Kisah Pendek, dalam 5 Huruf.

Hyeaaah ketemu lagi loh kita. Kalau kata Nadia Hutagalung, “long time no see” ..
Yes. Emang udah lama banget kita enggak ketemu. Sama-sama tinggal di Jakarta tapi baru ketemu sekarang. Hahaha.. kelewat sibuk banget deh ini orang-orang yang ada di foto ini.

Tepatnya di Pondok Indah Mall, kita bertemu di tempat makan “everything you can eat” kita bertemu di sorenya jakarta. Perkenalkan ya.. selain saya di foto itu, mereka adalah Imel, Icha, Dan kang Fajrur. Imel Dan icha adalah teman SMP yang bertemu di fakultas komunnikasi unpad dengan kondisi takdir yang menjadi sebab kita bersekutu hingga saat ini. Sedangkan kang Fajrur adalah laki-laki yang masuk ke dalam hidupan kami ketika menjadi kepanitiaan dalam kegiatan BEM kema unpad. Hyeaah lagi-lagi takdir lah yang mempertemukan kita.

Waktu berjalan, sisi kehidupan yang kita alami semasa di jatinangor, sukses banget membuat cerita unik yang Sampai kapan pun akan menarik untuk disimak. Hm..rencanya sih, pemilik blog ingin banget membuat tulisan tentang kami, hm..doakan ya..semoga bisa jadi sebuah cerita ftv/novel. Hehe..

Oke kembali ke cerita reunian para gangoss ini.

Jadi ceritanya kang Fajrur ini adalah abang sekaligus penasehat percintaan perspektif cowok di komplotan kami. Nah, kebetulan doi baru datang dari perantauan luar, makanya deh kita kangen-kangenan gitu bareng orang yang sekilas mirip omesh ini. Dalam pertemuan, kita saling cerita yang menurut kita menarik untuk di obrolkan. Kamu tau, apa yang membuat kami ketawa gelik?!. Yuhu.. ternyata udah berkali kita ketemu, ternyata khusus saya,Imel,Dan icha selalu bertemu dalam kondisi jomblo. Hahaha… untunglah ini tidak berlaku buat kang Fajrur. Kali ini doi udah punya calon yang akan dinikahi secepatnya.

Emang dasar nasib para jomblowati, enggak jauh-jauh tuh yang kita obrolan adalah kisah romansa yang sulit kamu pecahkan solusinya. Haha..

“Kisah lo gimana Kant?”. Tanya Imel tertuju ke saya. Agak gelgapan sih untuk jawab pertanyaan itu.

“Jangan gue deh, hidup gue flat. Enggak menarik untuk diingat. Gimana kalau Icha?, mukanya galau tuh..”. Saya pun mencoba melempar bola. 🙂

“Kok gue sih Kant?!, kisah lo kan banyak tuh. Gimana kalau lo dulu aja”. Eh..ternyata si icha juga sama. Enggan menjadi pertama untuk obrolan permualaan.

“Lah..ini napa lempar-lemparan gini sih?!. “ ucap kang Fajrur sambil garuk-garuk. “Yaudah, yang adil peraturannya adalah, yang dateng telat, dia yang duluan cerita”. Tambah kang Fajrur sambil menunjuk saya dengan sumpit kayu.

jACKPOT Lah ya.. dan saya pun mulai bercerita sekitar 1 jam-an gitu. Tidak lama, obrolan beralih pada masing-masing kisah yang ternyata, kisah kita sama. Ibarat level kursus bahasa Inggris di LIA itu, tingkat kerumitan kisah percintaan kita itu, Imel Basic, saya Intermediete, dan Icha itu Advance.

Tempat makan “suka-suka makan” itu pun berubah menjadi gelak tawa. Kamu tau kenapa kita menjadi tertawa lepas ketika itu. Karena kita baru sadar, bahwa setiap ketemu selalu saja dengan nasib single/jomblo dengan kasus yang hampir sama. Tanpa variasi. haha..

Pernah denger film 30 hari mencari cinta kan?!. Nah, mungkin komposisi Saya, Imel, dan Icha adalah 3 orang yang selalu memiliki nasib yang sama tentang kisah asmara. Sedangkan, Fajrur, adalah laki-laki satu-satunya yang hidupnya paling damai. Karena dia yang paling aman, makanya sering banget deh, kita jadiin narasumber seputar keanehan “cowok”.

mulai dari pertanyaan, Kenapa cowok itu selalu tarik ulur kalau lagi mengenal cewek, atau pertanyaan yang lebih dalam, Sebenernya cowok itu maunya dikejar apa mengejar sih?, Nah dibahas deh ketika itu. Mulai dari jawaban spontan pribadi, jawaban teori emansipasi, hingga pada analisis agama, lengkap banget dibahas.

Satu hal sih, yang perlu diingat bahwa, pada dasarnya love will come into you at the right time. Dan menurut Kang fajrur, kelemahan dari “cowok” itu adalah komitmen. Hanya laki-laki sejati lah yang berani dalam sebuah komitmen. Ada yang menarik dari sebuah teori friendzone. Hm.. sebenernya sih, saya juga baru denger istilah itu. Jadi saya hanya menyimak Suhu Amore, Imel menjelaskan apa, bagaimana mengapa friendzone sering dilakukan.

Sederhananya, memahami friendzone adalah fase di mana sering dilakukan oleh laki-laki atau perempuan dalam proses pengenalan. Tanpa komitmen, dan tidak ada kejelasan sebuah hubungan. Bahasa jaman dulunya semacam Hubungan Tanpa Status. Lawan jenis deket, dan kemudian tidak ada komitmen karena kemauan sendiri. Lebih ke arah senang-senang.

” Loh, bukannya emang mengenal seseorang bukannya dimulai dari sebuah pertemanan?”, Tanya saya kepada Imel.

Dengan bijaksana Imel menjawab, ” Iya sih, emang pada awalnya adalah kita seperti berteman. Saling cerita dan lainnya kita lakuin. Tapi mau sampai kapan lo kayak gitu?. Karena pada dasarnya bohong kalau cowok deket sama lawan jenis tanpa maksud”.

“Kang fajrur, lo kalau ngedeketin cewek, awalnya gimana?”. Tanya Icha.

Sambil mengunyah buah nanas kang fajrur menjawab,” Iyalah. Awalnya temenan. Mengenal. Tapi, ada tapinya. Gue serius nih sama yang sekarang, itu cara pendekatannya beda. Beda, waktu gue jaman-jaman masih mau hanya sekedar pacaran. Untuk sama calon gue yang sekarang, proses pendekatan enggak lama. Karena gue langsung bilang keseriusan”.

See..!!“, Ucap Imel seraya mengamini pandangan kang Fajrur. ” Kayaknya seusia kita tuh udah enggak jaman tarik ulur deh bo. Makanya ketika lo merasa mendapat sinyal-sinyal aneh dari cowok, mending langsung tembak aja. Mau Elo apa sama gue! “. 

Aiiih…. saya cuman bisa bilang Aiih si Imel berani banget yak..*hahaha

Kalau harus bercermin ke diri sendiri sih, kayaknya masih cupu untuk bilang frontal kayak gitu. Masih kaku sih lebih tepatnya. Dan lebih ke sikap. haha..

Obrolan kita makin seru dengan kisah-kisah pengalaman mengenal lawan jenis dengan tanpa status. Langit Jakarta lama-lama terlihat gelap. Sebelum kami mengakhiri percakapan, Kang Fajrur sebagai abang tetua kita semua, menyampaikan pesan yang sangat sayang sekali untuk tidak dicerna oleh para kaum hawa di mana pun.

bahwa, ” Kita akan menemukan orang yang istimewa dengan jalan meminta kepada Allah. Apapun kita minta, pasti jawabannya selalu benar. Dan siapa pun, yang datang dengan cara yang tidak baik, lebih baik tinggalin aja. Apalagi kalau dia maen tarik ulur atau enggak punya komitmen mending skip aja. Karena apa?, Karena laki-laki akan menjadi panutan dan pemimpin bagi keluarga lo. Jadi kalau dia maen tarik ulur gitu, bisa jadi itu cerminan nanti ke depan, bahwa dia takut untuk memutuskan sebuah keputusan. Masalah diterima atau ditolak sama cewek, bagi laki-laki sejati, itu adalah pilihan dari resiko sebuah keberanian “

Wuidiiih mendengar wejangan dari kang fajrur, asli lah rasanya pengen standing applause !! *prok-prok*

Tidak lama, masuk waktu Maghrib, kami berempat meninggalkan rumah makan itu dan melaju ke Mushola. Apakah kita masih galau?. Jawabannya … RAHASIA !! 🙂

Adios..

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s