
hari ini, gw genap 20 tahun…
- HAPPY MILAD KANTRY YANG SHOLEHAH DAN CANTIK -

hari ini, gw genap 20 tahun…
- HAPPY MILAD KANTRY YANG SHOLEHAH DAN CANTIK -
” wanita..itu dibuat dari tulang rusuk “
kata-kata itu yang membuat sebagian orang, terutama wanita merasa merinding, ketika trainer jempolan, kang Tora memberikan spririt ke pada mahasiswa fakultas ilmu komunikasi Unpad.
bagi saya, wanita adalah makluk yang mulia. makhluk yang dapat membuat dunia ini, bahkan akhir zaman, penuh dengan warna. coba deh, bayangkan, jika dunia ini, tidak makhluk ” Perempuan” ??
pasti tidak akan ada penyejuk, layaknya pendingin ruangan yang senantisa dinyalakan ketika kepanasan. atau mungkin tidak akan ada, penghangat, layaknya pemanas ruangan, ketika di sekitar ruangan, sangat dingin karena perubahan cuaca yang tidak menentu.
ITULAH..hebatnya wanita.
saat ini, kehebatan wanita, tidak lagi dipandang sebagai suatu bentuk yan nyata. akan tetapi, kehebtan wanita hanya sebagai angan-angan belaka dari sebagian orang, yang mengatas namakan kaum laki-laki. walaupun tidak semua kaum laki-laki menganggap demikian, namun dapat dikatakan hampir semua laki-laki melihat kehebatan wanita sangat abstrak.
pembicaraan ini, bukan karena saya adalah seorang wanita. tetapi, saya berbicara seperti, karena saya memiliki seorang ibu yang sangat luar biasa.
ibu saya seorang guru sekolah dasar yang memiliki kemampuan yang jarang dimiliki oleh kaum ibu kebanyakan. dalam keseharian beliau, hampir tiap hari jarang di rumah, beliau wanita carrier yang senantiasa mengasah terus kemampuannya untuk berprestasi, mungkin ini, hal yang serupa dengan para wanita yang sudah menjadi ibu, yang mungkin, mereka berprofesi sebagai wanita carrier yang memiliki schedule yang sangat padat.
sewaktu masih kecil, saya menganggap, bahwa saya bukanlah anak dari seorang ibu, namun saya adalah anak seorang pembantu. saya menganggap dmeikian, karena ibu saya sangat sibuk.
selain itu, saya menganggap ibu saya sangatlah cerwet, galak, dan pelit. saya disuruh mengikuti kegiatan-kegiatan, seperti : kegiatan seni, kegiatan olahraga, dan educations skill. hingga, saya jarang sekali bermain, layaknya anak-anak kebanyakan.
hingga, saya besar, saya baru menyadari, bahwa selama ini, saya salah menilai seorang ibu. Ibu saya, adalah wanita yang memiliki capabilitas luar biasa dalam memperjuangkan hak anaknya.
setiap saya, mengikuti lomba apapun, dia orang yang pertama, yang mendukung secara finansial, tenaga, dan doa.
Ibu saya, sering menangis, menangis karena kelakuan saya yang bandel, dan menangis karena saya berhasil memenangkan perlombaan atau berhasil lulus ujian.
pelitnya seorang ibu adalah, pelajaran buat anaknya, agar anaknya dapat berhemat, dan tahu bagaimana susahnya mendapatkan materi. Galaknya seorang ibu, adalah api. api yang dapat menghapuskan semua menjadi abu, namun, dapat menjadi manfaat untuk orang banyak.
perspektif wanita, kian zaman kian berubah. wanita selalu dianggap sebagai alat penghias dunia, sebagai obyek yang dapat digunakan kapan saja.
apakah serendah itukah wanita??..
wanita adalah Ibu..
Wanita memiliki kekuatan yang di luar dugaan manusia. Wanita memiliki pedang yang dapat membuat semuanya runtuh..
Wanita memiliki seribu tangan, yang dapat menolong banyak orang,,
Wanita memiliki kekuatan, dalam merubah sebuah zaman.
untuk itu, wanita dapat melakukan segalanya, jika dia mau berusaha dan optimis.
” API ITU BERKOBAR LAGI..
LAGI DAN LAGI..
RATUSAN NYAWA HILANG DENGAN SEGENGGAM BOLA PIJAR
PERANG ITU ADA ,KARNA DUNIA MASIH TEGAK BERDIRI..
APAKAH PERANG DAPAT BERHENTI, JIKA DUNIA RUNTUH???
INIKAH TANDA ITU?? “
sehari menjelang, tahun baru islam, agresi militer Israel ke Palestina mulai membabi buta. entah dasar apa, mereka makin hari makin menjadi monster yang suatu saat siap menyantap makanan yang ada di meja makan. serangan dimulai dengan tembakan roket, serta rudal. Sasaran tembakan tersebut, di sudutkan ke pemukiman penduduk sipil, sekolah, universitas, rumah sakit, dan kantor pemerintahan.
ketika ditanya, mengapa Tentara Israel, melakukan agresi tersebut, hal ini disebabkan serangan pejuang hamas yang sudah menewaskan warga israel sebanyak dua orang. dan mereka berasumsi, bahwa tembakan tersebut, sangat tepat, sebab ditujukan kepada pejuang hamas.
TERNYATA…
TIDAK!!
fakta membuktikan, korban dari agresi tersebut, adalah warga sipil yang bukan kalangan pejuang hamas. mereka sudah melukai warga sipil yang tidak berdosa. bayangkan, agresi ini dapat dikatakan tidak adil, sebab israel memiliki alibi yang tidak masuk akal, namun ironisnya, negara adikuasa superpower Amerika Serikat, menyetujuin agresi tersebut, serta mendukung agresi Israel untuk menumpas hamas.
AWARENESS IS OUR SUPPORT!!
dari agresi tersebut, banyak masyarakat dunia yang “gerah” akan keadaan yang dapat menitikan air mata serta rasa hati yang tersayat seratus pisau itu, mereka melakukan aksi turun ke jalan, sambil menyorakkan
” SAVE PALESTINE!! “
aksi yang diikuti dari berbagai macam elemen masyarakat itu, melakukan long march, serta pembakaran bendera zionis israel.
di tempat lain, sekumpulan orang, melakukan aksi yang serupa, yaitu ” berdoa bersama”, mendoakkan agar korban yang wafat dapat diteruima oleh Tuhan YME.
mereka mengingatkan bahwa, perang ini, ialah bukan perang agama, melainkan perang bliateral suatu negara, atas perebutan daerah kuasaan.
jika kita menanggapi pernyataan tersebut,
” secara fakta memang itu bukan perang agama. perang itu adalah perang dua negara yang sedang merebutkan kedaulatan negara mereka, “
apakah hanya, mereka melihat banyak massa yang memakai jilbab panjang serta berjenggot, meneriakkan ‘ALLAHU AKBAR!!’
mereka merasa resah, karena banyak umat islam yang marah dengan agresi tersebut???kemudian, menyuarakkan “bahwa ini bukan perang agama??”
bayangkan, ribuan orang turun ke jalan, melakukan aksi menolak serta mengutuk agresi israel, itu menandakan, bentuk..
SOLIDARITAS UMAT ISLAM, ATAS SAUDARA SESAMA AGAMA YANG DITINDAS DENGAN TIDAK KEPRIMANUSIAAN..
ITULAH ISLAM, AGAMA YANG MEMILIKI RASA PERSAUDARAAN YANG LUAR BIASA.
SATU JIWA UMAT ISLAM DISAKITI, MAKA SERATUS ORANG AKAN GERANG..
duh,,hampir seminggu ada di Jakarta nih, tapi yang ada malah capek banget..
bukannya berlibur,,eh malah berlayar entah kemana..( haha..gaya banget gw!! )enggak..enggak itu dusta!!(STOP BACA!! )
Nb: sssttt…kantry bilang dusta??!!, jadi inget waktu masih SMA, gw lagi belajar bahasa indonesia, nah guru gw seorang perempuan, yang separuh baya gitu deh,namanya ibu Suparmi, nah gw bingung banget kenapa, waktu-waktu mata pelajaran bahasa indonesia, gw selalu ngantuk. ya..iyalah, bayangin aja, bahasa indonesia kerjanya, kalimat baku mulu yang dipelajarin. pengen tidur gag mungkin donk, secara gw duduk paling depan ( anak kesayangan guru ceritanya !!hehe.. ). trus, saking BT nya gw, gw celingak-celinguk ngeliatin temen gw si nya-nya ( temen sebangku gw yang sekrang ada di USA bermain dengan para Bison, ceunah..hehe..)ternyata dia juga keliatan BT, yasuwlah, apa yang gw lakukan dengan nya???, aha..MAEN CHATTING!!
MAEN CHATTING ialah permainan anak-anak SMA yang lagi BT ketika di kelas, permainan ini hanya menggunakan kertas sebagai media, dan pulpen sbg tools. trus kita ngomongin apaan aja deh, ampe dari A sampe Z kita bahas. lama-lama, ternyata kelas gw jadi sepi gitu,gag ada suara, ternyata mereka pada terdiam SILENT. gw pun melirik ke arah samping, ternyata semua orang tertuju kepada dua anak yang sedang asik sendirian gitu.., gag lama terdengar suara, cekikikan kayak orang nahan ketawa gt, guru gw nanya, asli deh dia pake bahasa baku abezz,
guru : ” kalian berdua sedang melakukan apa di kelas ? “
gw : ” kami berdua sedang berdiskusi, buuu “
guru : ” diskusi mengenai apa? “
gw : ” mengenai kata baku, buu “
guru : ” baku?!, “
nyanya : ” he-euh..”
guru : ” kata baku apa yang sedang dibahas? “
spontan gw jawab apa???,
” DUSTA “
semua pada ketawa ajah donk…dan baru kali itu, guru gw ketawa juga, tapi gw dan nyanya cuman celingak-celinguk amnesia gt..
LANJUT!!
trus, nyokap nawarin untuk refleksi. yasuwlah gw mau donk,, secara emang capek sangad nih badan.
tiba-tiba sang refleksitor tiba di rumah, trus, namanya mbak ISMA, beliau manis, masih lajang, dan bertubuh berisi
kemudian, di sela-sela dia mereflesikan, eh dia bilang, gini..
mbak isma : ” Neng, kapan pulang dari bandung? “
gw :” dari hari sabtu “
mbak isma : ” lagi ospek ya neng? “
gw : ” udah selesey kok “
mbak isma : ” neng, kalo kata saya nih, ospek itu cuman ng-obyek-an mahasiswa ajah..”
gw : ” kok? “
mbak isma : ” iyah, itu mah cuman permainan doank, saya nih udah tau medan-medannya kenapa ada ospek. ujung-ujungnya duit. “
gw : ” Trus? “
mbak isma : ” mana ada tuh, ospek yang bikin juniornya takut, udah gitu bayarnya mahal banget, neng, bayar 400ribu kan? “
gw : ” kok tau? “
mbak isma : ” iya dari ibu yang bilang. iH..itu mah jelas-jelas obyekan mahsiswa aja neng. mana ada ospek semahal itu.
gw : ” iya juga sih mbak, saya kan protes juga kemaren “
mbak isma : ” senior mbak, dekan mbak tuh gag pikir apa, namanya mahasiswa enggak semua deket sama orang tuanya, pasti ada yang luar pulau. uang segitu tuh mahal. apa lagi udah enggak tidur seminggu. itu mah bukan pengenalan, lagian training kerja gag begitu parah kok “
gw : ” huidih..dia tau semua cerita osjur yang resek itu!!(batin gw) pasti nyokap”
mbak isma : ” mbak, kalo jadi nanti jadi panitia bakal tau deh, sekrang itu mahasiswa udah ngejurus ke arah-arah yang ng-obyek. kayak di DPR itu. nih yah, mbak kalo kata saya, mereka tuh bukan mencerdaskan bangsa, tapi memakan dan memeras sesama anak bangsa sendiri. percaya gag mbak??
dengan santai gw bilang ” percayaaa….”
mbak isma : “Roy Suryo aja bilang gitu, mbak tau khan kasusnya marcella zalianty sama ananda micola. mereka berdua itu, memakan sesama anak bangsa sendiri. coba mbak bayangin!!
gw : ” Hmm..”
horee..dia gosiper sejateh..
mbak isma : ” makanya mbak, saya doain kalo jadi pemimpin nanti, harus peduli, mengayomi,dan mengangkat anak bangsa. jangan kayak senior mbak di kampus, sama marcella itu. “
gw : ” amin… “
( haha..gw rasa dia salah, nyampein wejeungan, tu wejeungan harusnya buad capres 2009 nanti..)tapi..gak apa-apa lah..kali aja gw bisa jadi presiden..hehehe..
well. dari cerita nya mbak isma tadi, gw jadi bisa tau, ternyata, orang seperti mbak ISMA yang mungkin hanya seorang reflesitor yang di gajih Rp.40.000 tiap ketemu, itu punya jiwa nasionalis yang tinggi.
bagaimana dengan kita, yang berpendidikan tinggi???mapan dan terhormat karena memiliki jabatan peting???
SUDAHKAH KITA PEDULI DENGAN BANGSA INI???
Clossing Statement………:
” buad bu parmi jikalau engkau membaca blog daku, piece ajah ya buu..hehe..masih inget khan bu, sama sayahhh???kantry maharani, absen 21!! “
” buad, nyanya sorry yak, lo temen gw yang gw bawa-bawa..hehehe…
salam buad obama yak!!, plis banget bilang, kapan pulang ke menteng??, trus selesin kasus timur tengah donk, jangan jadi bush kedua..okeh!!,,MIss u Nya!! “
<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>
HARI ITU MEMBUAT SATU LANGKAH KE DUA KU, UNTUK MENCARI SEBUAH MAKNA HIDUP. TEPAT PUKUL 15.00 DIRI INI BERJALAN LANGKAH DEMI LANGKAH SERAYA MENGHIRUP UDARA, SORE ITU PENUH DENGAN SEMANGAT PERMULAAN HIDUP. Hm,WALAUPUN DIRI INI, TAK KUASA MELIHAT PENUHNYA KUDA BAJA YANG MELINTAS DI HIRUP PIKUKNYA KOTA YANG TERKENAL DENGAN MAHASISWANYA ITU. MENGAPA HARUS SEPERTI INI?,Gumamku dalam hati. Bukankah tanah ini lahan pendidikan?!, mengapa harus menjadi lahan pemerintah, yang sebenarnya membuat kerusakan di sekitarnya.
TIBA-TIBA TERDENGAR UCAPAN SALAM KE ARAH KU,DARI ARAH SAMPING. SEKTIKA ITU PULA, KEDUA ANUGERAH SANG MAHA KUASA PUN MENOLEH KE ARAH KUMPULAN MANUSIA MESIN, YANG SEDANG MENOPANG BAHAN PEMBUAT JALAN.
“ Wa’alaikum salam!! “. Sapa ku kemudian.
Tak lama, segera mungkin, kaki ini, kembali meneruskan niatku untuk bertemu dengannya. Jarak ku dengannya, tak begitu jauh. Waktu untuk bertemu dengannya hanya menghabiskan 20 menit saja. Namun, sungguh diri ini masih saja mengeluh. Well, aku sadar akan kekurangannku ini, syukurlah ku teringat dengan cerita darinya, akan kisah sebuah pengorbanan seorang yang mencari “Nutrisi Qalbu” hingga mengorbankan waktu selama tujuh jam. Sungguh luar biasa orang itu. Imajinasi ku kini bermain, dengan me-analogikan betapa bersyukurnya diri ini, untuk meraihnya dengan sangat mudah. Hingga ku cepatkan langkah kaki, dan akhirnya sampai juga di tempat tujuan.
Sungguh senangnya, luar biasa, ketika melihat dengannya. Hari itu pun, kami saling bercerita. Entah pengalamanku di tujuh hari yang lalu, atau cerita seputar kegiatanku. Dia hanya terdiam, dan mendengarkan ku berbicara. Ketika ku bercerita seputar keluhan-keluhan ku menjalankan OSPEK JURUSAN, dia hanya, tersenyum. Tanpa mengeluarkan satu kata pun.
Cerita ku pun terhenti. Setelah, dia memulai perkataan dengan lembutnya.
“ INI JUMPA KITA YANG TERAKHIR “. Ucapnya.
“ Maksudnya? “. Tanyaku kemudian.
“ Iya, ini terakhirnya aku ketemu kamu “. Jawab dia tegas.
Tak lama, dia menyodorkan secarik kertas bertuliskan sebuah keputusan, yang mengharuskan hal yang aku tak mau terjadi. Dan aku hanya terdiam. Perpisahan itu, kini kembali hadir. Namun, anehnya mataku sudah mati rasa untuk mengeluarkan ungkapan sedih seorang manusia.
“ Ini, buat kebaikan kita! “. Jelasnya.
Aku hanya tertunduk, mencoba untuk menahan perihnya hati, yang mungkin, tidak diketahuinya. Kemudian, dia memeluk tubuh ini. Sungguh rasa sayang menebar jiwaku, saat itu. Rasa yang pernah kudapatkan dari kedua orang tuaku.
Sekilas, ingatan ku kembali kepada orang yang sangat berjasa membuat ku hingga seperti ini. Orang yang selalu sabar dalam menangani tingkah laku yang menurut banyak orang, sangat sulit diatur. Tapi dia, dia orang ketiga yang selalu mendengarkanku ketika ku mengalami kegundahan, setelah allah dan ibuku.
Dia yang selalu, memberiku canda tawa dengan cerita-ceritanya yang membuat ku semangat, ketika aku putus asa. Dia yang paham akan sifatku. Sungguh keikhlasan yang tak tertandingkan. Dan ketika aku harus berpisah dengannya, sempat hati ini, berprasangka buruk terhadapnya. Karena dia sudah tidak sudi denganku.
Dan kini, aku harus mengalami kembali. Apa ini, yang disebut pembelajaran untuk dewasa?!. Jika ini yang disebut dengan pendewasaan, dan apabila aku disuguhkan sebuah pilihan, maka aku tak mau menjadi dewasa. pikirku saat itu.
Dia pun berkata,
“ Aku, sayang kamu!, karena aku sayang kamu, aku mau kamu lebih baik dari sekarang, perpisahan ini, bukan semata-mata perpisahan yang hanya hilang tanpa bekas begitu saja. Ingat, hidup ini pasti berpisah. Karena, suatu saat nanti, pasti aka ada pertemuan di kehidupan yang lebih baik “.
Mendengar ucapan itu, air mataku keluar membasahi hati yang terhanyut dengan perkataan penuh dengan makna tersebut. Kini aku harus ikhlas, dan percaya, bahwasanya perpisahan ini, akan membawa aku ke arah yang baik dari sekarang.
Dan mulai, saat ini, aku mau memilih untuk melatih menjadi seorang wanita yang dewasa.
Benar kata Edward T.Hall (1995) bahwa “ Culture is Communication “ dan “ Communication is Culture “, jika dikaitkan dengan fenomena yang terjadi dalam perkomunikasian saat ini. Mengapa tidak, dalam kehidupan dunia, terdiri dari lima benua, maka sangatlah jelas, di setiap belahan tersebut memiliki kebiasaan yang berbeda.
Sebagai contoh, jika Anda berjalan menjelajahi sudut-sudut dunia, anggaplah Anda seorang berdarah Indonesia yang ingin menuntut ilmu di Amerika. Dan ketika Anda ingin meminjam buku kepada teman Anda yang berkebangsaan Negara tersebut, Anda merasa sakit hati akan perlakuan teman Anda yang memberikan buku dengan tangan kiri.
Atau ketika Anda berjalan menuju ke belahan Negara lain, seperti Prancis. Bagi Anda yang Muslim, pasti akan beristighfar, ketika melihat tingah laku muda-mudi Prancis melakukan France Kiss. Sebaliknya, bagi mereka yang Non-Muslim, akan merasa “ ngeri “ ketika bertemu seorang berdarah Arab, atas saling cium pipi satu sama lain.
Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda pula. Dengan kata lain, cara kita berkomunikasi sangat bergantung pada budaya kita : bahasa, aturan, dan norma kita masing-masing (Berdasarkan kutipan Komunikasi Antarbudaya, Elvinaro Adrianto).
Maka tak heran, di studi kasus sebelumnya, Orang Indonesia merasa sakit hati dengan perlakuan American yang memberi buku dengan kanan kiri, sebab orang Indonesia sudah menanamkan suatu pijakan tata krama, bahwasanya memberi dengan tangan kiri, merupakan bentuk ketidaksopanan. Padahal dalam kenyataannya, orang Amerika tidak bermaksud demikian.
Hal yang seperti itu, dinamakan Etnosentrisme. Etnosentrisme menurut Sumner, ialah “ memandang segala sesuatu dalam kelompok sendiri sebagai pusat segala sesuatu itu, dan hal-hal lainnya diukur dan dinilai berdasarkan rujukan kelompoknya “ ( dalam Gudykunst dan Kim, 1985 : 5 ). Pandangan-pandangan etnosentrik itu antara lain berbentuk stereotip, yakni suatu generalisasi atas sekelompok orang, obyek, atau peristiwa yang secara luas dianut suatu budaya.
Itulah yang juga terjadi di Indonesia. Indonesia terdiri dari berbagai macam etnis, sehingga menimbulkan permasalahan kegiatan komunikasi satu sama lain. Jangankan dengan yang berbeda etnis, bahkan yang satu etnis pun terkadang terjadi misunderstanding.
Sangat disayangkan, proses Komunikasi yang memiliki pesan yang akan disampaikan, ternyata menimbulkan effect yang berbeda. Sehingga terjadilah komunikasi yang tidak efektif.
Yang menjadi pertanyaa ialah, Apakah kondisi etnosentrisme di Indonesia sangatlah begitu besar, hingga menimbulkan stereotip yang tidak dapat diganggu gugat akan kehabsahannya ?.
Ternyata dilihat dari sejarahnya, perkembangan peradaban yang terjadi di Indoensia sangatlah berbeda diantara Negara-negara yang lain. Contoh, penyampaian tuntutan meraih ilmu pendidikan baru masuk di Indonesia ketika dipelopori oleh cendikiawan-cendikiawan di masa kemerdekaan. Sebelumnya, masyarakat Indonesia hanya mengandalkan tradisi turun temurun, yang sebenarnya belum tentu benar, dan ternyata hal itu, berdampak sampai saat ini.
Dan sayangnya, mereka tidak mau merubah paradigma yang sudah tertanam barabad-abad lalu. Inilah permasalahannya. Sebenarnya, mengatasi permasalahan – permasalah demikian, haruslah dilakukan dari hal yang fundamental. Yakni, bahasa. Harus menyatukan persepsi satu sama lain.
Tetapi sayangnya, Indonesia sudah memiliki standart bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Namun sangat disayangkan, penguasaan bahasa di Indonesia tidak begitu tinggi. Sehingga hal yang fundamental tadi, benar – benar menjadi akar permasalahan.
Untuk itu, stereotip tadi harus kita hapus. Seperti, pendekatan Antarbudaya. Yaitu salah satu bentuk pembelajaran lebih dalam di satu budaya. Karena semakin kita mengenal budaya orang lain, semakin terampillah kita memperkirakan ekspektasi orang itu dan memenuhi ekspetasinya tersebut. Artinya, ekspetasi ini dan cara kita memenuhinya didasarkan pada apa yang telah terjadi sebelumnya.
Public Relations (PR) secara konsepsional dalam pengertian “State of Being “ di Indonesia baru dikenal pada tahun 1950-an, Setelah kedaulatan Indonesia diakui oleh Kerajaan Belanda pada tanggal 27 Desember 1949. Dimana pada saat itu, Indonesia baru memindahkan pusat ibu kota dari Yogyakarta ke Jakarta. Tentu saja, proses pembenahan struktural serta fungsional dari tiap elemen-elemen kenegaraan baik itu legislatif, eksekutif, maupun yudikatif marak dilakaukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah menganggap penting akan adanya badan atau lembaga yang menjadi pedoman dalam mengetahui“ Who we are, and what should we do,first? “. Oleh sebab itu, dibentuklah Departemen Penerangan. Namun, pada kenyataannya, departemen tersebut hanya berdedikasi pada kegiatan politik dan kebijaksanaan pemerintah, baik pemerintah pusat maupun daerah. Dengan kata lain, tidak menyeluruh.
Dengan alasan demikian, pada tahun 1962 , dari Presidium Kabinet PM Juanda, menginstruksikan agar setiap instansi pemerintah harus membentuk bagian atau divisi Humas (PR), ditahun itulah, periode pertama cikal bakal adanya Humas di Indonesia.
Namun, tidak berhenti disitu saja, PR berkembang sesuai dengan keadaan yang terjadi. Dimulai dengan pengambilan kata “Humas” yang merupakan terjemahan dari Public Relations. Maka tak heran, kita sering menemui penggunaan sebutan “ Direktorat Hubungan Masyarakat” atau “Biro Hubungan Masyarakat” bahkan “ Bagian Hubungan Masyarakat “ sesuai dengan ruang lingkup yang dijangkau.
Jika dikaitkan dengan state of being, dan sesuai dengan method of communication, maka istilah Humas dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, jika kegiatan yang dilakukan oleh Kepala Hubungan Masyarakat itu, hanya mengadakan hubungan dengan khalayak di luar organisasi, misalnya menyebarkan press release ke massa media, mengundang wartawan untuk jumpa pers atau wisata pers, maka istilah hubungan masyarakat tersebut tidaklah tepat apabila dimaksudkan sebagai terjemahan dari public relations.
Itulah yang dialami oleh Indonesia, yang ternyata lupa akan aspek secara hakiki dari PR itu sendiri. Seperti, Pertama, Sasaran PR adalah public intern (internal publik ) dan public ekstern (Eksternal Publik). Internal Publik adalah orang-orang yang berbeda atau tercakup organisasi, seluruh pegawai mulai dari staff hingga jendral manager. Eksternal Publik ialah orang-orang yang berada di luar organisasi yang ada hubungannya dan yang diharapkan ada hubungannya. Seperti Kantor Penyiaran, PR harus menjalin hubungan dengan pemerintah, asosiasi penyiaran Indonesia, sebagai organisasi yang berhubungan, selain itu dengan berbagai macam perusahaan, biro iklan, LSM, dan masyarakat luas, sebagai calon pembuatan relasi kerja sama.
Kedua, kegiatan PR adalah komunikasi dua arah( reciprocal two ways traffic communications ). Artinya, dalam penyampaian informasi PR diharapkan untuk menghasilkan umpan balik, sehingga nantinya dapat menjadi bahan evaluasi perusahaan agar lebih baik.
Ternyata, orientasi PR Indonesia belum seutuhnya dapat dikatakan sebagai “ PR Sejati “. Sebab berbeda dengan konsep yang diterapkan oleh bapak PR, Ivy L.Lee, yakni mempunyai kedudukan dalam posisi pemimpin dan diberi kebebasan untuk berprakarsa dalam meyiapkan informasi secara bebas serta terbuka.
Maka tidak heran, di periode pertama tersebut, PR di Indonesia secara struktural belum banyak yang ditempatkan dalam top management. Ironis memang, dalam kenyataannya pemimpin perusahaan sering meminta kepala humas untuk mendampingi ketika menghadapi publik eksternal. Selain itu kegiatan masih banyak bersifat penerangan satu arah ke publik eksternal semata-mata.
Namun, perkembangan PR di Indonesia semakin maju, sehingga kini dapat dikatakan sebagai “PR Sejati”. Hal ini, dikarenakan perkembangan teknologi yang sangat pesat, sehingga membawa perubahan zaman.
Terbukti di periode kedua, pada tahun 1967-1971, terbentuklah Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas). Tata kerja badan ini antara lain ikut serta dalam berbagai kegiatan pemerintah dan pembangunan, khususnya di bidang penerangan dan kehumasan, serta melakukan pembinaan dan pengembangan profesi kehumasan.
Di periode ketiga tahun 1972 dan 1987, munculnya PR kalangan profesional pada lembaga swasta umum, yakni didirikannya Perhumas ( Public Relations Associations of Indonesia ) pada tanggal 15 Desember 1972. Konvensi Humas di Bandung tahun 1993, telah menetapkan Kode Etik Kehumasan Indonesia ( KEKI ). Perhumas tercatat sebagai anggota International Public Relations Associations (IPRA) dan Forum Asean Public Relations Organizations ( FAPRO ).
Pada tanggal 10 April 1987 di Jakarta dibentuk suatu wadah profesi PR lainnya yang disebut Asosiasi Perusahaan Public Relations Indonesia ( APPRI ), yang bergerak dalam konsultan jasa kehumasan.
Di periode keempat, tahun 1995 hingga sekarang, perkembangan PR sangat pesat. Ternyata perkembangan PR tumbuh dikalangan swasta bidang professional khusus (spesialisasi) Humas bidang idustri pelayanan jasa. Ditandai terbentuknya Himpunan Humas Hotel Berbintang (H-3) pada tanggal 27 November 1995. Berdirinya Forum Humas Perbankan (Forkamas) pada tanggal 13 September 1996.
Sehingga kini, dapat sinkron dengan rumusan Fungsi PR dari Departemen Penerangan R.I, yaitu :
- Melaksanakan Hubungan ke dalam, yaitu pemberian pengertian tentang segala hal mengenai Departemen Penerangan terhadap “Internal Public” yaitu para karyawan.
- Melakukan hubungan ke luar, yaitu pemberian informasi tentang segala hal mengenai Departemen Penerangan terhadap “External Public” yaitu masyarakat pada umumnya.
- Melakukan pembinaan serta bimbingan untuk mengembangkan Kehumasan sebagai medium penerangan.
- Meyelenggarakan Koordinasi Integrasi dan Sinkronisasi serta kerjasama kegiatan Hubungan Masyarakat untuk penyempurnaan pelayanan penerangan terhadap umum.
hADuh, Malu banget deh kalau inget tadi pagi.
tadi, pagi gw langsung beres-beres rumah. Biasa jadi pembataian di lebaran deh, abis para pembataian khan lagi pada mudik tuh,yasuwlah gw deh penggantinya.heehe..
mama sama papa masih nginep di Sukabumi, kalau gw sama adek gw gag nginep, biasa anak muda!!huidih..
udah macet,naek mobil umum yang full. mending full AC, lah ini full asep rokok..huleh..kebayang kan bagaimana BT nya?!!,
pagi mejelang, dan tiba-tiba adek gw ketok-ketok kamar gw..sambil miscall gw via ponsel. (Jah gaya banget yak nih anak!!)
Adek gw : ” Kakak!! “
Gw : ” Apaan si Da? “
Adek gw : ” Ka, kita harus ke Centro, baju aku kekecilan. mau tuker!!
Gw : Iya, ntar aja tunggu mama yak, dah ah..gw mo beres-beres tmpat tidur!!
Adek gw : ” Gag bisa kak!!, batasnya hari ini!!
Gw : ” iya, hari ini, bukan bearti pagi-pagi jam 7 kan??? “.
Adek gw : ” Iya sih, tapi harus sekarang!! “
Gw : ” Yaudeh, ntar kakak anter lo ke sono, tapi, lo ngepel ya da!! “.
Adek gw : ” Huhh..!!,yaudah deh!! “
gw : hahahahahahahahaha!!!!!,ke…..na de…!!
( Ketika jam 11 )
gw dan adek gw semua udah siap untuk langsung ke Centro. Pas pengen cao, tiba-tiba adek gw udah ada di garasi. trus dia memanaskan mobil.
gw : ” Da, lo ngapain manasin mobil?? , emang aa mo pergi??
Adek gw : ” Ya..buat kita “
ngek!!,spontan gw terkejut,ternyata tuh bocah suruh gw supirin dia, gw aja gag punya SIM, ada-ada aja tuh bocah!!
Gw : ” Da, kakak kan gag ada SIM, udah naek mobil umum aja, lagian margo ini, deket!!
Adek gw : ” Ha..kakak, naek mobil aja,polisi khan gag ada ini, entar dari margo, kita ke CIM,”
busyeh!!,awalnya gw berpikir, adek gw lagi kesambet makhluk aneh, makanya otaknya agak gag beres!!, tapi, ini juga jadi pertama buat gw untuk nyetir mobil sendiri tanpa bokap gw,hehehe..ya..yang penting berani dulu, jalanan sepi ini..hahahhaa..
dengan modal nekad, gw akhirnya nya naek mobil. semua mulus sampe margo. yang namanya depok, wuidih..sepi banget..!!,dasyat bener dah..
pas pengen balik dari margo,gw segera mungkin mengeluarkan mobil dari tempat parkir, tiba-tiba dari arah luar, ada mobil yang ingin masuk, dan gw mentok, gw berusaha puter stir, eh yang ada kagak jalan..hua..panik berat gw tadi..
adek gw : ” Kak, mobil depan nya udah klakson-klason tuh!!,cepetan kak!! “
ucap adek gw panik.
gw : ” Iya, kakak tau, “
ucap gw yang ikut panik.
ada kali 10 menit, gw gag gerak-gerak. akhirnya satpam menghampiri kita berdua.
eh belum sempat tuh satpam, negur gw, mobilnya gerak. dan bisa dijalanin. dan
TAPI…tiba-tiba adek gw teriak,” Kakak,awas portal!! “
yang ada gw nabrak portal, Perkara nomor 2!!
tuh portal sampai copot, mobil gw malah fine-fine ajah..LUAR BIASA!!,gw langsun keluar, dan minta maaf sama satpam margo city. dia cuman bilang,
satpam : ” Hati-hati ya mbak!! “
semua orang ngeliatin gw, haduh..malah depan mobil gw, ketwa-ketawa gitu, haduh..maluu…gw malu..
di jalan, kita berdua malah terdiam. dan kemudian ” HAHAHHAHAHAHAHA..” kita berdua ketawa lebar!!
Adek gw : ” Oon banget sih kak!! “
gw : ” Au ah..”
eh adek gw ketawa!!..Huu..cumi!!
adek gw : ” Ke CIM nih kita?? “
gw : ” Hua..pokoknya kagak ada CIM-CIM an!!, gw gag mau ber-urusan ma portal lagi!!,
tawa adek gw tambah gede!!
ha..BT gw!!
NO PORTAL!!!
” KANTRY,LU BELAJAR YANG BENER YA!!,KASIANAN NOH BABEH LU,KERJA BANTING TULANG,BIAR ANAKNYA PADA SEKOLAH,LU JANGAN KAYAK GUE,YANG CUMAN LULUS KELAS 1 SD,JADI SARJANA YANG BENER!! “
itu kutipan pesan dari Emak (Said, “Emak” panggilan “nenek” di keluarga gw,Sang d Big Batavia’s Familiy,hehe..) setiap gw berkunjung ke rumah nenek gw. dan pada saat itu, kondisi gw ialah baru kuliah di tahun pertama. Celotehan yang ringan,namun dalam. Tapi sekarang, beliau udah gag ada. sudah 5 bulan, beliau gag ada di tengah-tengah keluarga besarnya. Hmm…kepergiannya membawa sedih buat semuanya. termasuk gw. gw ngerasa, lebaran ini kurang tanpa beliau. Biasanya, di lebaran pertama, keluarga gw langsung menuju rumah emak di Cimanggis, trus..sungkeman gt deh,trus..beliau menyiapkan makanan kesukaan cucuk-cucuk nya. bayangkan, beliau harus menyiapkan makanan kesukaan dari 17 cucu-cucunya. Subhanallah,betapa baiknya beliau.
trus yang lebih penting,beliau sering ngasih angpau ke cucu-cucunya. hehehe…
Enggak tau kenapa, padahal angpau dari beliau lah yang jumlahnya paling kecil, tapi gw dan seluruh saudara-saudara gw menunggu-nunggu “salam tempel ” darinya. rasanya, Gag karuan deh kalau dah dapet..
sekarang, suasana lebaran di rumah emak, berubah total. Berubah bukan karena dari makanan atau hidangannya, tapi..suasananya..
adek-adeknya papah terlihat raut wajah yang kosong, jarang gw melihat canda tawa dari mereka. Bahkan papa sama mama pun ikutan bengong, waktu itu hujan Mengguyuri hari kemenangan. semuanya merindukan kehadiran emak ditengah-tengah kami.
biasanya, keluarga besar sanak saudara yang paling jauh kumpul loh, tapi ternyata hari itu, enggak kompak. alhasil, di hari pertama gw gag dapet angpau lengkap donk!!,,Ups..!!hehehe..
bukan deng, tapi, ketemu mereka semua. So, semua harus muter berkunjung ke rumah satu sama lain lagi. kalau dulu, dalam sehari kita bisa ketemu semua. Jadi besoknya bisa langsung gantian ke saudara Mama. kali ini bener-bener beda..Hyuh…!
ALLAHU AKBAR!!
ALLAHU AKBAR!!
ALLAHU AKBAR!!
WALILLAHILHAM!!
sUNGGuh takbir itu, terdengar kembali. Sungguh seluruh jiwa, ini tak kuasa, meneteskan air mata. Ya..Allah..Bulan Mu sungguh cepat usai,
Memang, pergantian merupakan kehendak Nya. kata-kata itu, yang terucap di lubuk hati yang paling dalam Ketika dalam perjalanan menuju rumah mendiam nenek gw di Cimanggis. Dalam perjalanan itu, keluarga gw lengkap dalam satu mobil. Hmm..tumben-tumben banget deh, bisa satu mobil lengkap, 1 keluarga. biasanya, kadang ada yang gag bisa ikut,karena ada janji dengan teman, entah itu gw maupun kakak gw. tapi tadi, alhamdulilah,semua komplit.
sepanjang perjalanan, papah sengaja untuk memutar sound dengan TAKBIR. berasa banget deh lebarannya. umm..bisa dbilang pawai beduk gitu deh. Jalan Margonda, macet,penuh dengan masyarakat depok yang sibuk untuk mempersiapkan perhelatan akbar,hari kemenangan.
ternyata, dibalik dari rasa sedihnya gw, akan usainya bulan Ramadhan, gw baru sadar, suasana malam takbiran ditiap tahunnya selalu ramai. buktinya, terdapat kembang api,menghiasi kota depok malam itu. Wuidih,udah kayak di Parris gitu deh..hehehehe..
Ya..ALLAH, betapa ku, bangga akan menjadi seorang muslimah.
Ya..ALLAH betapa ku , bangga akan kekuatan Mu, yang tercermin dalam ukhuwah islamiyah.
Ya..allah Maaf kan Hamba,yang telah Kufur akan nikmat Mu yang Luar Biasa.
Ya..allah, Semoga hamba dapat bertemu kembali dengan Ramadhan Mu di taun depan, Yang sungguh Mulia
TAQABALLAHU MINNA WAMINKUM,
sHIYAMANA WA SHIYAMAKUM!!
-HAPPY IDUL FITRI 1429 H-