GALAU DI MALAM JUM’AT

Depok, 24/1/2013

 

” Oh..Dunia semakin rapuh kau rupanya. Se-rapuh kejapan hati saya malam ini ”

Kata rapuh mungkin menggambarkan kelemahan, ketidakberkuasaan, ketidakmampuan, Kopong, Tak berisi, dan masih banyak lagi. Gimana malam mu hari ini kawan?. Semoga baik-baik saja ya. Rumahku di pukul 22:15 WIB sudah sepi dengan suara Mamah, Papah, Nada, Jaka. Malam rupanya membuat mereka lelah akan kegiatan libur sehari ini.

Oh iya, mau ngucapin dulu nih, ” Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW untuk ummat muslim di manapun ” semoga hari ini bukan hanya sebagai pringatan tiap tahun saja, tapi jauh dari itu semua, kembali kita renungkan ” Apakah kita sudah menjalankan suri tauladan, dan ber akhlak yang baik selama kita hidup ?? “. Jawabannya udah pasti lah ya, enggak bisa tuh di jawab secepat menjawab psikotest. Karena bisa jadi waktu mu, waktu ku, waktu nya, tidak akan sama ketika memulai mengenal Allah dengan sungguh-sungguh. Intinya sih, No the other right man who show you what should you do as moslem. Allahumma Shalli A’lla Sayyidina Muhammad… *Salam Rindu ku untuk mu Ya Rasulullah*

Karena Maulidan, tentu aja, saya yakin banyak banget warga Indonesia yang menikmati “Tanggal Merah” yang kemudian dilanjutkan dengan “Hari Kejepit” Hyeaaah.. Cuman di Indonesia yang punya tradisi seperti ini. Bravooo Bravoo wahai cucu Adam di Indonesia !!

Tumben-tumbenan lah, libur sehari ini memberikan semangat tersendiri. Hm..awalnya sih sedikit ragu sama hari ini. Maklumlah..bagi saya ” Hari Kejepit” itu enggak ada. Sedikit envy sama orang yang harus liburan panjang ke luar kota. Ditambah banget nih, dari tadi pagi tuh, rumah saya sepi banget. Adek, Mamah, Papah, sama kakak tuh pada pergi semua. Nyokap sama bokap melaju dengan pertemuan keluarga besar di Cimanggis, si Nada sibuk dengan latihannya, dan Si Abang Jenong sibuk sama persiapan penelitiannya.

Pertanyaannya ialah, ” Lah Gue Nape Kagak Ngikut Aje ? . Ke rumah Engkong lo kek, Nganterin adek lo kek, atau Bantuin Abang lo yg lg puyeng kek ? “

Nah.. itu dia, dari pagi gue itu hibernasi, jajan, terus ngerjain kerjaan yang Whattheee…

Pokoknya setengah hari ini saya Home Alone. Untung aja kan, enggak ada penculik, kalo ada, wah nasip saya akan sama kayak anaknya Nazar – Muzdalifah yang diculik. Tiba-tiba jadi ngebayangin kalo saya diculik, kira-kira nyokap bakal bilang, ” Saya Akan Kasih Semua Yang Kamu Mau. Mau Mobil Kek, Emas kek, Harta apapun saya kasih. Asal Anak Saya Kembali Dengan Selamat “. enggak ya?!.

Hahaha tuh kan, pikiran saya mulai ngaco. Amit-amit deh sampe diculik. Jangan Sampe. Naudzubillah..

Di Kamar ku udah pukul lewat 45 menit. Gimana malam mu?. Masih melek-kah matamu di penghujung hari ke 24 Januari ini?!.

Menjaga mata agar tetap terjaga itu tergantung suasana hati. Subyektif sih, tapi ini nyata tanpa rekayasa di diri saya. Biasanya kan, kalau hati lagi berkecambuk pasti deh yang dia lakukan adalah menggoresnya di kertas. Tapi kali ini, pola saya, saya akan ubah itu semua menjadi gores dengan bloging. 

Bicara hati nih, kata saya sih, saya lagi galau. Cuman ini agak beda dari kebanyakan orang. Biasanya galau itu malam minggu, tapi saya, saya malam jum’at. Hm..bentar liat kalender dulu, jangan-jangan jum’at keliwon. Ah..syukur deh, malam wegi. hahaha..

Enggak kerasa nih usia udah beranjak dewasa. 24 Tahun. Dewasa bukan tua loh ya. Tapi Dewasa adalah sikap. Tapi tua itu adalah kenyataan yang dibandingkan ( Sumber : Asumsi Gue Sendiri ). Violaa..!! nyaris pikiran saya jauh menembus waktu seperti pilem lorong waktu. Ternyata waktu itu cepat. Dan saya, saya terbukti menjaganya agar tetap lambat.

Saya sadar bangetlah, beberapa bulan terakhir ini cukup terlena dengan apa yang seharusnya tidak terjadi. Semacam tidak sadar dalam kesadaran. Seketika ini juga, saya masih mencari peta hidup saya yang sudah saya buat 2 tahun lalu. Pikiran seperti berpacu dalam balutan benang-benang kusut, yang bingung mencari ujung – ujung benangnya.

Tapi bukan Kantry namanya, kalau enggak bisa menstabilkan harinya kembali dengan dirinya sendiri. Dan saat ini, pikiran itu seperti melayang dengan pandangan ke atas melihat 7 lapisan langit yang menjadi labuhan terakhir saya.

Masa depan saya, adalah saya dan Dia yang tahu. itulah yang kembali saya sadarkan di jiwa bahwa saya dan Dia harus kompak menjadi partner hidup biar selamat. Masa depan, cita-cita, keinginan, dan kebutuhan apapun akan tercapai dengan cepat.

Bagi saya, masa depan terbaik adalah menjadi Kantry yang bermanfaat untuk orang lain. yang bisa membangun orang lain, yang bisa membuat negara ini tidak akan malu menjadi penduduk muslim terbesar di Dunia. Karena saya sadar, saya tidak percaya diri dengan banyaknya sholat yg diterima Allah karena kekhusyukannya saya Sholat selama ini, atau mungkin hanya amal zakat shodaqoh yang tercampur ria dunia.

Sekilas masa depan saya berat sekali ya. Enggak selow. Hahaha.. tapi setidanya ini lah yang mungkin akan saya siapkan untuk menjawab ketika malaikat menanyakan kepada saya kelak.

Terlepas dari masa depan yang berat itu, saya sadar saya memiliki keterbatasan. Dan inilah yang akhirnya membuat saya galau. Hm..jadi inget kata sahabat saya, ” Kant, elo itu kalao mikir A ( Aksen ). Orang mah yang A dulu dijalanin “. 

Asli loh, kata sahabat saya itu bener banget. Ini lah yang harus saya antisipasi untuk ke diri saya. Antisipasi yang enggak sembanrangan, penuh dengan strategi dan risk value yang banci banget kalau cuman saya rancang setengah-setengah.

Kalau mikir masalah ini tuh beneran deh bikin galau. Bener-bener galau yang dirasakan cuman diri sendiri sama Dia yang tak akan pernah tidur. Belum lagi kalau mikirin masalah jodoh. Hyeaaah..untuk masalah ini udah enggak seharusnya saya mengelakkan untuk “Nanti dulu”. 

Saya sadar, perubahan itu dimulai dari keluarga. Kerajaan Kecil yang akan saya rancang untuk mimpi besar. Hm..ya itu tadi, kita bukan superman yang punya kekuatan sendiri dengan sayap. Tapi saya juga harus membuat “sayap-sayap” yang Allah tunjuk untuk merancang bersama mewujudkan masa depan itu.

Kalau mikir yang satu ini, kadang jadi garuk-garuk sendiri gitu deh. haha..

kepikiran untuk membayangkan orangnya aja, enggak sama sekali. *sueeer…

Oke, Jodoh adalah takdir Allah yang harus kau buat. Dibuat ya, bukan dicari. Inget loh ya, dibuat dan dicari maknanya cukup berbeda.

Dan gue yakin, Takdir Allah akan indah. Asalkan kita ikhlaskan apa yang kita jalani untuk Allah. Bukan yang lain. So,See you soon !! wahai pangeran berkuda !!

Hoam…malam semakin malam, di sini sudah 23.30 WIB, mata udah kedut-kedutan. Entahlah sepertinya dia sudah lelah. Alamaaaak…. Besok pun saya harus masuk kantor pula !!. Hari ku mungkin ini yang terakhir. Tapi Semangatku, ku harap tak menjadi terakhir.

Semoga liburan mu bermanfaat ya…

Wassalamualaikum wr.wb 

Iklan