Ketika ditanya tentang Jilbab

 

 

Harus saya sampaikan, bahwa apa yang digunakan tentu ada alasan mendasar yang harus dipertahankan. Kali ini saya ingin bercerita bagaimana seorang kerabat yang jauh-jauh datang dari Denmark untuk hubungan bisnis dengan perusahaan di mana saya bekerja.

Mr. Darcy Werneck, we usually call him, Darcy. So he has been here for a week to visit another company. Joining with us, we’ll introduce our co-brands “Ellepots system”. He is 51 years old. He just attended his self for Indonesia’s farming experimental taken. A little bit explanation about our brands, The Ellepots is forestry seed process unit for kind of forestry industry comodities. Such as pulp, eucalyptus, banana, teak, and pines. Not only many kinds of forestry comodities, but also we offer the possibility for nursery section. For example Sugarcane, Palm oil, and Tobaco.

Jadi ceritanya, Darcy datang untuk merencanakan perjalanan bisnis di Indonesia bersama perusahaan kami. Selain ia menjelaskan mengenai teknologi mutakhir tentang perbenihan bernama ellepots, Ia juga akan berkeliling Indonesia untuk berkunjung ke beberapa perusahaan yang menjadi target pasar kami. Di sela-sela persiapan presentasi, Darcy dan tim mekanisasi perusahaan kami melakukan pemasangan mesin. Darcy berperan sebagai tutor. Saya ada di sana, untuk mengambil beberapa gambar untuk Advertorial.

Indonesia sepertinya sedang musim kemarau. Dan Tangerang luar biasa panas. Beberapa kali Darcy mengusap keringat. Dan setelah ia melakukan set up mesin, kami pun kembali ke ruangan meeting dan meneguk air kelapa yang menjadi minuman kesukaannya. Di sela-sela pembicaraan, ada hal yang membuat saya tertantang. Darcy mengajak saya berbincang mengenai Indonesia, mengenai pertanian Indonesia, dan tentang diri kami masing-masing.

Usia nya memang sudah tidak muda, tetapi dia sangat enerjik dan mudah bergaul dengan siapa pun. Sampai pada pertanyaan, “Kantri, why do you cover your beauty hair with veil on your head?. Today’s so hot, do you feel sultry, don’t you?”.

Saya pun menjawab, “Sure, i feel sultry. Tapi saya sudah terbiasa. Jadinya mau sepanas apa pun, saya wajib menutup rambut saya. This is about belief. I’m as a Moslem woman, must to cover our beauty boday from the top to the bottom”.

Darcy mungkin tidak percaya, mengapa kami rela menggunakan jilbab, dan dia sedikit membuat saya terbang ketika berkata, “You look so beautiful. Why must be covered by veil. The man might be unseen what you have. Kamu tidak terpaksa menggunakannya kan?. Atau kamu tidak ingin laki-laki merasa patah hati ketika nanti melihat kalian seperti apa?”

Saya menjawab, “No. I don’t be affraid anymore. Because that i decide to covered my body, is order to protect me from the harrasment to me, or i would not to crash some attitude’s males by me. I know what a males thinking. They have higher lobido codition than women have. Untuk itu, kami menjadi agar laki-laki untuk tidak melukai perasaan dan tubuh mereka dari hal-hal yang mematikan”

Makin panas, makin penasaran juga nih ceritanya Darcy. Kembali ia mengulik dan bertanya, mengapa dapat mematikan perasaan. Saya pun ikut tertantang. Penjelasan berbagai macam penyakit seperti AIDS, tau kelamin semua berawal dari hasrat yang terlalu melampaui batas. Ia sadar itu. Hanya, saja ia begitu penasaran mengapa harus ditutupi. Mahkota kecantikan yang seharusnya diperlihatkan oleh banyak orang, justru terhalang oleh sehelai bernama jilbab. Dan jauh lebih detail saya pun menjelaskan bagaimana Islam mengangkat dan menjaga martabat perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Berawal dari obrolan jilbab, kita pun berbincang seputar kesetaraan jender. Perlu diketahui, di Denmark, isu jender sudah tidak asing. Mereka sudah setara. Bagi Darcy, Islam mengapa tidak membebaskan perempuan. Dan perempuan hanya nurut dan kata Darcy perempuan Islam hanya “Enjeh-enjeh” <– Ujar Dia sambil memperagakan dengan gesture.

For us, Women must be explored their potential capabilities by their self. Their life is own decision. So much better if they can do all everything they want”. Kata Darcy.

So, why do arabian women, especially in Egytp. Weared veil until cover almost their body. Covered their face, actually. While you don’t wear like that ?” . 

Saya hanya mesem-mesem, lagi mikir sih sebenarnya. “Mau jawab kek mana ini ya..” hehe..

“Well, Darcy i think it because of geography and cultural roles reason. The Middle east countries have uniqally geography contour. They have a lot of desert of sands. If they flies up arround, they will be so dangerous for eyes and respiration system. Not only about geography, but also cultural roles could that be a reason why they covered their self. Highest libido, and historical civilization since a long-time-ago, to push up to become protected itself. So, if you ask me why we were become backward by the husband, maybe you have to see what is responsibilities between a man and women should be?. Islam, had dividing about that. A man must become a leader who will guide the team to be a winner and success to the final place. Victory for a whole life. At the last time, at the end this life, The Husband will requested by God for their responsibilities. If he had do something bad, he will push off into the hell. While, if he had do something right, he will be given a heaven”. Ujar Saya.

“What kindda of the right thing or bad thing to do or don’t do for man responsibilities?”. Darcy, bertanya lagi.

“Guidingness to pretecting his wife, his children, to do the right thing. The right things are goodness prays “Sholat” , Teach some Islam manners, Those manners as we usually called by “Rukum Islam”, Step by step as a good Muslim. Husband and father are two side of differenciacies causes. Husband must be kind and fairness treatened to his wife. So is the different situation, father has maintenance to fixed their children character, How’s he give food supply for, and get the money from halal occupation”. Kata Saya.

Mendengar penjelasan saya, Darcy hanya berkata “Hm.. I See”.

Jilbab, emansipasi, dan Islam. Tiga hal yang sudah pasti berkaitan. Hingga pertemuan saya selanjutnya dengan Darcy, ia tetap memuji saya. Entah dari warna pakaian saya, atauka jilbab yang saya gunakan. Mungkin Islam terlihat seperti mengekang, dan tidak bebas. Tapi Islam adalah agama yang benar bagi mereka yang beriman. Jadi jangan merasa minder jika banyak yang bertanya mengapa kamu begini, begitu, kok berbeda, dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya pun, hanya sedikit kaum pengikut Nabi Muhammad kelak. Dan semoga kita termasuk salah satu deretan pengikut Rasulullah di akhir zaman nanti. Aamiin..

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s