Berakhir Tepat di Empat Tahun !!
Lampung, 23November 2011.
Sore hari enggak terasa gue udah di kapal ferry, menuju Jakarta. Sedikit heran, sembari bertanya benar-benar, “ ini beneran gue naik kapal laut?? “. Semua tau dong, betapa riwuhnya gue mempersiapkan keberangkatan ke Unila. Mulai dari nyari Volunter buat temen ngobrol selama ke lampung, ditambah beli tiket yang spontan gue harus naek kereta eksekutif ke jakarta seharga 80 ribu. Ahh..ini gara-gara seseorang !!
tapi hikmahnya adalah, gue bisa juga survive di kapal laut. yeah..berbekal nekat dan trial and error. Perjalanan ke Lampung ternyata cepat, kira-kira cuman 3 – 4 jam an lah. Sampe-sampe rasanya gue pengen balik lagi ke Lampung, cuman gara-gara mau naek kapal lautnya ajah. hahaha…
Selat Jawa, semula persepsi gue ini kapal bakal melewati anak gunung krakatau. Dan dibayangan gue adalah semua penumpang sambil ketir, siap-siap di tangga darurat sambil pake pelampung, dan terperangah parah kayak di titanic. Sekali lagi gue cuman bilang, Ah..ketika tau ternyata ini kapal enggak melewati gunung itu. Padahal FYI, gue udah mantengin di luar, kali aja lewat gunung krakatau, Ternyata, Ah..
Dibalik dari itu semua gue dapet hikmahnya, gue jadi tau yang namanya selat sunda (lho??), maksudnya secara langsung gitu. Selat ini cukup adem, teduh, damai…dan hingga akhirnya membawa lamunan gue perjalanan ” Kenapa Gue Bisa Kayak Gini “.
Secepat kilat, yang gue ingat cuman BEM. Walaupun cuman 3 kata, ini bukan sembarang kata. Tapi ada kepanjangannya, ( Hyaaelaaah…). Eh Serius gue, Badan Eksekutif Mahasiswa. Cuman itu yang gue inget ketika perjalanan pulang dari Lampung. Yap, enggak kerasa udah empat tahun gue di BEM, enggak tanggung-tanggung, tingkat universitas gue jabanin.( eeaaa..di fikom kagak ada aja BEM nye ). Tapi walaupun demikian, gue masih enggak nyangka, kalau gue bisa juga ngewujudkan impian gue untuk demo di jalan. Sedikit share ni ya, gue emang niat banget masuk BEM dari SMA. Waktu jadi MABA, gue pantengin banget deh yang namanya BEM ( Niat gitu ) dari jamannya kabinet sobat man..
mungkin kalo dulu gue enggak satu kosan sama teh irni yang anak BEM kala itu, mungkin gue akan serupa dengan fae, kirim email ke presiden BEM. Dari sana, gue diajak kepanitiaan acara Business Challange. Itu Kepanitiaan pertama gue. Jujur, gue melihat banyak orang hebat di sana. berbagai kultur. gaya bahasa, tingkah laku, gue melihat bahwa ada yg enggak beres sama mereka-mereka itu ( hahaha..). Tapi walaupun ada yg ga beres, mereka tetep enjoy, dan sangat sekali menikmati perannya sebagai pelayan mahasiswa. yes, tugas yang tidak ringan.
hingga di tahun selanjutnya, gue masuk ke kabinet kang Gena ( Kebangkitan ). kabinet ini membawa warna banget dalam hidup gue. mengenal sebuah arti keluarga. Dan pada waktu yang gue duga, gue ditemukanlah oleh geng anak gaul dan keren punya, Gaolers..
geng itu bukan sembarang geng. berisi punggawa yang berkualitas ( eitss..masalahnya yang mau disuruh-suruh cuman kitaa..) hahaha..
enggak cuman Gaolers aja nih, fans kita-kita juga loyalitasnya tinggi loh..tuh buktinya, luthfan, nuni juga jadi punggawa BEM.
Maka, karena itulah, pasca berakhirnya kabinet ini, banyak tuh tawaran sana sini..( ihiyee…assiik daah…) untuk berkarir di kabinet selanjutnya. maka enggak heran, pada akhirnya Gaolers and Fans banyak yang jadi rapimers, kecuali gue, fae, dan pede. Pede hijrah ke BPM, gue sama fae masih jadi staff. Sedih??. Oh tentu tidak. Sama sekali enggak sedih. karena gue tau, ada maksud di balik dari itu semua (Pesan tetua : teh nani, kang deni, kang gea )
Di kabinet ini, masa-masa perlawanan. Berontak. Terbukti bawaanya, bikin gerakan bawah tanah mulu. Sampai-sampai kang Ahmad harus naek urat waktu raker gara-gara ulah kita. Maklum, kala itu gue enggak begitu kenal sama sosok kang Ahmad Fakhrudin Isfron. Justru yang kita tau cumam kang mei. Sampai-sampai ada dua matahari dalam dunia. Ups salah..3 matahari tambah kang ajie ramdan. Kebayang kan puyengnya. Sampai-sampai mau resign. Tapi alhamdulilah itu urung gue lakuin. Lagi-lagi ada tetua-tetua yang selalu support menguatkan jika itu hanya urusan sepele. Dan..whala..gue enggak jadi mundur.
Berbeda di Awal, di Akhir saya merasakan syukur alhamdulilah bisa ada di kabinet ini. Ilmu saya nambah, sedikit tidak liar, dan yang paling penting keberanian. Jadi inget, di JEBAK dateng ke Munas BEM SI. Di kereta kang mei tiba-tiba aja gitu, bilang : ” Kalian Harus Komitmen ya, Yang Ikut Ke Munas Hari ini, HARUS melanjutkan di kabinet selanjutnya. Ergh..rasanya pengen turun dari kereta, tapi udah telat. Yang ada, kita ( fae, luthfan,chagi, achyar ) berdiskusi di belakang, untung menstrategikan JEBAKAN itu. Ah..ASEM emang kita dijebak. padahal udah seneng-seneng diajak di munas. Kan tumben-tumbenan tuh diajak. Padahal mah…heeeuh..
Tapi Entah memang sudah jalan Allah, pasca dari Munas kita menetapkan utnuk kembali di kabinet tahun depan. Hal paling mendasar adalah karena kita sudah tersakiti oleh hasil munas ( saking cinta almamater ini..). oh enggak, karena kita gagal jadi korpus tentunya. hahaha..
dan yang paling dodol ialah unpad jadi kordinator forum perempuan. Ini niih…kalau inget ini, rasanya pengen nimpukin diri sendiri. Kenapa gue harus deket, haha hihi sama para perempuan di forum itu coba, jadinya yang ditanya kesiapan ke unpad, gue langsung bilang siap. Lupa kalau ada kang ahmad di belakang ( maklum dulu otak gue belom tau kalo BEM SI itu politis..). Jadilah Unpad ditunjuk sebagai kord. FP. yang konon dikatakan sebagai keputrian BEM SI. Oh Tidaaak !!
Nah, gara-gara itulah, di kabinet Asep rovi setiap ada rakernas gue selalu ada. awalnya seneng jalan-jalan. Tapi..selalu aja pulang dengan sakit hati yang luar biasa. Ya enggak fan??
Tapi sekali lagi, gue bersyukur bisa di JEBAK di Munas BEM SI. kalau enggak di jebak, gue enggak mungkin nih, jadi pembicara di Unila. ( Hahahay…)*PLAK*
Di kabinet Asep, jabatan gue naek. Jadi Dirjen ( anak buah luthfan ). Di kabinet ini gue belajar bagaimana mengenal arti Ksatria. Tahan dengan kerasnya dunia politik. No Heart Feeling enough to tell about..
jiwa politis gue mulai muncul. sampai-sampai capek juga, harus curiga mulu sama orang.
Dan kabinet terkahir, kabinetnya sayyidi, tadinya gue enggak mau join, karena pertimbangan lain. Enggak lama tetua-tetua versiII muncul di telepon genggam untuk jualan kue ( lirik kang firman, kang kang ahmad, dan kang mei ). Tapi emang dasar, Everybody have a thing for theyself. Gue memutuskan untuk bergabung di kabinet SIGAP. Hal yang paling menjadi alasan utama adalah KORPUS BEM SI, yang sebenernya ehem..sesuatu banget deh itu !!. hahaha…yasudah, tak usah dibahas. udah lewat ciin..
Di kabinet baru , karier gue naeklah walaupun enggak tinggi. haha..
Menteri kebijakan publik, itu dia kabatan terakhir gue sandang. Dan angkatan paling tua se kabinet lah itu. Awalnya, gue berpikir, gue harus kayak gimana, secara gue enggak bisa lah ya, kayak teh iin bilang ” Dek ” dengan lembut. Atau Teh Nani yang super duper tegas, atau kayak teh ira, yang bisa unyu-unyu kalau lagi ngelobby makan. hwaaa..susah kayak mereka.
Tapi satu hal yang gue inget dari teh nani, ” Jadilah diri sendiri “.
itu yang selalu gue pegang selama di BEM. Biarlah orang lain bilang apa, yang penting niat gue bisa dipahamin sama Allah. Maka jadilah gue seperti itu. Di kabinet ini, adalah akumulasi pembelajaran dari awal gue kepanitiaan di kabinet kang reza, kemudian bergabung di kabinet kang gena, kang ahmad, dan asep, yakni IKHLAS UNTUK PENDEWASAAN . Pengorbanan semuanya udah bukan jadi beban. Karena sangat tidak mungkin ada hari ini, tanpa ada hari kemaren.
Dan sekarang udah empat tahun lamanya gue di BEM. Sedih, ya gue akuin gue sedih banget, karena tanpa hari tanpa nyekre, tanpa hari tanpa rapat, tanpa hari tanpa kajian, demo, debat, dan itu semua mengisi penuh hari-hari gue sebagai mahasiswa unpad.
terimakasih kang teh, udah mengajari banyak hal selama di BEM.
Kini tinggal gue, berjuang menjaga idealisme di dunia nyata. Semoga masih hafal lagu totalitas perjuangan di masa tua ( lho?? ). hahaha..
Februari 15, 2012 pada 1:35 am
sama Kan ;D
gw juga kangen rapat, nyekre, atau apa pun itu di kampus…
hmmm, oke kita lanjutkan perjuangan di kehidupan yang lebih tragis!
#semangat
Februari 16, 2012 pada 8:25 am
ada fase dimana kita belajar, berkembang. Dan itu, terus akan terjadi yar..
sampai kapan pun..
bukan tragis yar, tapi keras..hahaha