Seminggu mengenal Parlementer..
wah senengnya, bisa ikut pelatihan parlementer muda di Lembang.
awalnya sih, emang gag nyangka bisa kepilih jadi peserta pelatihan tersebut, soalnya pesryaratan untuk mengikuti pelatihan ini, harus membuat essay seputar Reformasi parlementer gitu, nah loh!!, jelas donk, anak komunikasi disuruh bikin essay seputar parlementer apa jadinya coba???, well, alhamdulilah berkat semangat kedua teman gue yang lumayan tidak waras, yang bernama aisha saidra ( Chagi ), dan nafielah mahmudah ( Fae ), gue bisa menyelesaikan essay yang sudah membuat otak ini bekerja lumayan keras.
LANJUT..
Setelah mengetahui, gue diterima, kemudian pergilah ke suatu tempat yang bernama villa Gardenia, di Lembang,,ada cerita seru, ketika setibanya di sana, ternyata baru kali ini, satpam suatu tempat tidak hafal jalan serta alamat tiap-tiap rumah di sana…hasilnya apa?!, ya benar sekali, gue nyasar aja donk..,bukannya sampai di TKP, tapi malah di suatu tempat yang tertutup..untungnya nih gue gag masuk ke sana, kalo enggak, mungkin udah diusir dari situ, kemudian, gag lama ada panitia yang telepon, yasuwlah kita dijemput, dan akhirnya sampai juga di TKP ( Tempat Kejadian Pelatihan )
SAMPAI DI SANA…
semua orang sudah sampai di sana, lagi pada makan gitu deh mereka, kemudian, selesey makan, kita mulai yang namanya pelatihan, pertamanya sih masih perkenalan, ternyata anak UNPAD ada sepuluh loh, ( dari Hukum : Kang Aji, Jaya, Akmal ), ( anak fisip : Teh rara, kang Arief, teh nita, Daniel ), ( Sastra : Chagi, Sofi ), ( dan anak fikom : Fae, n Ofcourse me ), jadi totally dari unpad ada 10 orang. selain unpad juga ada peserta lain dari berbagai macam universitas di Indonesia.
pertamanya, kita diajak untuk berargumen seputar parpol dan parlemen. jawabannya beragam. ada yang bilang : busuk, pembohong, tukang tidur, licik, oportunis, pragmatis, korupsi, kolusi, nepotisme, Egois, curang, dan masing bnayak lagi kata-kata negatif buat parpol dan parlemen.
di pelatihan ini, kita belajar bagaimana cara membuat partai politik, bagaimana berkamapanye, bagaimana canvassing, dan yang lebih ialah bagaiamana kita bisa survive ketika sudah ada di parlemen,
ketika itu, yang mendapat kursi banyak ialah, partai Bulan Purnama ( partainya chagi dan partainya akmal ), dan Partai Kenikmatan Rakyat ( partainya gw, kahai ( anak Hukum UGM ), Daniel, dan arief ). selebihnya harus berkoalisi dengan partai-partai yang kalah. dalam fenomena koalisi ketika itu, kita melakukan lobbying, segala cara kita jalankan, demi mendapatkan kursi, partai yang berbeda platform, dengan secara terpaksa, berkoalisi. bayangkan, platform berbasis islam, harus bergabung dengan partai beridiologi sekulerisme. HOW COME!!
semua dilakukan dengan Lobbying..
liat donk, mereka berusaha me-lobby ketika ingin mendapatkan kursi


dalam sidang parupurna kemaren, banyak sekali fenomen, ada yang merasa bosan dengan rapat yang jalannya enggak substansi, rapat kok malah melamun..

ada yang nagntuk,,ada juga yang tidur…


ada yang serius banget gitu..


dan Ada yang…Affear…

Wah..pokoknya, selama sidang paripurna, semua terjadi di sini..
yang seru lagi ketika, kita harus melakukan canvassing ( survey ke lapangan ), untuk mengetahui, ” apa sih yang diperlukan oleh konsituen kita ( parpol ), ada yang ke dapil pasar, ada yang ke rumah penduduk, dan ada yang ke terminal.


dari canvassing tersebut, banyak cerita yang mengiris hati euy.
akmal said : ” sumpah, gw tadi hampir mau nangis, pas penduduknya cerita tentang kehidupan yang serba sulit “
wuah..dari pelatihan ini, saya dan kawan-kawan mendapatkan ilmu yang luar biasa.
1. pertama, tanpa kita sadari, kami yang mengikuti parlementer muda, ternyata kami sama saja dengan apa yang dilakukan oleh petinggi, pemikiran, jika parpol itu busuk, pragmatis, kolusi, dan bla..bla..bla..itu ada di kami saat kami melakukan simulasi pembuatan partai.., dan kemudian ketika sidang paripurna, malah banyak yang tidur, ada yang affear, gag heran lah jika wakil rakyat di parlemen, banyak yang tukang tidur, banyak affear, ya..karena pembahasannya tidak substansi.., hal yang kecil dibuat besar..( apa karena ada kepentingan ya??!! )
2. dari acara tersebut, kami bisa tahu, bagaimana cara membuat undang-undang, dan kebijakan negara
3. selain itu, kami juga bisa tahu, ternyata enggak semua parpol yang mengetahui kebutuhan konsituennya, mereka asik dengan janji yang katanya, membela konsituennya..tapi..yang ada sebenarnya mereka tidak tahu apa yang dibutuhkan konsituen..dan mungkin enggak semua yang benar-benar mewakili suara rakyat, maka tidak heran jika mereka mati-matian membawa isu yang dibutuhkan kosituennya, akan tetapi timbul pertanyaan, ” Apakah itu yang dibutuhkan Indonesia ketika mereka sudah di Gedung Dewan???,,jawabannya Tidak!!. sebab siapa pun mereka yang menang, bukan lah orang pilihan konsituen, namun, kepentingan bangsa ini, semua golongan, nyatanya di Indonesia belum menjurus ke arah sana. ( namanya kepentingan kali ya?!!! )
4. dari pelatihan itu, ternyata kita juga harus tau, gaji wakil rakyat itu kecil loh..dengan segala tanggung jawab yang luar biasa besarnya, jadi mengapa banyak yang mau jadi anggota dewan??,, mungkin apa karena mereka butuh link untuk mengembangkan usaha mereka ( seperti mr.J… ), Hmm…aneh ya??!!,,negara kok dijadiin tender pribadi!!
5. dan yang paling penting ialah, jadi anggota dewan harus punya skill dalam merumuskan undang-undang ( walopun gag harus lulusan hukum ) minimal ngerti tentang hukum, ngerti pemerintahan ( walopun gag harus lulusan Ilmu Politik atau pemerintahan ), ngerti komunikasi ( walopun gag harus lulusan ilmu komunikasi ), ngerti ekonomi ( walopun bukan lulusan ekonomi ), dan lain..lain..yang penting, harus punya sikap low profile, n legowo untuk nerima segala keminiman kapasitas ilmu, karena ketika mereka memiliki sikap seperti itu, mereka pasti bisa bekerjasama satu sama lain, sehingga benar-benar sinergis..
6. wah, yang kami dapat, ialah pemikiran, ” APAKAH CALEG 2009 SUDAH PAHAM AKAN PERAN MEREKA NANTI??? “
itulah yang membuat kami merasa, understimate dengan CALEG-CALEG sekarang, sekali lagi, tidak hanya memerlukan tampang, materi, tetapi diperlukan tanggung jawabnya sebagai wakil kami ( rakyat Indonesia ), jadi enggak heran jika pemilu 2009 nanti banyak yang GOLPUT…jangan salahkan bunda mengandung!!…
Februari 25, 2009 pada 7:31 am
wah isinya berat2 bgt cuy blog lo…wakakaka
Juni 2, 2009 pada 8:52 am
assalamu alaikum wr. wb.
alhamdulilah…
Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
Lho, maksudnya? Gak Jelas?
Sudah saatnya kita ganti sistem!
Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!
Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
(seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!
Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.
Lihat saja buktinya di
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!
Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.
Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
mulai dari diri sendiri.
mulai dari yang sederhana.
dan mulai dari sekarang.
Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.
wassalamu alaikum wr. wb.
Juni 10, 2009 pada 10:14 am
wa’alaikum salam wr.wb!!
sebelumnya saya mengucapkan salam kenal kepada sdr.dir88gun2..
semoga blog ini menjadi ukhuwah silaturahmi kita.
saya sepakat dengan anda, jika sebagai umat islam, kita memang harus menegakkan hukum islam, di bumi Allah, karena itu adalah Haq bagi umat islam.
bagaimana kita harus menegakkan syariah disegala bidang. sebagaimana nabi Muhammad menaklukkan madina, dengan politik islamnya yang luar biasa.
ilmu saya sedikit, tidak terlalu banyak mengetahui, tentang politik islam, akan tetapi yang saya ketahui, adalah berdasarkan pengalaman saya dan pengamatan saya, makna dari sebuah kata Politik itu sendiri, adalah pencapaiaan tujuan dari individu maupun sekelompok orang yang memiliki idealisme yang sama.
nah dari maksud tersebut, saya bisa mengambil kesimpulan, bahwasannya, sebuah politik diperlukan sebuah strategi,
saya ingin mengetahui, dari anda, strategi apa yang anda tawarkan untuk mengubah bangsa ini agar tercipta sebuah negara yang berlandaskan syariah islam??
nice to read your replay..
thanks!!
Juni 9, 2009 pada 4:41 pm
GOLPUT bisa dijadikan gerakan putus asa. dikamus orang kiri, “MELAWAN atau MATI!!”
hahahah..
nb : kiri bukan berarti komunis
Juni 10, 2009 pada 10:17 am
berarti anda mati??
benar seperti itu??
Juni 10, 2009 pada 12:28 pm
apa bedanya kita dengan mayat ketika kita tidak berbuat apa-apa ketika ada suatu kesalahan?
Juni 10, 2009 pada 11:08 am
Kalau pun ada tawaran untuk jadi anggota parlemen saya lebih tertarik jadi teknokrat atau birokrat. Lebih Konkrit. Lebih kerasa ama rakyat.
Juni 10, 2009 pada 11:50 am
iya sayangnya, di negara kita belum jelas tuh sistemnya..
parlemenkah atau presidensial..
ini yang membuat banyak paradigma eksekutif, tidak akan pernah berasatu dengan legislatif..
ya..walopun emang gag mungkin bersatu, tapi sejalan lah..ini yang ada gag sejalan…
Juni 10, 2009 pada 5:00 pm
1. Teman saya bilang jangan selalu salahkan sistem, yang terpenting adalah kualiatas penggerak sistem tersebut. Kalau zaman lampau, sebut saja kaum ‘Ad atau Tsamud, jelas-jelas mereka menganut kekufuran tapi kelebihan mereka adalah komitmen dan konsistensi mereka menjalankan sistem. Sekarang, permasalahannya apakah pemuda sekarang mampu dan sanggup menjalani tempuhan ini atau tidak? Tentunya dengan kapasitas. Mau mengubah sistem, sama saja dengan blunder. Banyak perut rakyat kelaparan karena terlalu banyak proyekan konstitusi yang tidak produktif.
Juni 10, 2009 pada 11:17 am
HTI organ terlarang harusnya pemerintah punya sikap terhadap setiap tindak tanduk mereka. Mereka terlalu egois dengan sgenda mereka.
Juni 10, 2009 pada 12:15 pm
hmmm…
indikator terlarangnya organisasi tersebut apa?
Juni 10, 2009 pada 1:10 pm
mati bukan bearti tidak bergerak..
ah…rasanya mati memang tidak bergerak..
apa benar-benar tidak ada yang bisa dilakukan??
Juni 25, 2009 pada 4:39 am
huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..blog lo suram kantry
GELAP!hahahaa