BUNDA HAJAR!!

alhamdulialah..akhirnya, program pemerintah Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) kini sudah berjalan hampir tiga bulan. program pemerintah yang ditunjukan untuk anak-anak bangsa di bawah umur ini ( baca : TK ), berdiri juga di daerah Jatinangor. Rumah yang dibangun di daerah pedesaan yang hampir mengalami kemajuan ini, ternyata memiliki banyak cerita. dengan berbagai latar belakang cerita dari pendirian rumah ini, cukup unik. selain didukung oleh pemrintah, ternyata ini menjadi program kerja BEM KEMA UNPAD departemen Pengabdian Kesejahteraan Masyarakat ( PKM ). Rumah ini bernama Bunda Hajar. Dengan kepala sekolah Ibu Arfie Fathy Ulfah. Menurut Informasi, rumah ini adalah pinjaman dari bapak Iskandar, selaku warga setempat. Dengan berlantai dua-kan, rumah ini terlihat sangan unik. Sebab, ketika teman-teman melihat rumah ini, akan teringat dengan model rumah eropa. kebayang kan. Lingkungannya pun ditata begitu menyerupai layaknya Taman kanak-kanak. terdapat juga ayunan. Akan tetapi yang membuat berbeda ialah, ayunan tersebut terbuat dari bambu sebagai tiangnya, sedangkan ban atau papan bekas sebagai ayunan.

Mengapa harus, Bunda Hajar??

hal ini dikarenakan, sang pemilik dan kepala sekolah terinspirasi oleh Siti Hajar. Dan mengapa harus menggunakan kata Bunda??, karena Bunda adalah kalimat yang mudah dipahami, dan memilki makna yang sangat dalam.

harapannya ke depan, mudah-mudah an dengan adanya Bunda Hajar ini, dapat memberikan tauladan bagi penerus bangsa, Ucap Ibu Arfie. 

apa Sih, Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD ) itu??

 Program PPAUD adalah program layanan pendidikan sekaligus pengembangan kepada anak usia dini secara holistik dan terintegrasi. Holistik artinya bukan hanya stimulasi/ rangsangan terhadap aspek pendidikan yang diberikan kepada anak usia dini, tetapi juga terhadap aspek gizi dan kesehatannya agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Terintegrasi artinya bahwa layanan pendidikan dilaksanakan secara terpadu dengan berbagai layanan anak usia dini yang telah ada di masyarakat (seperti Posyandu, Bina Keluarga Balita, dan berbagai layanan anak usia dini lainnya).

Apa sih Tujuan PAUD??

Program PPAUD bertujuan untuk memberikan dukungan terhadap tumbuh-kembang anak dari keluarga kurang mampu melalui program layanan PAUD holistik dan terintegrasi dengan cara:a. meningkatkan pemerataan kesempatan pelayanan (akses) PAUDb. memperkuat kemampuan kelembagaan peme-rintah pusat, provinsi dan kabupatenc. meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya PAUD

Segmentasinya seperti apa?

Pelaksanaan program PPAUD berdasarkan pada penguatan peran masyarakat. Pemerintah Kabupaten merekrut Tim Fasilitator Masyarakat (TFM) yang bertugas memfasilitasi masyarakat agar mereka memahami pentingnya PAUD. TFM akan memfasilitasi masyarakat untuk merencanakan, melaksanakan dan mengelola, serta memantau layanan PPAUD. Dalam hal ini masyarakat akan dipandu untuk memanfaatkan potensi layanan anak usia dini yang sudah ada, seperti Posyandu, BKB, Taman Pendidikan Al Qur’an, Sekolah Minggu dan Bina Iman. Atau jika tidak ada, dapat membentuk lembaga baru yang memberikan layanan pendidikan, gizi dan kesehatan secara terintegrasi. Sehingga kehadiran PPAUD akan menghidupkan kembali dan memperkuat kegiatan yang sudah ada dan bukan untuk menyainginya.Kegiatan PPAUD secara luwes dapat ditempatkan di Balai Desa/Balai Kelurahan, ruang sekolah yang tidak dimanfaatkan, tempat ibadah, atau rumah penduduk (bahkan bisa di teras rumah, kolong rumah panggung, atau ruang yang tidak dimanfaatkan). Untuk layanan terhadap anak usia 2-6 tahun diberikan oleh pendidik PAUD, yang bisa diambil dari warga masyarakat setempat yang telah mendapatkan pelatihan. Sedangkan untuk layanan terhadap anak 0-2 tahun termasuk orangtua/keluarganya, diberikan oleh tenaga tumbuh-kembang anak. Tenaga tumbuh-kembang anak dapat dipilih dari para kader atau warga masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan.

Ngapain aja ya di PAUD??

Pada dasarnya ada tiga program inti yang akan ditangani melalui program PPAUD, yakni: (

1) meningkatkan layanan PPAUD bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu;

(2) membangun sistem PPAUD yang bermutu dan berkelanjutan; dan

(3) melaksanakan pengelolaan, pemantauan dan penilaian program secara efektif.

 

Meningkatkan layanan PPAUD bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini dikembangkan berdasarkan perencanaan dan pengelolaan masyarakat. Melalui program PPAUD akan disiapkan tim pelatih nasional (32 orang), tim pelatih provinsi/kabupaten (200 orang), dan fasilitator dari masyarakat (600 orang). Tim pelatih nasional akan melatih tim pelatih provinsi/kabupaten, dan tim pelatih provinsi/kabupaten akan melatih fasilitator dari masyarakat dan tenaga pendidik serta tenaga tumbuh-kembang anak. Fasilitator yang telah dilatih akan memberikan pendampingan terhadap desa-desa calon lokasi program PPAUD. Program PPAUD juga akan melatih 6.000 tenaga pendidik PAUD dan 6.000 tenaga tumbuh-kembang anak. Mereka ini yang nantinya akan menangani program PPAUD di tingkat desa. Operasional program PPAUD di tingkat desa akan berasal dari dana hibah yang untuk mendapatkannya harus melalui pengajuan proposal (yang akan dibimbing oleh Fasilitator). Program PPAUD juga menyediakan dana hibah khusus bagi program PAUD Rujukan Kecamatan (setiap kabupaten hanya tersedia 10 paket yang akan diperebutkan melalui proposal). Selain itu, terdapat matching grant bagi program PAUD Rujukan Kabupaten (hanya tersedia 30 paket). Program ini akan diperebutkan oleh 50 kabupaten lokasi program PPAUD dan 12 kabupaten/kota lokasi eks Proyek PAUD Pertama (Loan 4378-IND).Membangun sistem PPAUD yang bermutu dan berkelanjutan.Program ini dimaksudkan untuk mendukung upaya penjaminan mutu program, tenaga PPAUD termasuk pelatihannya. Selain itu juga dalam rangka penguatan kemampuan Satuan Kerja (Satker) Provinsi dan Kabupaten dalam mengelola program PPAUD yang makin berkembang.Melakukan pengelolaan, pemantauan dan penilaian program secara efektif.Program ini mencakup pembiayaan pengelolaan program tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten. Diperkirakan minimal 783.000 anak usia dini usia 0-6 tahun di 3.000 desa akan terlayani selama program ini berlangsung.( Sumber:  http://ppaud.wordpress.com/ )

Jadi, subhanallah ya, semakin hari, ada pembenahan terhadap pendidikan untuk penerus bangsa.

Kisah-kisah Lucu dari adik-adik PAUD…

hari ini, gue mencoba membuktikan kepada kang afif, selaku menteri PKM BEM KEMA unpad, untuk datang dan mengajar di Bunda Hajar tersebut. Walaupun sedikit telat, ternyata dalam pembelajarannya, terdapat dua shift, dan gue dapatnya shift ke dua. berbagai macam karakter ada di mereka. mulai dari yang niat banget belajar makanya enggak heran kalau sampai ikut dua shift, sampai yang ogah-ogahan belajar. maunya makan, terus pulang. wakakakakakak..gokil lah..yang lebih parah lagi, ada yang bertingkah laku sebagai preman. wah..wah..kok bisa??, iya bisa, anak ini namanya windy. windy berumur 5 tahun. dari perawakan wajahnya, terlihat sangat imut, dan penurut. ternyata di balik dari keimutan wajahnya, windy memiliki jiwa reman ala terminal cicaheum. Padahal dia perempuan, tapi kelakuannya, ck..ck..ck..kalah deh anak-anak laki-laki nya. ketika ingin belajar menulis bahasa arab, Windy lebih suka untuk berjalan-jalan, yang bikin heboh ialah, ia mencekik temannya sendiri, Gubrak!!, Can you imagine kan, betapa riweuh nya di sana.

walaupun demikian, gue tetep semangat untuk mencoba ngajar adek-adek PAUD. karena gue tau banget, kenakalan yang mereka buat, bukanlah kenakalan sesungghnya dari diri mereka. tetapi bagaimana cara mereka mendapat impuls dari lingkungannya. Nah..dengan begitu, sangat mudah untuk merubahnya dengan cara membuat lingkungan yang mendidik.

Ini dia, mereka Wajah adik-adik PAUD..

 

4 Tanggapan ke “BUNDA HAJAR!!”

  1. konkrit sekali…

    hebat….

    tetap istiqomah dan ikhlas….

    pengurus Bem?

  2. assalamualikum
    1.dari mana sumber dananya di buat ? …………….
    2.boleh dong kasih tahu bentuk proposal nya yang akan di ajukan ……….
    terima kasih
    assallamualikum

  3. alwayskantry009 Berkata

    wa’alaikum salam!!

    okeh, jawaban pertama : dana untuk membuat paud ini, berasal dari rektorat, dan kita membuat kakak asuh, yang berperan sebagai donatur, untuk membantu finansial, donatur tersebut, berasal dari mahasiswa yang bersedia…

    jawaban kedua, bentuk proposalnya, biasa aja,,layaknya proposal biasanya..

    dan PAUD ini, memang sudah menjadi Proker dari Departemen Pengabdian Masyarakat BEM KEMA UNPAD..

    kenapa???..berminat membuka PAUD??

  4. teruskan demi berkembang dan maju anak indonesia…

Tinggalkan Balasan