Interlude 3 : Untuk Kamu, yang Menangis di Hari Kamis

Jujur, bagi ku, ini sangat sulit untuk menanyakan tentang rasa di hatimu hari ini.
Namun, yang ku tau, kamu menangis dalam sepi hingga air mata mu mengering dan megerak.
Kehilangan, ya.. kejadian itu tentu menyedihkan. Aku tau.
Harapan mu sangat penuh untuk sesuatu yang kamu anggap berarti dalam hidup mu. Aku tau.
Kini hilang, ada yang mengambil dari mu. Aku tau.
Bingung, kenapa aku tau?.
Ah, tak usah kau tanya itu kepadaku.
Kau tau aku, aku tidak akan menunjukkan wujudku kepadamu.
Barang wajahku, tubuhku, ataukah suaraku,
Satu yang harus kamu tau, bahwa kehilangan adalah determinasi atas kedapatan yang akan muncul.
Ia baru. Baru bagimu lebih tepatnya.
Pegang janjiku, Ia akan lebih baik untuk mu.
Jadi tidak usah terus membatu seperti mayat hidup ini.
Apa?, kamu masih bertanya kenapa aku menyampaikan ini?,
Kamu tau, aku tertawa lepas mendengar pertanyaamu kali ini.
Baiklah, akan ku sampaikan siapa diriku sebenarnya.
Aku adalah maya, yang terbentuk karena pantulan cahaya secara teratur.
Aku adalah makhluk simetris pada cermin datar.
Aku adalah Kamu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s