PERKEMBANGAN KASUS BANK CENTURY

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Agenda besar pemberantasan korupsi di Indonesia kembali menghadapi tantangan besar terkait kasus Bank Century. Hal ini disebabkan kasus century melibatkan tokoh penting di pemerintahan, sektor keuangan dan jajaran penegak hukum. Agenda pemberantasan korupsi adalah bagian terpenting dari agenda reformasi 1998 yang sampai hari ini belum terlihat titik terang perbaikannya. Inilah alasan kenapa kita, mahasiswa tidak boleh tinggal diam dan menunggu kehancuran bangsa ini disebabkan praktek korupsi yang semakin menggila!

MEKANISME HUKUM DAN MEKANISME POLITIK
Kasus Bank Century telah menjadi polemik besar bangsa saat ini, ditengah geramnya bangsa Indonesia terhadap praktek korupsi yang telah melenyapkan uang para pembayar pajak, tiba-tiba dengan mudahnya Rapat KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) menetapkan kebijakan Bailout Bank Century yang mengizinkan LPS menggelontorkan 6.7 triliun rupiah, uang yang berasal dari para pembayar pajak, tanpa disertai prinsip-prinsip objektivitas yang patut.
Dalam catatan Laporan BPK, Ditetapkannya Bank Century sebagai Bank gagal yang berdampak sistemik tidak memiliki kriteria terukur (Hal 13 Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi atas Kasus PT Bank Century BPK RI 20 November 2009). Bahkan hal ini diakui sendiri oleh Boediono, saat itu adalah Gubernur BI yang terdesak dalam rapat KSSK (21 November 2008), ketika ketidaksetujuan terhadap asumsi BI mengemuka, “Sulit untuk mengukur apakah dapat menimbulkan resiko sistemik atau tidak karena merupakan dampak berantai yang sulit diukur dari awal secara pasti. Yang dapat diukur hanyalah perkiraan cost/biaya [penyelematan century]…… Mengingat situasi yang tidak menentu, maka lebih baik mengambil kebijakan kehati-hatian dengan melakukan penyelamatan….. Keputusan harus diambil segera dan tidak dapat ditunda sampai Jumat sore [ini]…..” (Notulen Rapat Konsultasi KSSK, 21 November 2008 seperti dikutip dalam Ringkasan Eksekutif BPK RI atas Kasus Bank Century, 20 November 2009)
Sangat wajar kemudian bila masyarakat mendesak KPK dan Parlemen untuk mengusut kasus bank century ini, mengingat dana untuk bailout tersebut didasarkan pada asumsi subjektif tanpa didukung data-data valid yang menyakinkan.
KPK telah memulai pengusutan kasus bank century dengan mendalami 9 temuan BPK, namun gerak KPK sangat tergantung pada data PPATK tentang dana masuk dan keluar bank Century. Penghilangan data-data transaksi keuangan dapat dengan mudah terjadi ketika komitmen pemberantasan korupsi di tubuh PPATK sendiri dipertanyakan. Untuk mengingatkan kita, PPATK adalah lembaga financial intelligence unit yang dapat menelusuri aliran dana perbankan dan transaksi keuangan lainnya yang terjadi di Indonesia. Kekuatan PPATK adalah kemampuannya untuk mengakses data transaksi yang paling rahasia sekalipun. Karena itu PPATK harus mendapatkan pengawalan yang baik oleh kelompok civil society dan akademia bila menginginkan kasus century ini terkuak dengan transparan.

PANSUS CENTURY
Mekanisme politik juga telah dijalankan para politisi di parlemen, walaupun lahirnya angket Century atas inisiatif kelompok oposisi parlemen (PDIP, Hanura dan Gerinda) akan tetapi partai lainpun pun ikut mengamininya. Masyarakat akan melihat apakah pansus ini digunakan untuk mencari kebenaran atau sekedar transaksi politik. Harapan kita semua, para wakil rakyat menjalankan janjinya dalam kampanye legislatif silam yaitu komitmen memberantas korupsi diseluruh lini kehidupan termasuk disektor perbankan dan keuangan.
Wewenang Pansus
Panitia khusus (Pansus) Bank Century terdiri dari 30 orang anggota yang disusun berdasarkan proporsionalitas (persentasi jumlah anggota asal fraksi) sehingga FPD dan FPG memperoleh jumlah anggota terbanyak masing-masing 8 orang (27%) dan 6 orang (20%), diikuti PDIP 5 orang (17%), PKS 3 orang (10%), PAN 2 orang (6.7%), PKS 2 orang (6.7%), PPP 2 orang (6.7%), Hanura 1 orang (3.3%) dan Gerindra 1 orang (3.3%). Dalam tata tertib DPR disebutkan bahwa panitia pansus bertugas melaksanakan tugas tertentu (pencarian fakta) dalam jangka waktu tertentu (dua bulan sampai Februari 2010) yang ditetapkan oleh rapat paripurna dan dapat diperpanjang oleh badan musyawarah apabila panitia khusus belum dapat menyelesaikan tugasnya. (dpr.go.id)

Metodologi Kerja Pansus
Pansus Century menyepakati metodologi pemanggilan ahli dalam pengusutan skandal Century. Pansus mengelompokkan 9 kategori ahli yang akan dipanggil. Nama-nama dalam 9 kategori itu bisa diubah sewaktu-waktu di tengah perjalanan pengusutan perkara. Meraka adalah jajaran pejabat Bank Indonesia, termasuk mantan Gubernur BI Boediono, Mantan Kabeskrim Mabes Polri Susno Duadji, Menkeu Sri Mulyani dalam kapasitas Ketua KSSK saat peristiwa bail out Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, Pejabat dan jajaran LPS, Direksi Bank Century dan Bank Mutiara, Deposan atau nasabah Bank Century atau masyarakat yang berkaitan dengan Century, Mantan Wapres Jusuf Kalla sebagai ahli yang berkaitan dan dianggap tahu tentang persoalan Century, Ahli perbankan, hukum, atau ahli auditor, dan Kesembilan, pihak-pihak lain yang dianggap perlu untuk menunjang pengusutan ini.
(Dari Berbagai Sumber)

Akankah Kasus Century Terbongkar?

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Masyarakat boleh berbangga karena hipotesis KPK juga ada “setan korupsinya” terbantahkan dengan berhentinya kriminalisasi KPK dan kembalinya pimpinan KPK dengan 4 formasi awal sebelumnya (Bibit, Chandra, Yasin, Haryono) meskipun ketua lama KPK antasari merupakan anomali dari pimpinan KPK lainnya. Beruntunglah masyarakat Indonesia karena masih memiliki Tumpak Hatorangan Panggabean yang kini menjadi plt ketua KPK menggantikan Antasari.
Meskipun demikian, belumlah terdapat jaminan bahwa agenda pemberantasan korupsi akan terselesaikan dengan kembalinya pimpinan KPK, Bibit dan Chandra. Setidaknya kasus century akan menjadi batu loncatan bagi KPK sebagai institusi pemberantasan korupsi, apakah kasus yang melibatkan banyak pihak ini akan diselesaikan dengan mekanisme hukum yang transparan ataupun sebaliknya.
KPK dan Kasus Century
Walaupun KPK cukup terlambat dalam menangani Kasus Bank Century pada akhirnya KPK telah membentuk tim khusus yang mulai pada Rabu, 16 Desember 2009 bekerja untuk mendalami pidana korupsi skandal century. KPK telah melakukan pengkajian terhadap audit BPK dan menemukan Sembilan pelanggaran yang bisa dikategorikan sebagai:
1. Pidana Perbankan
2. Pidana Pencucian Uang
3. Pidana korupsi
4. Pelanggaran Administrasi
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), berdasarkan hasil audit akhir atas kasus Bank Century, menyatakan, pengucuran dana bantuan terhadap Bank Century tidak memiliki dasar hukum bahkan dalam audit tersebut disinyalir telah terjadi suatu pelanggaran, di mana SSB macet, dinilai lancar , termasuk pelangggaran-pelanggaran pada waktu proses merger dan pengawasan Bank Century (BC) oleh Bank Indonesia (BI). Demikian penjelasan Ketua BPK Hadi Purnomo dalam konferensi pers di Gedung DPR/MPR Senayan Jakarta, Senin (23/11) pagi.
Pelanggaran berikutnya, ketika dalam proses akuisisi dan merger Bank Century, BI bersikap tidak tegas dalam menerapkan aturan dan persyaratan yang ditetapkannya sendiri, BI pun dinilai tidak tegas atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan BC selama 2005-2008, disitu BI tidak menempatkan BC sebagai bank dalam pengawasan khusus, meskipun CAR BC telah negatif, 132,5 persen. BI pun tidak menerapkan sanksi pidana atas pelanggaran batas maksimum pemberian kredit.
Berkaitan dengan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP). BI patut diduga melakukan perubahan persyaratan CAR agar BC dapat memperoleh FPJP. Itu terlihat pada saat pemberian fasilitas, CAR BC sebenarnya sudah negatif 3,53 persen. Itu pada akhir Oktober 2008.Dan ini sudah memenuhi kriteria kriminalisasi penyalah gunaan jabatan & keuangan negara..Hal ini melanggar ketentuan PBI (Peraturan BI) nomor 10/30/PBI/2008 yang menyatakan bank yang dapat FPJP dengan CAR positif. Selain itu, jaminan FPJP yan diperjanjikan hanya berkisar 83 persen. Itu pun melanggar ketentuan PBI 10/30/PBI/2008 yang menyebutkan bahwa jaminan dalam bentuk aset kredit minimal 150 persen dari plafon FPJP.

Jenis Kategori Pelanggaran Kasus Bank Century Sumber: Kompilasi Audit BPK
1. Pidana Perbankan
a. Pelanggaran BMPK (batas maksimum pemberian kredit) Century yang dibiarkan oleh pengawas Bank (BI)
b. Kepemilikan Surat-Surat Berharga fiktif (tidak berkualitas)
c. Kesengajaan BI tidak memberikan data akurat kepada KSSK dalam rapat pengambilan kebijakan Bailout
d. Informasi tidak benar tentang pengakuan kerugian (PPAP) oleh Century
2. Pidana Pencucian Uang
a. Pemecahan deposito milik Boedi Sampoerna masing2 Rp. 2 Miliyar oleh pemilik Century dengan tujuan menguntungkan nasabah besar
3. Pidana korupsi
a. Pencarian dana Bailout tahap kedua oleh LPS melanggar ketentuan LPS NO.3/LPS/2008 sebesar Rp. 2.2 triliun
b. Dugaan dana bailout digunakan untuk kampanye pilpres 2009 lalu
4. Pelanggaran Administrasi
a. Pemberian izin merger bank century oleh rapat dewan gubernur BI padahal pemilik tidak pernah melaporkan keuangan 3 tahun terakhirnya
b. Pemberian fasilitas FPJP oleh BI sementara kecukupan modal century dibawah ketentuan (negatif)

Proses Hukum KPK
Mekanisme hukum akan berlangsung selama 6 bulan kedepan (Des-Mei 2010), fasa rentan dalam proses ini adalah ketersedian data dan alat bukti, bila bukti yang diperoleh KPK tidak lengkap atau telah dihilangkan dalam PPATK maka proses hukum akan terhenti dan kasus ini akan terkubur selamanya. Penting bagi gerakan anti korupsi mengawal KPK, PPATK, termasuk kejaksaan dan polisi untuk menjalankan perannya dengan baik. Political will dari Pemerintahan juga diperlukan demi pemberantasan korupsi dalam kasus bank Century ini.
Maka apa yang bisa kita lakukan MAHASISWA????

TUGAS ANGKET CENTURY

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Pertama, mengetahui sejauh mana pemerintah melaksanakan peraturan terkait keputusan untuk pencairan dana talangan Rp 6,7 trliliun. Adakah indikasi pelanggaran UU selain pidana maupun perdata?
Kedua, mengetahui secara transparan komplikasi yang menyertai kasus pencairan talangan Bank Century, termasuk kenapa bisa terjadi perubahan peraturan BI secara mendadak dan dugaan keterlibatan Kepala Bareskrim Polri dalam pencairan dana Bank Century serta kemungkinan terjadinya konspirasi antara pemegang saham Bank Century dengan otoritas perbankan dan keuangan pemerintah.
Ketiga, menyelidiki kemana sajakah aliran dana Bank Century mengingat sebagian dana tersebut oleh Direksi justru ditanamkan dalam surat utang negara dan dicairkan bagi nasabah besar sementara kepentingan nasabah kecil diabaikan. Adakah faktor kesengajaan melakukan pembobolan uang negara demi kepentingan tertentu untuk politik misalnya?
Keempat, menyelidiki kenapa bisa terjadi pembengkakan dana talangan menjadi Rp 6,7 triliun bagi Bank Century padahal Bank Century adalah bank swasta kecil yang sejak awal bermasalah bahkan pada saat menerima pada status pengawasan khusus. Rasionalkah alasan pemerintah bahwa bank itu patut diselamatkan karena mempunyai dampak sistematik bagi perbankan Indonesia seluruhnya?
Kelima, mengetahui sebesar apakah kerugian negara sebenarnya yang ditimbulkan kasus bailout Bank Century. (KOMPASIANA.COM)
TAHUKAH ANDA????
Ketua Pansus Century, Idrus Marham dipilih berdasarkan suara terbanyak dalam voting (19 suara dari 30 Suara). Berikut adalah analisa asal suara para pimpinan pansus century
Asal Suara Idrus M(Sekjen Golkar) Gayus L (PDIP) Mahfudz S(PKS) Yahya S(Demokrat) Total Suara
FPD 7 0 0 1 8
FPG 6 0 0 0 6
FPDIP 0 5 0 0 5
FKS 0 0 3 0 3
PAN 2 0 0 0 2
PKB 2 0 0 0 2
PPP 2 0 0 0 2
Hanura 0 1 0 0 1
Gerinda 0 1 0 0 1
Total Suara 19 7 3 1 30

Dalam table diatas, sangat terlihat jelas bahwa ketua Idrus Marham adalah hasil kompromi antara Golkar dan Demokrat serta partai koalisi pemerintahan lainnya selain PKS. Mahfudz Shidiq mencoba menjadi jalan tengah antara koalisi dan oposisi, walaupun kemudian Mahfudz didukung hanya dari anggota pansus PKS saja. Sementara Gayus didukung penuh oleh oposisi pemerintahan dari PDIP, Hanura dan Gerindra. Yang sangat ironis adalah Yahya Sacawiria (Demokrat) tidak mendapat suara partai Demokrat sendiri, selain satu suara yang diduga hak suara dari yahya sendiri. Dari pemilihan pimpinan pansus ini, Demokrat merasa penting untuk mendukung Golkar sehingga bersama golkar, PD merasa aman terkait kepentingan politiknya. (HASIL ANALISIS)

30 ANGGOTA PANSUS CENTURY
Fraksi Partai Demokrat= 8 orang
1. Anas Urbaningrum
2. Yahya Sacawiria
3. Benny K. Harman
4. Achsanul Qosasi
5. Radityo Gambiro
6. I Wayan Gunastra
7. Agus Hermanto
8. Ruhut Sitompul
Fraksi Partai Golkar = 6 orang
1. Idrus Marham
2. Ade Komaruddin
3. Ibnu Munzir
4. Bambang Soesatyo
5. Melkiyas Mekeng
6. Agung Gunanjar
Fraksi PDIP = 5 orang
1. Maruarar Sirait
2. Eva Kusuma Sundari
3. Ganjar Pranowo
4. Hendrawan Supratikno
5. Gayus Lumbuun
Fraksi PKS = 3 orang
1. Andi Rahmat
2. Mahfudz Siddik
3. Fahri Hamzah
Fraksi PAN = 2 orang
1. Asman Abnur
2. Tjatur Sapto Edy
Fraksi PKB= 2 orang
1. Anna Mu`awanah
2. Marwan Ja`far
Fraksi PPP = 2 orang
1. Romahurmuziy
2. Ahmad Yani
Fraksi Hanura= 1 orang
1. Akbar Faisal
Fraksi Gerindra= 1 orang
1. Ahmad Muzani

Dikarenakan Pansus adalah proses politik yang seringkali diselesaikan dengan lobi-lobi kepentingan maka penting bagi gerakan mahasiswa tercerahkan untuk mengawal dan mengkritisinya agar semua proses-proses ini transparan dan objektif sehingga dinilai patut oleh publik. Mari kita kawal pansus untuk agenda pemberantasan korupsi di Indonesia!!!

Apakah Benar Bank Century Berpotensi “Dampak Sistemik”?

Posted in Uncategorized on Desember 23, 2009 by alwayskantry009

Pihak yang bertanggungjawab dalam pengucuran dana kepada BC selalu beralasan bahwa penyelamatkan BC karena bank ini ‘berpotensi sistemik’ dalam merusak sistem perbankan nasional. Karena berpotensi ‘resiko sistemik’ maka negara melalui ini LPS bertanggung jawab untuk menyuntikkan dana 6,7 triliun rupiah ke bank tersebut. Tanpa data yang lengkap, argumen ini saja masih layak diperdebatkan. Dari segi ukuran dan networking, apakah hipotesis bahwa kalau Bank Century tidak diselamatkan (langsung ditutup) akan mengalami kerusakan sistemik?
Fakta : BI Ragu Apa itu Sistemik!
Berdasarkan catatan rapat tanggal 21 November 2008, penyelamatan Bank Century sempat ditolak sejumlah pejabat tinggi Departemen Keuangan yang dihadiri Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati selaku ketua KSSK (Komite Stabilitas Sistem Keuangan) dan Gubernur BI Boediono. Para pejabat Depkeu tersebut mempertanyakan dan tidak setuju dengan argumentasi dan analisis Bank Indonesia (Boediono) yang menyatakan bahwa persoalan Bank Century ditengarai berdampak sistemik.
Menanggapi penolakan tersebut, pihak Bank Indonesia sulit untuk mengukur apakah masalah Bank Century dapat menimbulkan risiko sistemik karena hal tersebut merupakan dampak yang sulit diukur dari awal secara pasti. Yang dapat diukur menurut BI hanyalah perkiraan biaya yang timbul apabila dilakukan penyelamatan mengingat situasi. Dengan mengingat situasi yang tidak menentu, maka BI melakukan penyelamatan dengan meminimalisasi biaya.
Sumber: Kompas
Bergerak!: Disinilah BI tidak mampu menjelaskan secara ilmiah wajar apa itu sistemik yang dimaksud

AKU LAH JAGOAN NEON

Posted in Uncategorized on Desember 2, 2009 by alwayskantry009

“ Pernahkah kamu paham dengan konsep diri ? “.

Pertanyaan itu, membuat saya berpikir lagi dan lagi. Berulang-ulang saya pahami pertanyaan dari seorang trainer, yang pernah mengisi acara “ Trainning Menatap Masa depan “. Acara itu,adalah acara ketika saya duduk di kelas tiga Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Acara yang diselenggarakan oleh kakak-kakak nurul fikri daerah depok, itu dibuat, untuk memberikan motivasi para murid SMP yang ketika itu, akan bersiap – siap menghadapai ujian akhir nasional.
Saya ingat sekali, di acara itu, saya datang terlambat. Namun, saya lupa, alasan apa yang membuat diri saya telat dalam acara tersebut, yang saya ketahui adalah, jujur saya sangat malas untuk datang ke acara tersebut. Kebetulan acara tersebut, diadakan pada hari Minggu. Hari dimana, setiap insan yang ada, merasa malas jika harus melakukan berpergian di hari libur. Karena ketika itu, saya memegang amanah sebagai ketua rohis SMP 85 jakarta, akhirnya seorang kakak alumni, membujuk saya dengan susah payah, untuk hadir pada acara tersebut. Akhirnya dengan langkah berat, saya menuju tempat pelatihan tersebut. Mungkin, alasan tadi yang menjadikan saya bisa telat mengahadiri training itu.
Ketika itu, semula saya kira, acara tersebut membosankan. Selain itu, peserta yang hadir pun, pasti sangat sedikit. Tentu, orang yang datang, tidak lain adalah mereka aktivis rohis di sekolah masing-masing. Gambaran tersebut,membuat saya merasa semakin tidak bergairah untuk mengikuti training. Sampai di sana, sontak, saya terkejut. Hipotesis yang sudah ada di angan-angan bayangan, terbang tanpa sisa. Keadaan yang ada, berbalik seratus enam puluh drajat. Peserta yang hadir sangat banyak. Peserta memang berasal dari berbagai macam jenis SMP Jakarta dan sekitarnya. Satu orang yang pertama kali saya temukan adalah, kak Ridwan. Kakak Alumni saya. Dan beliau lah, yang memberikan kode kepada saya, seraya berkata, “ Akhirnya Datang Juga!! “. Sedangkan saya, saya hanya tertawa kecil tidak ikhlas.
Setelah acara registrasi, saya segera memasuki ruangan yang penuh dengan peserta. Karena saya, peserta yang datang terlambat, saya duduk di tempat duduk paling belakang. Tidak lama, ketika saya ingin duduk, kakak trainer, menunjuk saya, dan mengajak saya untuk maju ke depan. Benar-benar terkejut saya dibuatnya. Mengapa harus saya yang maju, padahal kepala yang ada, sudah tidak bisa dihitung dengan jumlah jemari tangan. Akhirnya mau tidak mau,saya pun maju dengan langkah-langkah malu ala Anak Baru Gede ( ABG ).
Di depan audience, saya disuguhkan pertanyaan, “ Siapakah dirimu?? ‘. Mendengar pertanyaan si kakak manis bertubuh tinggi itu, saya hanya tersenyum, kemudian saya menjawab, nama saya dengan suara yang berusaha untuk tenang. Sok tenang tepatnya. Kemudian, kakak trainer itu, bertanya lagi, “ Siapakah dirimu? “. Mendengar kembali pertanyaan darinya, saya pun mengulang jawaban saya. Tidak lama, trainer itu, bertanya lagi pertanyaan yang sama. Benar-benar bingung dibuatnya, sayapun memandangi trainer itu, dengan mengernyitkan dahi, sambil berpikir, kakak ini, apakah Tuhan?, sok-sok nanya tiga kali, “ Siapa Tuhan Mu? “. Dan kali ini, saya menggaruk bingung. Melihat kebingungan yang dipancarkan wajah anak setengah ingusan di depannya, trainer itu, memberikan instruksi,
“ Jawab saja, yang ada dipikiranmu!! “ .
akhirnya saya, menjawab dengan sesuka hati saya. “ Saya, Kantry Maharani, kelas 3 di SMP 85 Jakarta. Saya, tinggal di depok, saya anak ke dua dari tiga bersaudara, hobi saya jalan-jalan, baca buku, dan nulis. Saya ke sini bareng papah saya. Tadinya saya malas sekali datang ke acara ini, tapi karena kak ridwan…”, saya menunjuk ke arah Kak Ridwan yang sedang duduk di samping.
“ Karena kak Ridwan, menyuruh saya untuk datang ke sini, saya nanti bisa dipanjamkan CD PS, jadi saya datang ke sini. Maaf ya kak!! “. Semua yang ada saat itu, tertawa geli mendengar perkataan saya. Trainer itupun, ketawa. Kemudian trainer itu, memberikan instruksi kembali.
“ Ada lagi yang mau dijawab? “.
Saya pun menjawab, “ Walaupun terpaksa datang ke sini, saya senang. Udah gitu aja “. Entah mengapa, yang datang, bertepuk tangan. Saya melihat ekspresi kak Ridwan, ia menggeleng mungkin merasa malu, dengan adek kelas yang lugu, berasa polos lebih tepatnya, berani membongkar rahasia dapur. Hahahaha..
Balik ke acara, trainer itu kemudian memberikan saya spidol. Ia menyuruh saya, untuk menggambarkan, sesuatu yang mencerminkan diri saya. Hitungan ketiga saya diharuskan untuk menggambar. Sama sekali tidak ada waktu untuk berpikir. Jujur, saya menjadi panik. Karena pada dasarnya, saya tidak bisa gambar. Gambar yang saya bisa adalah gunung, sawah, rumah, perahu, laut-lautan, pohon, ikan, dan gambar dasar lainnya. Akhirnya, saya gambar kotak, dari gambar itu, saya mengingat bahwa dahulu, papah saya mempunyai lampu neon, berbentuk kotak. Kemudian, saya pun menggambarkan lampu neon di papan tulis. Lengkap dengan kabel-kabelnya.
Selesai, menggambarkan lampu neon itu, saya ditanyakan kembali. “ Kantry, kenapa kamu gambar lampu neon? “.
Sesegera mungkin saya menjawab, “ Lampu neon itu, lampu kesayangan saya kalau mati lampu, lampu neon itu yang membantu saya ngerjain PR, belajar buat ulangan, makan, tidur, macem-macem kak “.
Kemudian, kakak trainer itu, menyuruh saya untuk kembali ke tempat duduk. Kakak itu, kemudian menjelaskan, apa itu konsep diri. Sebelumnya, kakak trainer itu, bertanya kepada salah satu peserta, “ Pernahkah kamu paham dengan konsep diri? “. Entah mengapa peserta yang ditanya, hanya celingak-celinguk, seraya mengepulkan sinyal S.O.S kepada teman yang duduk di sampingnya. Tidak lama, peserta yang panik itu, menggeleng, antara menjawab tidak pernah ataukah tidak paham dengan pertanyaan trainer tersebut hampir sama, yang penting biar cepet menggeleng saja dulu. Ckckckckc..( hahaha..itu mah gue..)
Balik ke cerita lagi. Kakak trainer melihat keputus asaan para pesertanya, ia pun mengakhiri sistem komunikatif dengan kami semua. mungkin dalam hatinya, ia berkata, “ Nih panitia salah kirim undangan kali ya??!!,,anak-anak kayak begini diundang “. ( Mulai deh, bayangan saya saat itu, mulai kacau, hehe..)
Kakak trainer segera menjelaskan arti sebuah konsep diri. Bla..bli..blu..ble..blo…dengan segala gambara visual yang mungkin menarik buat sebagian kalangan, trainer itu suguhkan. Namun sayang, saya justru menilai, kenapa harus ada teori gajah mulu yang ditonjolkan. Dari beberapa pelatihan yang saya ikuti, pasti saja, tidak jauh-jauh dengan visualisasi gajah. Hello..!!, We are not stupid kids, You Know..!!, Hippiew mengenal para binatang lagi..??!!, heran Deh..!!.
Tapi, yasudahlah, saya ketika itu, masih menjadi ABG yang labil ( Ababil ). Jadi apa yang dibicarakan trainer, tidak serta merta saya telan begitu saja, perlu penyaringan, namun sayangnya penyaringan yang salah besar. Hehehe..
Lanjut yaa..
Percaya atau tidak, sebenarnya, saya tidak begitu paham dengan apa yang dibicarakan trainer muda nan manis itu. Justru yang sedang saya pikirkan, “ Kok Bisa Saya, menggambar neon yang udah gag tau, sakarang ada di mana, itu? “. Kalau mendengar setengah-setengah dari kakak trainer itu, bahwa konsep diri, itu sangat penting untuk merefleksikan masa depan. Kok jadi horror juga ya, mendengar pernyataan kakak trainer tersebut. Artinya apa, bahwa konsep diri, itu benar-benar penting. Dan efek dari konsep diri itu, membawa pengaruh yang sangat jauh, yang nanti akan dilihat beberapa tahun kemudian. Alhasil, konsep diri dalam bentuk lampu neon, yang saya gambar, memiliki makna apa ya??. Itu dia, yang membuat saya berpikir sampai tidak bisa tidur, tidak bisa makan, tapi anehnya bisa maen playstation ( Nah loh?! ).
Akhirnya, saya menemukan, makna sebenarnya tentang lampu neon. ( Ehem..kali ini serius euy..)

Lampu Neon, jika kita amati, Lampu Neon, itu terdiri dari beberapa rakitan elemen-elemen listrik yang terangkai ke dalam sistem elektromanika dan unsur kimia. Lampu Neon, dibuat, Karena atas dasar, kebutuhan. Namun, jika diteliti, Neon terkadang dianggap sebelah oleh banyak orang, Neon hanya sebagai pengganti, karena Neon sewaktu-waktu dapat dinyalakan dan dapat juga dimatikan. Selalu kontra dengan malam, dan siang hari.

Akan tetapi…
Saya sadar itulah saya. Saya adalah makhluk yang diciptakan dari senyawa kimia dan tanah liat hingga membentuk sisem elektromanika dan unsur kimia yang membentuk metabolisme. Neon akan menjadi penerang bagi setiap kegelapan, namun, neon akan tetap menyala jika sudah tidak gelap. Saya pun demikian, saya ingin menjadi penerang dikala kegelapan, namun saya juga dapat diperlukan walaupun terang menderang. Saya ingin membantu orang dengan kapasitas daya yang saya miliki. Karena Neon dapat menyala dengan mencolokkan kabel ke pusat listrik. Sebuah tenaga besar di luar diri Neon. Ataukah Neon juga bisa dipasang baterei. Itu membuat saya semakin sadar, bahwa Neon adalah saya, saya tidak bisa berfungsi apabila tidak ada bantuan dari orang lain. Saya pikir, ini sangat penting untuk dipahami, bahwa tanpa orang tua, kakak, adik, saudara, guru, sahabat, suami, anak, bahkan yang sangat penting adalah Allah, karena saya, saya hanyalah manusia biasa, yang memiliki kemampuan terbatas.
Biarkan saya menjadi Neon. Walaupun dianggap sebelah mata, saya akan tetap menjadi Neon, tetap menyala dikala gelap ataupun terang, dan hanya dapat mati tak berfungsi jika kekuatan elemen saya rusak.

Keterbatasan ku Sebagai Manusia

Posted in my soul on November 29, 2009 by alwayskantry009

Kemarin, hari Rabu, tanggal 25 November 2009, saya mendapat teguran yang luar biasa. Teguran yang memiliki sejuta makna, tentang arti sebuah hidup. Siang hari yang entah mengapa, kota Jatinangor begitu teduh. Matahari yang katanya memancarkan kekuatan maha panas dari Sang Pencipta, ketika itu berubah menjadi damainya gumpalan awan, di sore hari. Begitu bersahabat.

Pukul 13.00 WIB, setelah menenunaikan amanah saya sebagai mahasiswa, saya mengingat bahwa ada agenda yang sama – sama memiliki bobot amanah luar biasa lainnya. Untuk itu, sesegera mungkin, saya menuju rumah rakyat. Saya sering menganggap rumah itu adalah rumah impian. Impian bagi semua jiwa yang peduli dengan nasib bangsa ini. Sekilas terdengar sangat idealis, akan tetapi saya yakin, impian kecil yang bermula di rumah itu, adalah impian untuk masa depan.

Sesampaianya di sana, rumah itu sepi oleh penghuninya. Hanya ada saya, dan seorang teman baik, Luthfan. Ada rasanya saya segan untuk menunggu hingga pukul 14.00 WIB, sehingga ada keinginan untuk menuju kosan dahulu. Namun, hati kecil saya, berkata, tidak ada salahnya saya menunggu di rumah itu, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat. Ya, searching data untuk acara Sekolah Anti Korupsi.

Selang lima belas menit, Luthfan, berpamitan untuk kuliah. Akhirnya, hanya saya yang mengisi kekosongan di rumah itu. Ada beberapa kejadian, yang terjadi selama saya searching data di suatu ruang kerja di rumah itu. Pertama, datang dua orang bapak dengan kisaran umur empat puluhan, lebih muda dari Bapak saya tentunya. Kemudian, seorang dari mereka, menyatakan, untuk kesediaan agar dinding di rumah rakyat itu, dipoles kembali dengan cat berwarna krem. Mengetahui hal tersebut, saya bimbang. Akhirnya, saya berkata, bahwa polesan yang sudah terlihat, masih bagus, dan tidak usah kembalidipoles dengan warna yang berbeda. Kerendahan hati sang bapak, luar biasa, akhirnya mereka berdua, pun menerima pernyataan saya.

Setelah kedua bapak tadi menghilang dari pandangan saya, saya melanjutkan kembali duduk di depan layar komputer. Selang sepuluh menit, samar-sama saya,mendengar ada suara salam dari arah luar. suara itu, lama-lama menjadi jelas. Demi mengetahui kebenaran sapaan itu, saya menuju pintu. Benar saja, di hadapan saya, berdiri seorang bapak tua. Kali ini, saya yakin, bapak itu, lebih tau dari bapak saya. Kira-kira bapak itu berumur lebih dari setengah abad. Bapak itu, menggunakan pakaian layaknya seorang pegawai negeri. Berwarna hijau, dengan menggunakan sepatu pantofel, dan mengenakan topi.

Saya melihat, tangannya gemeteran. Kemudian saya pun, menanyakan keperluan beliau dating ke rumah rakyat tersebut. Dengan suara yang parau, bapak itu, berkata, “ Ada Neng Indri nya? “. Mendengar ucapan bapak itu, saya langsung mengingat seorang teteh baik hati, di organisasi yang saat ini saya jalani. Teteh itu, sudah lulus setahun yang lalu, tentu saja, sudah tidak memegang amanah lagi di rumah rakyat ini. Saya segera memberitahukan kabar bahwa teh iin yang dimaksud sudah tidak memegang amanah lagi di sini.

Mendengar kabar yang saya lontarkan, saya melihat ekspresi wajah sang bapak, pucat, lemas, dan tangannya semakin bergetar. Lalu saya, tanyakan kembali, apa gerangan yang membuat bapak itu mencari teh iin. Dengan rasa ragu-ragu, bapak itu, mengeluarkan dua kertas resep obat. Ada hipotesis di benak saya, “ apakah bapak ini akan meminta sumbangan??,,”, jawabannya bias jadi. Sebab, sudah beberapa kali ada orang yag datang ke rumah rakyat ini, untuk meminta belas kasihan, dengan dalih apapun.

Kembali ke bapak itu, bapak itu, kemudian cerita, bahwa beliau sering dibantu oleh anak-anak bem. Terutama teh Iin dan Jikun ( Baca : Jimmy Kuncoro ), Kemudian, bapak itu juga menceritakan, bahwa teh iin sering menebus obat istrinya. Kang Jikun, juga sempat datang ke rumah beliau, dan melihat kondisi istrinya. Suara bapak itu semakin parau. ada statement yang membuat saya semakin bertanya, “ Apakah benar dengan cerita yang diucapkan bapak itu? “, beliau berkata, bahwa, “ Biarkan saya, dianggap minta-minta, ini demi istri saya, saya sudah tahu harus bagaimana, untuk menebus obat spray asma, saya tidak mampu membayar obat itu, uang hasil saya kerja sebagai tukang bambu tidak cukup. Hanya Allah yang tahu. Dan bapak itu menunduk lesuh. Saya juga menanyakan, apakah beliau sudah melakukan advokasi dengan kartu kesehatan miskin?, bapak itu menjawab, pihak puskesmas tidak menerima kartu itu, dan ahrus membeli obat tersebut.

Jujur, ketika itu, saya bingung harus seperti apa, satu sisi berhati-hati dengan segala kejahatan dengan modus apapun. Namun di satu sisi, saya melihat ada kejujuran berujung harapan besar di mata bapak itu. Saya ingin membantu, saya menyadari bahwa uang di dompet saya, hanya ada dua puluh ribu. Saya yakin, untuk menembus obat itu, tentu ada hal urgensi yang melatarbelakangi bapak itu untuk mencari teh iin. Tak lama, bapak itu pergi dari pandagan saya.

Kejadian itu “menampar” diri saya. Pertama, ini menyadarkan saya bahwa, jumlahan rupiah, yang masih terkadang saya keluarkan untuk sesuatu hal yang tidak bermanfaat. Padahal dalam kenyataannya di belahan kehidupan lain, ada orang yang sangat susah mencari uang. Kedua, ini menyadarkan saya, tentang Kontribusi apa yang sudah saya lakukan selama ini?, artinya ketika itu juga, saya mempertanyakan apa yang sudah saya lakukan untuk orang lain.

Jika selama ini saya bangga dengan segala dinamika organisasi yang saya jalani, ternyata saya sebenernya, saya hanya melakukan sedikit untuk orang lain, sudah sedikit, tidak menyentuh mereka. Setiap aksi-aksi demonstrasi turun ke jalan, kerap kali saya lakukan dengan dalih “ Untuk Kaum Miskin “, apakah ini kontribusi saya??. Hingga hal sekecil ini, kejadian bapak tua itu datang, saya tidak bias melakukan apapun.

Ingin rasanya saya, mengejar bapak tua itu, kemudian saya menangis di telapak kaki beliau, dan mengucapkan maaf, dengan beribu kata maaf. Walaupun hanya maaf.

Semua kegiatan yang berusaha saya evaluasi. Di dunia politik, yang katanya benar-benar memperjuangkan kepentingan rakyat, itu harus di evaluasi. Percuman jika kita piawai dengan segala strategi dan retorika, jika itu bukan untuk rakyat miskin.

Ya, Rabb, saya ingin, menjadi orang yang dapat membangkitkan senyum mereka, yang selalu tertindas di atas tirani. Saya sadar, saya memang lemah, hanya itu yang saya dapatkan katakan.

Semoga apa yang saya dapatkan kali ini, menjadi bahan renungan utnuk diri saya, untuk perubahan masa depan yang lebih baik. Amin.

Anak Kembar ” Syiar & Syasi “

Posted in my soul on November 23, 2009 by alwayskantry009

Memiliki seorang anak adalah anugerah yang indah dari Sang Maha Khalik, bagaimana tidak, bagi semua orang tua di belahan bumi mana saja, penantian demi penantian, dan pengorbanan jasmani dan ruhiah dijual habis demi mendapatkan keturunan.Terlebih jika kembar.

Pagi, ini tepat pada hari Senin, saya mendapatkan kabar gembira dari seorang teman baik. Biasanya, menurut sebagian orang, hari senin adalah hari yang tidak disukai.  Mungkin karena sebagian orang itu, salah menggunakan waktu kosong di hari libur. Sehingga, bisa jadi mereka begitu terlena.

kali ini, saya tidak demikian, berita baik yang saya dapat hari ini, bahwa saya mempunyai ponakan angkat, luar biasanya adalah tidak hanya satu melainkan kembar,,hehehe..berita itu sampai pada telepon genggam yang ketika itu, sedang saya pegang.

Ada rasa penasaran, dan ingin mengetahui kabar lebih lanjut, akhirnya saya menghubungi teman. ” bagaimana proses persalinan, keadaan anak dan ibu, hingga di suatu pertanyaan saya, mengenai nama sang bayi “

Teman saya berkata, bahwa anak kembar laki-lakinya, bernama

” Syiar Islami Hardika & Syasi Islami Hardika “

Jujur spontan saya langsung ketawa ketika mendengar nama anak kembar tersebut,

kali ini saya tidak menanyakan ” mengapa mereka memberikan nama itu kepada dua jagoan kecil mereka “

Kita semua tahu, bahwasanya, nama adalah doa. Dan mungkin saja, Doa, dari orang tuanya, adalah sebuah harapan bahwa anaknya kelak menjadi pemuda yang siap menyebarkan dakwah islami, dan bergerak dalam pergerakan dakwah islami.

Ada yang kemdudia, membuat saya geli, tiba-tiba teman saya berkata,

” Pasti lo mikir gw begitu idealisnya sehingga kasih nama Syiar & Syasi??, nama itu cuman representasikan gw sama suami gw aja, “

sontak, saya tertawa geli..

begitulah pasangan suami istri yang memiliki latar belakang aktivis, saya menjamin anak ketika mereka memiliki anak kelak, mereka akan memberikan nama, ” Darah-Juang “, atau ” Totalitas – Perjuangan “, dan latihan sehari-harinya adalah orasi, aksi, dan Debat. Selain itu, Anak kecil itu tidak lagi bermain mainan layaknya anak seusianya, melainkan, mainannya, adalah TOA dan Panji. ckckckckckck..

Opini, Agitasi Propaganda dan Pers Mahasiswa

Posted in Fikom 1!!, SosPoLkUMBud!! on November 23, 2009 by alwayskantry009

“ We can’t not Communicate “, Wilbur Scrahmm.

Tentu manusia tidak dapat jika tidak berkomunikasi. Karena bagaiamanapun, komunikasi adalah kegiatan bagaimana manusia me-apresiasikan keinginannya kepada individu lain. Komunikasi tidak hanya berbentuk verbal, akan tetapi juga dalam bentuk non- verbal. Orang yang tidak mampu mengeluarkan keinginan dalam bentuk suara, ia masih bisa melakukan dengan memberikan simbol – simbol, logo, tulisan, bahkan gesture tubuh. Sebab, sadar atau tidak sadar, manusia berkomunikasi untuk menunjukan eksistensi dirinya di hadapan orang lain. Eksistensi jika dikaitkan dengan hasrat manusia, termasuk pada hasrat pengakuan. Dan ini jelas wajar, sebab merupakan sifat dasar manusia.

Dari sekian banyak mahasiswa Unpad, tentu sudah kebayang, bagaimana kegiatan komunikasi dimana sebagai wadah apresiasi dan eksistensi tersebut, berjalan hingga menyentuh grass root. Jika lembaga mahasiswa tersebut tidak memberikan wadah komunikasi antara Lembaga mahasiswa dengan konsituennya, bayangkan jika, tidak ada wadah untuk me-aspirasikan suara, dalam suatu pemerintahan?, tentu Blinded Government. Pemerintah sama sekali tidak mengetahui apakah keinginan dari rakyatnya, dan apakah sudah sampai kebijakan yang dikeluarkan berhasil atau tidak. Jawabannya, tentu tidak. Pemerintah bukanlah peramal yang dapat meraba-raba atau memprediksi sesuatu tanpa perhitungan. Utnuk mencari perhitungan yang dimaksud, salah satunya adalah Media.

Media,merupakan hasil proyeksi dari Komunikasi Massa, memiliki kekuatan sosial yang kuat. Hal tersebut dikarenakan, efek dari media adalah, dapat menggerakan proses sosial ke arah suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Tentu, efek yang dihasilkan tidaks emudah itu, pada tahap media, kita harus dapat me-analisis psikologis dan analisis sosial. Analisis psikologis adalah, bagaimana kita dapat menimbang dan memperhatikan adanya kekuatan sosial yang meruapkan hasil kerja dari setiap watak serta kodrat manusia. Sedangkan analisis Sosial, adalah bagaimana kita dapat melihat sebuah peristiwa sosial yang dihasilkan dari komunikasi massa dengan penggunaan media massa yang sangat unik serta kompleks.

Apa yang sudah menjadi kinerja Media, idealnya kita sama-samamengetahui bahwa media sangat berpengaruh untuk merubah perilaku sesorang akibat dari terpaan media secara terus menerus. Terpaan Media dalam bentuk pesan yang disajikan oleh Media, menjadi modal utama kesuksesan dalam efek media. Dengan demikian, timbulah opini publik, yang tertanam dalam diri publik, yang diakibtkan pesan, sebagai referensi opini mereka dan opini publik itu sendiri sangat berpengaruh terhadap stabilitas regulasi pemerintahan. Untuk itulah, diperlukan Pers Mahasiswa di dalam suatu pemerintahan.

Pers sendiri, dalam kenyataanya, merupakan pilar keempat setelah eksekutif,legislatif, dan Yudikatif. Hal tersebut, diperkuat karena apa yang terjadi semua sejarah pergerakan perpolitikan Indonesia bahkan dunia, dapat dinamis akibat dari terpaan media, yang menjadi social controll pemerintahan. Bgitupula dengan Unpad. Unpad adalah replika negara Indoneseia, apakah mungkin sebuah itikad baik, serta social controll tersebut berjalan sehat?, jawabannya sudah pasti belum tentu.

Pers Mahasiswa Unpad adalah lembaga pers mahasiswa yang bersifat independen. Tidak dapat dikriminalisasi layakanya KPK, ataupun mendapat intervensi dari kalangan manapun. Karena secara strukturnya pun, pers mahasiswa memiliki undang-undang, dewan pers mahasiswa, dan kode etik jurnalis yang harus diakui oleh konstituen pemerintahan.

Peran dari pers mahasiswa, sama dengan peran dan fungsi pers pada umumnya. Propaganda, Agenda Setting, dan Agitasi sudah pasti taktik dari media untuk me-kontrol pemerintahan.

-Salam Gebrak Pers Mahasiswa Unpad-

Advokasi

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on November 23, 2009 by alwayskantry009

What do you need, I’ll give you, and What do I need, I’ll Follow you “.

Pepatah di atas, dapat menjadi gambaran bahwa, kebutuhan dasar dari individu, tidak bisa diganggu gugat. Sebab, manusia memiliki titik privatisasi yang berbeda dengan individu lain. pepatah tersbeut juga menjelaskan bagaimana proses kausalitas terjadi. Ada timbal balik bukan karena terpaksa seperti saat ini. Melainkan, dikarenakan hati nurani ber-azas-kan kebenaran. Oleh sebab itu, BEM, HIMA, atau BPM, harus senantiasa memprioritaskan advokasi sebagai prioritas utama. Karena bagiamanapun, Advokasi adalah bentuk konkret dari sebuah pergerakan, tentu bukan sekedar wacana.

Apabila kita melihat Rasulullah ketika mendirikan Baitull Mall, Rasulullah semata – mata, karena ingin melakukan advokasi kepada umatnya. Beliau juga berkata bahwa, Saya adalah pelayan bagi umat. Membela pembebesan kaum hamba sahaya, merupakan satu dari contoh dari bentuk advokasi umat. Dengan begitu, apa yang didapat Rasulullah, penyebaran Islam begitu pesat. Banyak mereka melihat bahwa Islam menyelamatkan umat manusia. Sehingga, mereka masuk Islam dan menjadi pengikut Rasulullah. Allahu Akbar..!!

Untuk itu, menjadi lembaga eksekutif ataupun legislatif, bukanlah lebih kepada eksistensi, walaupun eksistensi itu penting, akan tetapi harus diingat bahwa lembaga tersebut, adalah pelayan seluruh mahasiswa Unpad secara khusus dan Masayarakat Indonesia secara Umum.

Konstelasi Politik Khulafaur Rasyidin

Posted in BEM Kema Unpad, SosPoLkUMBud!! on November 23, 2009 by alwayskantry009

Membangun Unpad, bagaikan membangun replika sebuah negara. Untuk melihat pemerintahan ideal, yang sesuai dengan syariat Islam, kita dapat melihat pada perpolitikan pada masa Khulafaur Rasyidin. Setelah wafatnya Rasulullah, tentu saja selain membawa duka yang teramat dalam, namun juga rasa was-was akan kedaulatan dan pertahanan Islam kala itu masih dipertanyakan. Akan tetapi, Umar sebagai sahabat Rasul yang begitu pemberani, menilai, bahwa harus ada pengganti Rasul, untuk melanjutkan pergerakan guna kmenjaga kedaulatan Islam. Hingga suatu ketika Umar, memilih Abu Bakar Ash-Shidiq, sebagai pengganti Rasul.

Ada beberapa alasan mengapa, Umar Bin Khatab memilih Abu Bakar, sebagai pengganti Rasul, sebab Abu Bakar adalah orang terdekat Rasulullah, ketika menghadapi peperangan, dan mengembangkan Islam. Masa kepemimpinan Abu Bakar berakhir, kemudian, beliau mengangkat Umar Bin Khatab sebagai khalifah kedua. Tentu saja, beliau juga mempertimbangkan segala kelebihan dan kekurangan Umar saat itu. Pasca pemerintahan Umar, Beliau juga merekomendasikan enam calon penggantinya, yang salah satunya adalah Usman Bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib. Hingga suatu ketika, Ali mengusulkan agar Usman lah pengganti Umar. Ali menilai, atas dasar, Usman lebih senior. Akhirnya Usman terpilih menjadi Khalifah ketiga.

Pada pemrintahan Usman, mulai terjadi dinamisasi yang hebat. Sering terjadi konflik, dan banyak menilai bahwa pemerintahan Usman adalah pemerintahan yang lemah. Sehingga berakhir dengan terbunuhnya Usman. Kekosongan terjadi, akhirnya Ali Bin Abi Thalib naik menjadi khalifah keempat. Keberakhiran masa pemerintahan Ali, ditandai dengan terbunuhnya Ali. Akibat, pada saat itu, para pengikut Usman yang dipimpin oleh Muawiyah, melakukan pergerakan penolakan Ali. Begitulah kisah singkat Khulafaur Rasyidin.

Kisah itu, masih membawa perdebatan hingga saat ini. Sebab, banyak yang menganggap, bahwa khualfaur Rasyidin tidak berhenti pada masa Ali. Melainkan Muawiyah dan Abu Sofyan yang mendirikan Dinasti Ummayah, dapat disebut sebagai khalifah, bahkan hingga saat ini, seharusnya ada khilafah. Seharusnya kita harus mengetahui, menjadi seorang pemimpin tidaklah sembarangan. Mengingat begitu besar amanah yang diemban. Kisah Khulafaur Rasyidin, jelas terlihat, dalam pengangkatan pemimpin, ada beberapa kriteria syarat mutlak, yaitu, Keunggulan, Kesalehan, Keutamaan, Ketakwaan dan sebagainya. Sedangkan pada masa Muawiyah dan Abu Sofyan, kekuasaan menjadi warisan. Muawiyah mewariskan kekuasaannya kepada anaknya Yazid bin Muawiyah. Hal tersebut, tidak sesuai dengan ajaran Islam. Ada point terpenting yang harus diingat, bahwa pada masa khulafaur rasyidin, tidak ada dikotomi antara agama dan negara. Karena keduanya tidak mungkin dipisahkan, dan hal itu sesuai dengan keadaan saat ini. Seharusnya hal tersebut, dijadikan prinsip dalam membangun sebuah peradaban.