ILoNes Present (Because we really love Indonesia)

Create 1 Create 4 ??????????????????????????????? ??????????????????????????????? Create4

Iklan

Kembali ke Bandung

 

Mengapa selalu senang dengan kota ini ya..

Kota penuh kenangan dengan aksi mahasiswa dan persaudaraan tak tergantikan, bermula di Kota Priangan ini. Hingga pukul 11:54 saya masih di Balubur. Tempat grosiran yang lumayan bersih dipinggir jalan tepat bawah jembatan layang Pasopati saya memandang Gedung ITB Magister yang letaknya sangat dekat dengan lokasi saya berada.

Di tempat duduk ini saya mencoba menerawang jauh ke belakang. Ternyata Bandung makin panas. Tidak sesejuk kala itu. Saya yang masih biru, mencoba mengenal apa itu gerakan mahasiswa oleh para senior kampus biru (Unpad). Hingga akhirnya, mengenal organisasi, mengenal politik, dan mengenal apa itu loyalitas tergores manis di Bandung.

Dalam hidup saya, dua kota bersejarah adalah Jatinangor dan Bandung. Nangor-Bandung yang hanya ditempuh 1 jam perjalanan menggunakan Damri yang berbayar 5000 ketika itu, menjadi titip temu dan titik pisah sebuah persahabatan dan persaudaraan.

Kebersamaan suka dan sedih, keringat lelah, dan dan isapan jempol karena luka, ada tergambar jelas di dua kota itu. ITB dan Unpad dua kampus yang memiliki nyawa yang sama selama 2 periode kami. Masih ingat dalam ingatan, wajah-wajah mereka satu persatu, dalam tawa dalam sinisan, dalam dekapan persaudaraan yang sampai detik ini tidak akan saya lupa.

Tidak hanya ITB, ada juga UPI, STT Telkom, Tekstil, Polman, Polban, Dan kalian lah wahai Bandung Raya.. saya benar-benar rindu masa itu. Konsolidasi malam yang mengharuskan saya berkumpul dengan mereka (mau tidak mau) menjadikan ingatan manis bahwa pergerakan ini tidak mudah. Butuh pengorbanan. Apa pun segala finansial, dan fisik harus menjadi tantangan. Walau mereka kebanyakan laki-laki dan saya perempuan yang terkadang satu-satunya di sana, tidak lantas menjadikan saya liar dan atau semacamnya. Melainkan mereka, menjaga saya penuh tanggung jawab. Mengantarkan saya pulang ke kosan dengan selamat hingga depan pagar kosan. Oh benar sekali, mereka saudara terbaik yang saya jumpa ketika itu.

Sekarang, waktu merubah segalanya. Jalan ini ramai dengan kendaraan ke sana ke mari. Ramai dalam sepi. Mereka sudah menjalani ruang dan waktu dunia mereka. Ada yang sudah bekerja di Bank Indonesia, Pebisnis, Sosialpreneur, Volunteer, dan Dosen. Entahlah dunia cepat berputar..

Bukankah, setiap Jum’at begitu rutin kami melakukan aksi?.

Masih ingat betul, jalan ini. Siang ini, kalian masih menggunakan jas alamamater hingga kami beragam warna dengan selembar rilis mengenai suara kami. Kau berdiri di sana, Dan Kau berada di atas mobil dengan kekuatan daya 10 Watt, sedang yang lain sibuk merapihkan barisan kawan kita. Suara kita membuat hingar ruas jalan. Bahkan mereka sudah hafal ketika kita turun ke jalan. Luar biasa..

Jiwa ruhiyah anak Bandung Raya begitu terlihat ketika sudah berkumpul di rumah Allah. Tidak lagi politik, bahkan strategi. Melainkan tausyiah. Satu per satu menyampaikan tausyiah. Begitu juga dengan saya. Macem di lingkaran, tapi ini berbaur atas nama siyasi.

Tapi percayalah, pergerakan ini murni karena Allah. walau sebagian orang menganggap pergerakan siyasi rentan dengan virus merah jambu, tapi bagi kami ini bukan virus tapi merah jambu. Rasa cinta kami satu sama lain, itu bermuara karena Allah. Saling percaya, saling cerita keluh kesah, hinga membuat kita sadar dan tenang, bahwa kita bersama tidak sendiri. Amanah membuat pondasi kekal hinga sekarang. Itulah keuntungan bergerak dan berjalan atas nama Allah.

Nostalgia.. oh nostalgia, hingga lupa sekarang tujuan saya adalah bertemua dengan dosen Unpad yang sedang mengisi simposium di ITB. Perjalanan ini serupa dengan pergerakan, dengan dimensi yang berbeda. Semoga waktu bisa mempertemukan kita, guys.. we missed you all already so much..

bank hFBMdvFy0G

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Cinta ini untuk Mu

 

Tausyiah yang saat ini saya dengar sangat menyentuh perasaan.

Cinta Iman Kepada-Nya.

Itulah tema pagi buta yang menemani perjalanan saya menuju bandara. Iman sebuah percaya yang berasal dari Dzat Maha Besar mengingatkan materi liqo tempo lalu. Karena, iman adalah landasan utama pada diri Umat Islam, maka materi itu terus-terus diulang setiap pekan. Sama halnya dengan Allah menempatkan kedudukan iman begitu utama pada Al-Qur’an, yakni terdpat 846 kali.

Iman hanya ada pada diri kita dan Allah SWT saja. Bahkan Allah menempatkan kedudukan orang ber-iman pada sisi Nya yang mulia. Sebab, orang beriman akan mendapatkan kebersamaan dengan Allah. (At-Taubah : 40)

“Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammada) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat oleh mu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana” 

Percaya segalanya akan datang dan kembali kepadanya, dan Allah Mahatahu segalanya yang terbaik untuk makhluk-Nya. Hidup sejatinya membutuhkan Rakhmat dan keberkahan dari Nya. Dan Dia, menguji kesabaran makhluknya untuk melihat tingkat keimanan kepada-Nya. Apakah di saat dia senang atau sedih, lebih dominan mengingat Allah.

Terkadang, kita akan kembali kepada Allah di saat kita sedih. Segala upaya ibadah wajib atau sunnah dijalankan demi sebuah pertolongan, lindungan, atau ketenangan. Namun bagaimana dengan kondisi kita sedang senang?, Biasa jadi kita justru mengurangi kedekatan kita dengan Allah.

Ada orang yang bijak mengatakan, Tingkatkan keimanan kita pada saat kita senang, sebab dengan seperti itu, Allah akan memberikan kita ujian kesenangan kembali yang melimpah. Artinya, jika harus dibandingkan dengan ujian kesedihan dan kesengsaraan, tentu kita akan memilih ujian kesenangan bukan?.

Akan tetapi, hidup itu terus berputar. Jalan hidup sudah ditakdirkan dengan sangat adil. Tinggal manusia bersabar menunggu takdir terbaik dari Nya. Dan hanya usaha untuk meraih Rakhmat dari Nya. Itu sebabnya, hidup akan selalu memiliki petunjuk (Taufiq).

Kita pernah merasa galau pada saat menimbang dua sisi yang mungkin harus dipilih. Ketika pada kondisi tersebut, ketika hati dan pikiran kita hanya tertuju/mengingat kepada Allah, maka itulah petunjuk dari Nya. Sebab, orang yang beriman akan tahu, mana yang Allah suka dan tidak suka, mana yang benar dan tidak benar. Jika sudah demikian, memang sudah selayaknya kita kembali menyerahkan segalnya kepada-Nya.

“Allah mungkin saja mengabulkan do’a dan permohonan kita. Tapi, jika itu tidak terbaik untuk kita, Allah akan tidak ridho memberikan kepada kita”. Ujar seorang ustad.

Mendengar ucapan Sang Ustad, saya langsung menitikan air mata dalam diam. Yaa Allah, begitu banyak obsesi dalam hidup. Begitu banyak perasaan dunia yang masih dianggap terbaik untuk kita, dan Do’a adalah senjata ampuh untuk itu semua. Tapi, Apakah Allah Ridha, saya tidak tahu.

Allah, iman benar-benar rahasia antar kita berdua saja yang mengetahui. Bukan mereka yang selalu menilai dari tampak luar pada diri seseorang. Sungguh, kesabaran adalah cara menunjukkan keimanan itu sendiri tidak mudah. Tanpa sadar mulut ini terkadang lupa dan mengeluh atas apa yang tidak saya ketahui setelahnya.

Keberhasilan di dunia, bagi sebagai orang mungkin luar biasa. Tapi, sekali lagi Yaa.. Allah, biarkan kami merasakan keberhasilan dunia akhirat. Berikan kami, keberkahan atas rezeki penghasilan dari jerih payah kami bekerja. Berikan keberkahan dari setiap prestasi ilmu yang telah kami torehkan. Jangan biarkan kami sombong dan takabur atas keangkuhan dasar manusia. Jika kami seperti itu, maka ingatkan kami. Sebab, hanya Engkau Maha Cinta yang selalu sayang kepada kami dengan setulus-tulusnya cinta.

Kami boleh bersedih oleh Cinta dunia, tapi sadarkan kami bahwa cinta dunia hanya sementara, dan kembalikan kami pada Cinta sesungguhnya. Maka bimbinglah kami..

By alwayskantry009 Posted in my soul

Modus Baru, Tapi Menyenangkan

Harus saya akui, cerita gombal macem di dagelan opera van java itu benar nyata terbukti ampuh. Jum’at (6/3) Saya keluar kantor pukul 18;30 dari kawasan industri Jatake. Kemudian, saya melaju dengan langkah cepat sebab, truk truk pengangkut barang dari pabrik sudah melintas menutupi tubuh saya yang hanya segede semut jika dibandingkan truk-truk itu. Lumayan menyeramkan, karena ketika melihat roda-roda besar itu mengingatkan saya akan beberapa kecelakaan yang marak terjadi akibat roda itu. “Bayangkan, ada orang di bawah roda besar itu yang terlindas tewas”. Gumam dalam hati dengan was-was. Namun, apa daya hidup di dunia industri harus mengenal dunia seperti ini.  Jadi, anggap saja ini hiburan.

Tidak lama, mendekati tepi jalan raya besar, tanpa menunggu lama angkutan umum berwarna biru telur asin sudah memarkir tepat di pinggir sebelah kiri saya. Waktu yang mendesak, saya putuskan untuk menaikki angkutan umum yang ternyata hanya berisi 1 orang penumpang pria.

Ketika duduk dan membereskan masker wajah untuk saya lepas, pria itu melihat saya lumayan lama. Singkat kata di pertengahan jalan, pria itu bertanya kepada saya dengan wajah yang senyum-senyum manis, semacam ada semut besar dihadapannya yang siap menggerogoti tubuhnya satu persatu.

“Mbak, jam berapa sekarang?”, Tanya dia dengan sopan.

“Jam setengah tujuh lebih limas belas menit”. Saya pun menjawab singkat. Saya pun mengambil telepon genggam saya yang dari tadi kedap kedip pada lampu sensor merah di sebelah kanan atas. Sedangkan pria itu, masi terdiam ketika saya hanya menjawab demikian.

Tidak lama, pria itu bertanya kembali, “Mbak, baru pulang kerja?”.

Saya mengangguk sambil tersenyum, tanpa mengadahkan kedua tangan yang ditekukkan tentunya. hehe

Belum puas, dia kembali bertanya, “Kalau boleh tahu, ada lowongan pekerjaan enggak ya di kantor embak?”.

Sambil melirik ke kiri ke kanan dan mengingat wajah HRD saya, saya pun menjawab, “Ada admin untuk eksport import”.

Dengan penuh percaya diri pria itu bertanya posisi kerjaan saya dan kendala dalam bekerja seperti apa. Dengan lempeng, saya menjawab apa adanya fakta saja. Kira-kira obrolan kami berlanjut seputar pendapatan gaji saya sebulan, kemudian, jobdesc saya bekerja.

Karena saya rasa, tidak afdhol jika tidak menghormati pria itu yang sudah keppo terhadap saya, saya pun bertanya, ” Masnya, kerja kah?”

Dia menjawab, “Iya”

Setelah selidik punya selidik ternyata dia agent outsource sebuah agency ketenaga kerjaan. Sambil tertawa, saya pun berbalik umpan.

“Wah, jadi lagi survey nih ceritanya?”. Ledek saya sambil memperhatikan raut wajah yang remang akibat lampu angkutan umum. Pria ini hanya tersenyum. Tubuhnya bergeser pindha duduk kiri dan kanan, seperti orang salah tingkah.

“Mbak. sudah berkeluarga?”. Pancing dia.

“Belum”. Jawab saya dengan santai macem di pantai.

“Sudah ada calon?”. Nah ini nih, jackpot banget saya dengernya. Bukan masalah pertanyaanya, tapi raut wajahnya yang super kocak bikin saya penasaran juga gitu.

“Hmm.. rahasia itu”. Tegas saya sambil mesem-mesem.

“Usia mbak, masih 23 tahun ya?”. Lagi-lagi dia memancing.

“Coba tebak, kira-kira usia saya berapa?”. Ahiiy… pancingan benar-benar nyangkut.

Pria itu berpikir dengan tampang super yakin bahwa dia titisan cenayang yang bisa meramalkan masa depan dan kondisi seseorang. Sebab, sebelumnya dia bercerita tentang gambaran tugas pekerjaan dia, yang mana harus mengajarkan setap calon-calon pekerja untuk dibina sikap perilaku dan ketrampilan. Yang nakal jadi baik, yang tidak bisa jadi bisa. Doi sih bilangnya Spesialis personalia. Asli lah, saya rada pusing sama istilah itu. Tapi sekali lagi ini hiburan.

“Saya rasa, mbak usianya 23 tahun”. Tebak dia sambil menggerakkan telunjuk maju mundur (enggak pake cantik yak!” :D)

Akibat tebakannya itu, saya langsung tertawa lepas. “Salah banget. Saya 26 tahun”.

Dia tertawa perih kayaknya pas tahu usia saya 26 tahun. hehe..

“Mbak asli orang mana?”. Kembali dia tanya.

Kembali saya tantang dia untuk membuktikan ilmu cenayang personalia yang katanya menjadi profesi dia saat ini. Ah, tapi sayang ternyata dia bisa nebak. Katanya dia bisa menebak dari wajah saya yang bulat. Hm.. kali ini maaf ya orang Sunda, kalau ada oknum yang menjeneralisasikan orang Sunda itu wajahnya bulat macem saya. hehe..

Dia pun mengajak saya main tebak-tebakan, untuk menebak usia dirinya. Spontan saja, saya tembak dengan angka 28 tahun. Pria ini tertawa sambil menunjukkan wajah kemenangan luar biasa.

“Salah. Saya itu kelahiran 93”. Ucap dia.

Bah !!. Shock dong kita !!.

Saya kira doi 28 tahun. Pembawaannya itu loh yang luar biasa, ehem.. mature. :-p

“Oh maaf maaf, saya salah tebak”. Salip saya sambil gigit jari dalam hati.

“Enggak apa-apa”. Jawab dia lemes. ” Mbak, pake bb ya?”. Tanya dia sambil menunjukkan telepon genggam saya yang saya pegang ketika itu.

Saya hanya menjawab singkat, “Iya”.

Sengaja saya tidak memberi buntut peluang agar ada tindak lanjut, karena jika dia harus memiliki nomor pin bb saya atau nomor telepon, wah.. bener-bener nih orang demen sama tante-tante macem saya gini. bahaha jangan dah !!

Inti dari cerita ini adalah, entahlah masih ada modus semacam ini. Akhirnya saya tahu, pria ini memakai jam tangan sebelah kanan yang ditutupi oleh safari warna hitam. Oke anggaplah ini modus. Tapi cara modus pria ini terlalu kuno. Perlu ada pemolesan di sana sini agar sedikit cantik maennya. Yah.. namanya juga anak kemarin sore. Mau modusin tante-tante macem saya gini, yang ada mah kena trap balik dari saya. Haduuuh Ojaaaan !!.

Tapi hikmahnya sih, jadi mikir nih, wajah saya itu beneran enggak sesuai dengan usia 26 tahun atau tidak ya?. Waduh, ini menyedihkan sekali jika benar. Justru malah dianggap bocah anak pengikut sekolah kepemimpinan tingkat kuliah lagi, dari pada dianggap sebagai perempuan kantoran. Ini tandanya, image building saya masih gagal. Jadi ceritanya saya ini sedang membuat image yang simple and mature. Tapi ternyata.. malah dianggap anak kemaren ospek kayaknya. Haduuh..

Modus tidak selalu menyeramkan, tetapi hiburan. Ya.. hiburan kalau modusnya gagal. Tapi jika modusnya berhasil, wah.. serem juga ya. Jadi jika menemukan semacam itu, coba dicek lagi, apakah dia memakai jam tangan, memiliki telepon genggam yang mirip dengan kita, atau posisi duduk yang kaku atau santai, serta arah percakapan. Dari situ, jangan ragu untuk memutar balikkan kondisi yang akhirnya benar-benar menjadi hiburan di saat lelah.

Duh, kedengeran jahat sih ya, tapi semoga ini hanya selingan hidup aja. Kalau diterima acuh kan justru hidup makin datar tipis pula. hehehe..

Yuk ah, waktunya tidur..

(Lupa besok udah harus flight pagi buta)

Good Night Indonesia…

 

 

 

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Menjadi Kekasih Allah

Dear Allah,

Ternyata susah sekali terus konsisten mencoba mengambil hati Mu. Upaya dan ikhtiar untuk terus memperbaiki diri tantangannya luar biasa unik. Jujur, saya sangat iri dengan mereka yang senantias berkelut haru, rindu, dalam dekapan mu. Seperti Ibu separuh baya yang rajin membaca Al-Qur’an di kereta selama perjalanan. Sedangkan saya, saya hanya beberapa ayat, dan selebihnya sibuk dengan dunia.

Ada lagi kesulitan saya, untuk benar-benar melepaskan semua apa yang bukan untuk saya. Dan mengembalikkan semua kepada mu dengan ikhlas. Sesulit itu kah, tantangan manusia hidup untuk menentukan jalan hidup mereka?

Akan tetapi, saya tahu sekali Engkau terus membimbing saya dengan tanda-tanda kebesaran Mu. Di situlah hati ini terenyuh hebat. Setiap hari saya bertanya dalam diam, dan ketika itulah, Engkau muncul dengan menunjukkan sebuah kejadian. Engkau memberikan jawaban yang tepat sasaran. Dan seketika itulah, sulit saya membendung air mata bahwa Engkau senantiasa bersama saya.

Wahai Allah, Maha Kekasih..

Susah sekali mencintai Mu dengan tulus ikhlas. Namun, pada hati ini sungguh menyadari bahwa ketenangan dan keselamatan hanya bermula dan berakhir kepada Mu.

Wahai Allah, Maha Kekasih..

Lindungi saya, dari perbuatan yang tidak benar dan Engkau benci. Tegur saya jika hati ini mendua dengan yang lain. Engkau masih memberikan ku kesempatan untuk bermesraan dengan Mu, di waktu-waktu sendiri ku. Maka, Bimbinglah saya untuk menjadi perempuan layak di syurga mu kelak. Ingatkanlah pandangan saya, Kaki saya, telinga saya, tangan saya, dan seluruh tubuh saya hanya bergerak dalam ibadah.

Wahai Allah, terimakasih atas segala kesempatan ku yang Engkau kasih untuk masih bisa berkumpul dengan orang-orang sholeha pagi ini. Setelah sekian lama, saya menunggu untuk kesempatan yang baik ini, bukan karena yang lain, tetapi karena dakwah ini membutuhkan ilmu agar tidak sesat.

Engkau Maha Tahu, apa yang saya alami saat ini. Berperang tidak dengan senjata, tetapi dengan pemikiran itu tidak mudah. Maka.. bimbinglah dan berkahi untuk setiap ilmu saya hari ini. Berkahi langkah kaki dan lisan yang senantiasa menghidupkan semangat dan jiwa setelahnya.

Semoga hari ini adalah jauh lebih baik.

aamiin..

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Bahasa, Gimik Ciamik dalam Bisnis

Sore ini, saya sengaja pulang tenggo (bunyi teng, langsung go) atau istilah mudahnya, buru ngibrit setelah nge bel. Fenomena ini langka sekali terjadi pada diri saya. Bahkan hal yang mustahil untuk pulang tenggo. Selain tumpukan pekerjaan, belum lagi harus menjawab setiap email kiriman dari klien.

Tapi dan tapi, berkat kejadian pembegalan yang marak terjadi di Tangerang dan Depok, alhasil saya diwajibkan, diharuskan oleh bos saya untuk pulang cepat. Intinya sih, “Gih, sono dah lo pulang buru, dari pada elu ilang, gue yang rugi”. Nah, kira-kira semacam itu. hehe..

Saya sih senang sekali harus pulang tenggo. Walaupun jalanan super macet, kereta super padat, dan perut yang super laper, tapi setidaknya saya masih bisa sampai rumah sebelum jam 9 malam WIM (waktu indonesia mampang). hehe..

Singkat kata, perjalanan masih seperti biasa. Pemandangan juga masih seperti bisa tepat 45 menit perjalanan. Tidak lama, handphone saya berdering. Ternyata mbak ayu, menelpon saya. Well, mbak Ayu adalah agency periklanan yang baru-baru saja menawarkan saya jasa periklanan untuk branding perusahaan. Kita belum sempat bertemu, tapi obrolan di email begitu dekat. Apa karena asas marketing yang sok dekat sok kenal kali ya, bisa jadi. Intinya, hubungan kami cukup harmonis.

“Halo, mbak kantri, maaf saya baru telepon diri mu nih”, Sapa Mbak Ayu sambil ketawa kecut.

“Oh Hi, mbak Ayu. Iya enggak apa-apa kok. Gimana gimana pesanan aku?”. Singkat saya.

“Iya nih, enaknya kita ketemua aja yuk mbak hari ini, biar sekali ketemu bahas desain dan harga minggu depan langsung cetak. Gimana?”. Tanya Mbak Ayu.

Tadaaaaa !!. Hari ini. Yeah hari ini, yeah tau aja dia kalo saya pulang tenggo. Gagal sudah !!.

Tapi bagaimana lagi, profesionalisme tjuy !!. Ibarat deadline emang udah sahabat sejati sejawat dalam dunia PR, jadi mau dikatakan aplagi..

Akhirnya saya menyetujui pertemuan itu. Ketemulah kita di sebuah rumah makan khas Jepang di daerah Sudirman. Setiba di sana, saya langsung celingak celinguk nyari orang. Sebenernya itu juga karena ditanya, “Sudah ada janji?” sama petugas infront officenya. Ternyata saya baru sadar respon saya itu sulit anti mainstreem loh. Ketika ditanya “Sudah janji” pasti celingak celinguk. hahaha..

Kemudian, saya segera ambil tempat duduk paling depan, sambil mengirimkan pesan singkat melalui WA.

“Mbak, aku udah di lokasi ya. Aku pake blazer biru dongker, rok berwarna hitam, dan jilbab bermotif Pink fanta”. Kira-kira seperti itu isi pesan singkat saya.

Sambil membolak balikan daftar menu, celingak celinguk sekeliling rumah makan ini, berharap ada gitu yang tiba-tiba kenal dan diajak traktir, eh taunnya kosong enggak ada orang kecuali saya. Good !

20 menit berselang maju, tiba-tiba ada yang datang menghampiri, sosok perempuan cantik dengan tubuh yang sedikit berisi memakai blazer hitam, rok mini super ketat, dan heels yang kira-kira 3 centi tingginya sukses membuat tingginya sekitar 156 centi meter. Jadi tinggi asli kurang lebih 153 cm.

“Mbak Kantri?”. Tanya dia sambil menunjuk saya.

“Iya. Mbak Ayu?”. Saya pun balik bertanya dan menunjuk.

Kami pun saling tanya dan saling tunjuk. Ibarat suit, tunjuk versus telunjuk endingnya seri. Jadi mesti suit lagi, tapi apa daya Mbak Ayu ini langsung menjabat tangan saya hangat. “Maaf ya, lama nunggu”.

Saya pun segera mengelak ketidakberatan atas keterlambatan yang tidak terkonfirmasi (Nah bingung kan ni bahasa?. Sama !). 😀

Tidak lama tempat duduk kami didatangi oleh seorang laki-laki sekitar 30 tahunan berpenampilan menarik, rapih, wangi, dan ternyata rekan kerja dan rekan hidupnya Mbak Ayu. Namanya Mas Dicky.

“Jadi gimana nih mbak Ayu, kelanjutan ordernya?”. Tanya saya kemudian.

Anehnya, Mbak Ayu sebagai juru bicara tidak langsung menjawab pertanyaan saya, dia hanya tertegun liat saya sambil berkata, “Kayaknya kita pernah ketemu deh. Atau wajah mbak kantri ini familiar, tapi di mana ya?”.

Emang dasar saya nih, langsung nyeleneh ngejawab, “Ayo.. mbak, mirip artis siapa coba?”. 

Lah, semuanya malah ketawa. Kurang tahu juga sih, itu mereka ketawa karena miris, atau ketawa hina?. Ah, sudahlah.. anggap saja tidak masuk keduanya. Okesip!

FYI, pendekatan semacam itu ternyata pendekatan marketing loh. Kuncinya, cari titik di mana orang itu bisa GeEr abess!!. Setidaknya bikin kabur dulu gitu pikirannya, bukannya mikir bisnis malah mikir “Gue mirip artis siapa”.  Padahal kan enggak ada yang bilang saya mirip artis bukan?. Jadinya ketawan deh, obsesi saya pingin bener jadi artis kebongkar sudah. haha..

membahas desain, tawar menawar harga, selebihnya ketawa ngobrolin artis. Tuh kan, sukses deh dia !. Tapi emang bener loh ya, hubungan yang kaku itu menyeramkan dan membosankan. Mencari pasangan aja harus yang bisa menjalin hubungan yang asik, nah itu juga harus terjadi ketika menjalin relasi bisnis. Kompensasinya jelas, bentuk komunikasi yang fleksibel. Mau komplain sekalipun bisa dilakukan dengan ekspresi yang santai. Toh, pasti mereka juga tidak mau jika customer ilang melayang.

Komunikasi itu mudah-mudah gampang tapi tidak gampangan. Terbukti, masalah orang komunikasi adalah berkomunikasi. Kebayakan teori komunikasi kelompok dan komunikasi massa tapi sudah lupa dengan komunikasi Antar pesona. Dilema memang. Terkadang kita ingin membangun komunikasi yang ceria, yang santai, murah senyum, dan terbuka, tapi dalam beberapa hal ternyata citra perusahaan kita tidak menjunjung citra demikian. Kan, kasihan kalau jatuhnya lebay tragis.

Saya juga curhat lagi, pernah suatu ketika ada yang orang salah persepsi menilai saya. Kita kenal melalui sosial media, ketika dia melihat wajah saya, dan ketika bertemu saya, dia langsung bilang, “Kantri, kamu tau tidak, ku kira kamu itu orang yang kalem, keibuan, pokoknya perempuan banget. Ternyata pecah hingar bingar banget”. 

Atau, ketika saya berhubungan relasi dengan salah satu rekan bisnis melalui email dan telepon. Ketika bertemu dan bertukar pin bb, semua berubah menjadi teman biasa yang suka haha hihi. Tidak ada lagi kalimat baku ini itu nganu ngini. Bahkan dia bilang, “Sampai detik ini, saya enggak percaya kalau kamu itu seorang PRO. Bisa beda begitu”.

Waduh, serem amat semacam 2 kepribadian gini ya saya?!. Pertama, kalau masalah wajah, saya akui lah banyak yang tertipu dengan arti raut wajah. Terus kalau wajah saya seperti orang kalem salah siapa?!. Mau nyalahin Tuhan?!. Kan indak iso tho..

Atau misal ada orang wajahnya madesu, terus kita bilang pasti nasibnya madesu. Nah itu juga ora iso. Itu sebabnya kenapa ada istilah “Don’t Judge a Book from Its cover”. Bagi kaum profesionalism, dimana-mana pasti junjung tinggi kode etik dan citra perusahaan. Walau sebenarnya, watak aslinya, biasa aja, atau bingas, atau agresif, atau malah tertutup. Terlebih untuk profesi PRO. Kami jujur atas profesi kami. Tapi jika jujur untuk pribadi kami, weitz, nanti dulu.

Nah, sekarang cerita yang saya sedikit paparkan ini bisa menjadi satu pilihan untuk meluluhkan hati PRO sebuah perusahaan walau luluhnya enggak paten-paten amat. Setidaknya, first impression you, oke sangat lah. Berilah kesan pertama begitu menggoda. Nah gitu, kayaknya yang benar. Tapi lain cerita jika PRO berhadapan dengan media. Nah itu tunggu cerita lainnya deh ya.. hehe..

Yuk, kerja lagi.

Adioss..

 

By alwayskantry009 Posted in my soul