“ Kotak Ajaib “ dari Sebuah Telepon Genggam

Dandy's Blog

 

Kehidupan manusia saat ini terbilang cepat dan dinamis. Alasan mendasar terbilag cepat dan dinamis dikarenakan adanya tuntutan pemenuhan kebutuhan yang semakin meningkat, sehingga manusia dengan segala upaya daya kreativitas bersifat imajiner semakin hari semakin mampu menciptakan inovasi pemenuhan kebutuhan tersebut. Apa yang dimiliki atau diciptakan manusia tersebut menjelma menjadi kebudayaan era abad 21 yang kemudian dikenal dengan istilah multimedia.

Istilah multimedia memang tidak asing ditelinga kita semua. Berdasarkan harfiah kata multimedia, bermakna adanya keanekaragaman media. Kini, keanekaragaman media tersebut sudah melekat kuat pada kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh keanekaragaman tersebut adalah Internet ( dunia maya ) dan telepon genggam. Sudah hampir lebih lima belas tahun internet berkembang. Berbagai inovasi teknologi yang menyediakan pelayanan pun ditawarkan kepada manusia. Ada beberapa ‘pelayanan’ yang ditawarkan kepada manusia, antara lain :

‘ pelayanan ‘ antar surat, antar uang, mencari orang hilang, transaksi jual beli, cari jodoh, cari relasi, hingga cari alamat rumah pun tersedia di internet. Semua bersifat terbuka dan dinamis begitu cepat. Informasi yang berkembang antar user lainnya. Sehingga menimbulkan rasa kecanduan melebihi rasa candu terhadap media yang masih memiliki delay feedback lebih lama dari internet.

Keanekaragaman kedua ialah telepon genggam. Secara wujud media telepon genggam mungkin tidak sebanding dengan keanekaragaman internet. Ketika semua yang menjadi kebutuhan manusia sudah terlayani begitu cepat oleh internet, sebagian masyarakat masih menganggap telepon genggam hanya berperan sebagai pelengkap pada proses komunikasi saja. Padahal dalam kenyataannya, telepon genggam juga merupakan keanekaragaman audio yang berkembang menjadi audio visual. Perkembangan telepon genggam, saat ini sangat pesat. Dahulu telepon genggam memang hanya digunakan untuk audio komunikasi. Tetapi sekarang, telepon genggam berubah menjadi audio visual komunikasi.

Media Telepon Genggam termasuk Above atau Below The Line?

Dilihat dari feature telepon genggam yang beragam, ternyata banyak masyarakat menggunakan media tersebut sebagai sarana media multi komunikasi. Pertama, masyarakat sudah mulai konsumtif terhadap telepon genggam, analisis tersebut dikarenakan keterjangkauan harga pembelian telepon genggam bervariatif. Selain itu faktor penunjang pulsa provider yang banyak serta harga yang ‘jatuh’ membuat masyarakat semakin cerdas menggunakan telepon genggam. Banyak kalangan advertiser menggunakan promosi perusahaan yang bekerja sama dengan provider dalam bentuk iklan layanan pesan singkat kemudian pesan singkat itu akan menyebar secara serempak ke seluruh pelanggan provider. bagi perusahaan bentuk promosi atau publisitas tersebut tergolong mahal. Sebab menggunakan tarif harga iklan, sehingga telepon genggam termasuk above the line.

Pertanyaannya, apakah telepon genggam hanya tergolong above the line?. Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita analisis pada kegiatan sehari-sehari. Saya yakin masyarakat tentu pernah mendapatkan informasi atau bahkan mendapatkan promosi perusahaan melalui pesan singkat dari orang yang dikenal atau bahkan orang tak dikenal. Bentuk seperti itu, lebih mudah dan tidak mengeluarkan biaya besar. Hanya mengeluarkan tarif pengiriman pesan singkat. Untuk itu dapat ditarik kesimpulan bahwa ternyata telepon genggam juga bisa dikatakan Below The Line.

Pada dasarnya below the line diartikan  bentuk iklan yang tidak disampaikan atau disiarkan melalui media massa, dan biro iklan tidak memungut komisi atas penyiarannya/pemasangannya. Tetapi dikarenakan telepon genggam memiliki feature yang mendukung adanya akses media massa yang meluas, dan dapat digolongkan menjadi media perantara secara tidak langsung telepon genggam juga digolongkan pada below the line.

 

Peran Telepon Genggam Pendukung Kegiatan PR

Kegiatan PR yang bersifat kompleks membuat seluruh praktirsi PR untuk cerdik menggunakan peluang media untuk tetap menyebarkan informasi atau melakukan kegiatan PR dengan kemudahan akses dan tentu dengan harga yang terjangkau, yakni menggunakan telepon genggam salah satunya. Untuk itu kita akan mencoba membedah apa saja yang dapat dilakukan PRO melaksanakan kegiatan PR pada media telepon genggam.

Pertama, PRO dapat menyebarkan informasi perkembangan serta promosi perusahaan kepada masyarakat luas dengan pelayanan provider PRO dapat bekerjasama. Atau bahkan kedua, PRO juga dapat langsung meng-update informasi melalui feature internet mobile dengan harga yang murah dan dapat diakses dengan mudah.

Ketiga, perusahaan juga dapat melakukan kampanye menyerukan apa yang diinginkan perusahaan. Pernah pada sebuah provider menyerukan agar menggunakan batik melalui pesan singkat. Ternyata diakhir pesan singkat itu tertera nama lembaganya yaitu departemen pariwisata dan kebudayaan. Contoh tersebut menunjukan bahwa lembaga atau perusahaan dapat melakukan penyebaran informasi atau citra pada khalayak dengan massa yang banyak.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.