa harus saya yang maju, padahal kepala yang ada, sudah tidak bisa dihitung dengan jumlah jemari tangan. Akhirnya mau tidak mau,saya pun maju dengan langkah-langkah malu ala Anak Baru Gede ( ABG ).
Di depan audience, saya disuguhkan pertanyaan, “ Siapakah dirimu?? ‘. Mendengar pertanyaan si kakak manis bertubuh tinggi itu, saya hanya tersenyum, kemudian saya menjawab, nama saya dengan suara yang berusaha untuk tenang. Sok tenang tepatnya. Kemudian, kakak trainer itu, bertanya lagi, “ Siapakah dirimu? “. Mendengar kembali pertanyaan darinya, saya pun mengulang jawaban saya. Tidak lama, trainer itu, bertanya lagi pertanyaan yang sama. Benar-benar bingung dibuatnya, sayapun memandangi trainer itu, dengan mengernyitkan dahi, sambil berpikir, kakak ini, apakah Tuhan?, sok-sok nanya tiga kali, “ Siapa Tuhan Mu? “. Dan kali ini, saya menggaruk bingung. Melihat kebingungan yang dipancarkan wajah anak setengah ingusan di depannya, trainer itu, memberikan instruksi,
“ Jawab saja, yang ada dipikiranmu!! “ .
akhirnya saya, menjawab dengan sesuka hati saya. “ Saya, Kantry Maharani, kelas 3 di SMP 85 Jakarta. Saya, tinggal di depok, saya anak ke dua dari tiga bersaudara, hobi saya jalan-jalan, baca buku, dan nulis. Saya ke sini bareng papah saya. Tadinya saya malas sekali datang ke acara ini, tapi karena kak ridwan…”, saya menunjuk ke arah Kak Ridwan yang sedang duduk di samping.
“ Karena kak Ridwan, menyuruh saya untuk datang ke sini, saya nanti bisa dipanjamkan CD PS, jadi saya datang ke sini. Maaf ya kak!! “. Semua yang ada saat itu, tertawa geli mendengar perkataan saya. Trainer itupun, ketawa. Kemudian trainer itu, memberikan instruksi kembali.
“ Ada lagi yang mau dijawab? “.
Saya pun menjawab, “ Walaupun terpaksa datang ke sini, saya senang. Udah gitu aja “. Entah mengapa, yang datang, bertepuk tangan. Saya melihat ekspresi kak Ridwan, ia menggeleng mungkin merasa malu, dengan adek kelas yang lugu, berasa polos lebih tepatnya, berani membongkar rahasia dapur. Hahahaha..
Balik ke acara, trainer itu kemudian memberikan saya spidol. Ia menyuruh saya, untuk menggambarkan, sesuatu yang mencerminkan diri saya. Hitungan ketiga saya diharuskan untuk menggambar. Sama sekali tidak ada waktu untuk berpikir. Jujur, saya menjadi panik. Karena pada dasarnya, saya tidak bisa gambar. Gambar yang saya bisa adalah gunung, sawah, rumah, perahu, laut-lautan, pohon, ikan, dan gambar dasar lainnya. Akhirnya, saya gambar kotak, dari gambar itu, saya mengingat bahwa dahulu, papah saya mempunyai lampu neon, berbentuk kotak. Kemudian, saya pun menggambarkan lampu neon di papan tulis. Lengkap dengan kabel-kabelnya.
Selesai, menggambarkan lampu neon itu, saya ditanyakan kembali. “ Kantry, kenapa kamu gambar lampu neon? “.
Sesegera mungkin saya menjawab, “ Lampu neon itu, lampu kesayangan saya kalau mati lampu, lampu neon itu yang membantu saya ngerjain PR, belajar buat ulangan, makan, tidur, macem-macem kak “.
Kemudian, kakak trainer itu, menyuruh saya untuk kembali ke tempat duduk. Kakak itu, kemudian menjelaskan, apa itu konsep diri. Sebelumnya, kakak trainer itu, bertanya kepada salah satu peserta, “ Pernahkah kamu paham dengan konsep diri? “. Entah mengapa peserta yang ditanya, hanya celingak-celinguk, seraya mengepulkan sinyal S.O.S kepada teman yang duduk di sampingnya. Tidak lama, peserta yang panik itu, menggeleng, antara menjawab tidak pernah ataukah tidak paham dengan pertanyaan trainer tersebut hampir sama, yang penting biar cepet menggeleng saja dulu. Ckckckckc..( hahaha..itu mah gue..)
Balik ke cerita lagi. Kakak trainer melihat keputus asaan para pesertanya, ia pun mengakhiri sistem komunikatif dengan kami semua. mungkin dalam hatinya, ia berkata, “ Nih panitia salah kirim undangan kali ya??!!,,anak-anak kayak begini diundang “. ( Mulai deh, bayangan saya saat itu, mulai kacau, hehe..)
Kakak trainer segera menjelaskan arti sebuah konsep diri. Bla..bli..blu..ble..blo…dengan segala gambara visual yang mungkin menarik buat sebagian kalangan, trainer itu suguhkan. Namun sayang, saya justru menilai, kenapa harus ada teori gajah mulu yang ditonjolkan. Dari beberapa pelatihan yang saya ikuti, pasti saja, tidak jauh-jauh dengan visualisasi gajah. Hello..!!, We are not stupid kids, You Know..!!, Hippiew mengenal para binatang lagi..??!!, heran Deh..!!.
Tapi, yasudahlah, saya ketika itu, masih menjadi ABG yang labil ( Ababil ). Jadi apa yang dibicarakan trainer, tidak serta merta saya telan begitu saja, perlu penyaringan, namun sayangnya penyaringan yang salah besar. Hehehe..
Lanjut yaa..
Percaya atau tidak, sebenarnya, saya tidak begitu paham dengan apa yang dibicarakan trainer muda nan manis itu. Justru yang sedang saya pikirkan, “ Kok Bisa Saya, menggambar neon yang udah gag tau, sakarang ada di mana, itu? “. Kalau mendengar setengah-setengah dari kakak trainer itu, bahwa konsep diri, itu sangat penting untuk merefleksikan masa depan. Kok jadi horror juga ya, mendengar pernyataan kakak trainer tersebut. Artinya apa, bahwa konsep diri, itu benar-benar penting. Dan efek dari konsep diri itu, membawa pengaruh yang sangat jauh, yang nanti akan dilihat beberapa tahun kemudian. Alhasil, konsep diri dalam bentuk lampu neon, yang saya gambar, memiliki makna apa ya??. Itu dia, yang membuat saya berpikir sampai tidak bisa tidur, tidak bisa makan, tapi anehnya bisa maen playstation ( Nah loh?! ).
Akhirnya, saya menemukan, makna sebenarnya tentang lampu neon. ( Ehem..kali ini serius euy..)

Lampu Neon, jika kita amati, Lampu Neon, itu terdiri dari beberapa rakitan elemen-elemen listrik yang terangkai ke dalam sistem elektromanika dan unsur kimia. Lampu Neon, dibuat, Karena atas dasar, kebutuhan. Namun, jika diteliti, Neon terkadang dianggap sebelah oleh banyak orang, Neon hanya sebagai pengganti, karena Neon sewaktu-waktu dapat dinyalakan dan dapat juga dimatikan. Selalu kontra dengan malam, dan siang hari.

Akan tetapi…
Saya sadar itulah saya. Saya adalah makhluk yang diciptakan dari senyawa kimia dan tanah liat hingga membentuk sisem elektromanika dan unsur kimia yang membentuk metabolisme. Neon akan menjadi penerang bagi setiap kegelapan, namun, neon akan tetap menyala jika sudah tidak gelap. Saya pun demikian, saya ingin menjadi penerang dikala kegelapan, namun saya juga dapat diperlukan walaupun terang menderang. Saya ingin membantu orang dengan kapasitas daya yang saya miliki. Karena Neon dapat menyala dengan mencolokkan kabel ke pusat listrik. Sebuah tenaga besar di luar diri Neon. Ataukah Neon juga bisa dipasang baterei. Itu membuat saya semakin sadar, bahwa Neon adalah saya, saya tidak bisa berfungsi apabila tidak ada bantuan dari orang lain. Saya pikir, ini sangat penting untuk dipahami, bahwa tanpa orang tua, kakak, adik, saudara, guru, sahabat, suami, anak, bahkan yang sangat penting adalah Allah, karena saya, saya hanyalah manusia biasa, yang memiliki kemampuan terbatas.
Biarkan saya menjadi Neon. Walaupun dianggap sebelah mata, saya akan tetap menjadi Neon, tetap menyala dikala gelap ataupun terang, dan hanya dapat mati tak berfungsi jika kekuatan elemen saya rusak.

Keterbatasan ku Sebagai Manusia

Posted in my soul on November 29, 2009 by alwayskantry009

Kemarin, hari Rabu, tanggal 25 November 2009, saya mendapat teguran yang luar biasa. Teguran yang memiliki sejuta makna, tentang arti sebuah hidup. Siang hari yang entah mengapa, kota Jatinangor begitu teduh. Matahari yang katanya memancarkan kekuatan maha panas dari Sang Pencipta, ketika itu berubah menjadi damainya gumpalan awan, di sore hari. Begitu bersahabat.

Pukul 13.00 WIB, setelah menenunaikan amanah saya sebagai mahasiswa, saya mengingat bahwa ada agenda yang sama – sama memiliki bobot amanah luar biasa lainnya. Untuk itu, sesegera mungkin, saya menuju rumah rakyat. Saya sering menganggap rumah itu adalah rumah impian. Impian bagi semua jiwa yang peduli dengan nasib bangsa ini. Sekilas terdengar sangat idealis, akan tetapi saya yakin, impian kecil yang bermula di rumah itu, adalah impian untuk masa depan.

Sesampaianya di sana, rumah itu sepi oleh penghuninya. Hanya ada saya, dan seorang teman baik, Luthfan. Ada rasanya saya segan untuk menunggu hingga pukul 14.00 WIB, sehingga ada keinginan untuk menuju kosan dahulu. Namun, hati kecil saya, berkata, tidak ada salahnya saya menunggu di rumah itu, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Ya, searching data untuk acara Sekolah Anti Korupsi.

Selang lima belas menit, Luthfan, berpamitan untuk kuliah. Akhirnya, hanya saya yang mengisi kekosongan di rumah itu. Ada beberapa kejadian, yang terjadi selama saya searching data di suatu ruang kerja di rumah itu. Pertama, datang dua orang bapak dengan kisaran umur empat puluhan, lebih muda dari Bapak saya tentunya. Kemudian, seorang dari mereka, menyatakan, untuk kesediaan agar dinding di rumah rakyat itu, dipoles kembali dengan cat berwarna krem. Mengetahui hal tersebut, saya bimbang. Akhirnya, saya berkata, bahwa polesan yang sudah terlihat, masih bagus, dan tidak usah kembalidipoles dengan warna yang berbeda. Kerendahan hati sang bapak, luar biasa, akhirnya mereka berdua, pun menerima pernyataan saya.

Setelah kedua bapak tadi menghilang dari pandangan saya, saya melanjutkan kembali duduk di depan layar komputer. Selang sepuluh menit, samar-sama saya,mendengar ada suara salam dari arah luar. suara itu, lama-lama menjadi jelas. Demi mengetahui kebenaran sapaan itu, saya menuju pintu. Benar saja, di hadapan saya, berdiri seorang bapak tua. Kali ini, saya yakin, bapak itu, lebih tau dari bapak saya. Kira-kira bapak itu berumur lebih dari setengah abad. Bapak itu, menggunakan pakaian layaknya seorang pegawai negeri. Berwarna hijau, dengan menggunakan sepatu pantofel, dan mengenakan topi.

Saya melihat, tangannya gemeteran. Kemudian saya pun, menanyakan keperluan beliau dating ke rumah rakyat tersebut. Dengan suara yang parau, bapak itu, berkata, “ Ada Neng Indri nya? “. Mendengar ucapan bapak itu, saya langsung mengingat seorang teteh baik hati, di organisasi yang saat ini saya jalani. Teteh itu, sudah lulus setahun yang lalu, tentu saja, sudah tidak memegang amanah lagi di rumah rakyat ini. Saya segera memberitahukan kabar bahwa teh iin yang dimaksud sudah tidak memegang amanah lagi di sini.

Mendengar kabar yang saya lontarkan, saya melihat ekspresi wajah sang bapak, pucat, lemas, dan tangannya semakin bergetar. Lalu saya, tanyakan kembali, apa gerangan yang membuat bapak itu mencari teh iin. Dengan rasa ragu-ragu, bapak itu, mengeluarkan dua kertas resep obat. Ada hipotesis di benak saya, “ apakah bapak ini akan meminta sumbangan??,,”, jawabannya bias jadi. Sebab, sudah beberapa kali ada orang yag datang ke rumah rakyat ini, untuk meminta belas kasihan, dengan dalih apapun.

Kembali ke bapak itu, bapak itu, kemudian cerita, bahwa beliau sering dibantu oleh anak-anak bem. Terutama teh Iin dan Jikun ( Baca : Jimmy Kuncoro ), Kemudian, bapak itu juga menceritakan, bahwa teh iin sering menebus obat istrinya. Kang Jikun, juga sempat datang ke rumah beliau, dan melihat kondisi istrinya. Suara bapak itu semakin parau. ada statement yang membuat saya semakin bertanya, “ Apakah benar dengan cerita yang diucapkan bapak itu? “, beliau berkata, bahwa, “ Biarkan saya, dianggap minta-minta, ini demi istri saya, saya sudah tahu harus bagaimana, untuk menebus obat spray asma, saya tidak mampu membayar obat itu, uang hasil saya kerja sebagai tukang bambu tidak cukup. Hanya Allah yang tahu. Dan bapak itu menunduk lesuh. Saya juga menanyakan, apakah beliau sudah melakukan advokasi dengan kartu kesehatan miskin?, bapak itu menjawab, pihak puskesmas tidak menerima kartu itu, dan ahrus membeli obat tersebut.

Jujur, ketika itu, saya bingung harus seperti apa, satu sisi berhati-hati dengan segala kejahatan dengan modus apapun. Namun di satu sisi, saya melihat ada kejujuran berujung harapan besar di mata bapak itu. Saya ingin membantu, saya menyadari bahwa uang di dompet saya, hanya ada dua puluh ribu. Saya yakin, untuk menembus obat itu, tentu ada hal urgensi yang melatarbelakangi bapak itu untuk mencari teh iin. Tak lama, bapak itu pergi dari pandagan saya.

Kejadian itu “menampar” diri saya. Pertama, ini menyadarkan saya bahwa, jumlahan rupiah, yang masih terkadang saya keluarkan untuk sesuatu hal yang tidak bermanfaat. Padahal dalam kenyataannya di belahan kehidupan lain, ada orang yang sangat susah mencari uang. Kedua, ini menyadarkan saya, tentang Kontribusi apa yang sudah saya lakukan selama ini?, artinya ketika itu juga, saya mempertanyakan apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain.

Jika selama ini saya bangga dengan segala dinamika organisasi yang saya jalani, ternyata saya sebenernya, saya hanya melakukan sedikit untuk orang lain, sudah sedikit, tidak menyentuh mereka. Setiap aksi-aksi demonstrasi turun ke jalan, kerap kali saya lakukan dengan dalih “ Untuk Kaum Miskin “, apakah ini kontribusi saya??. Hingga hal sekecil ini, kejadian bapak tua itu datang, saya tidak bias melakukan apapun.

Ingin rasanya saya, mengejar bapak tua itu, kemudian saya menangis di telapak kaki beliau, dan mengucapkan maaf, dengan beribu kata maaf. Walaupun hanya maaf.

Semua kegiatan yang berusaha saya evaluasi. Di dunia politik, yang katanya benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, itu harus di evaluasi. Percuman jika kita piawai dengan segala strategi dan retorika, jika itu bukan untuk rakyat miskin.

Ya, Rabb, saya ingin, menjadi orang yang dapat membangkitkan senyum mereka, yang selalu tertindas di atas tirani. Saya sadar, saya memang lemah, hanya itu yang saya dapatkan katakan.

Semoga apa yang saya dapatkan kali ini, menjadi bahan renungan utnuk diri saya, untuk perubahan masa depan yang lebih baik. Amin.