Mantan Terindah (Super Mellow Abeeeesss)

Kehilangan yang menyenangkan adalah, di saat kita berpikir dua kali tentang arti perjuangan yang tidak fokus pada bentuk fisiknya, tetapi nilai untuk meraihnya. Perasaan yang membekas karena sudah bertahun tahun menemani saat hujan, terik, kemarau, susah, senang, galau, pusing, deg-deg an, bosan, jatuh cinta, kecewa, dan segudang kondisi lainnya memang tidak mudah, awalnya. Mungkin jika dia bisa berbicara, dia akan memiliki perasaan yang sama dengan saya. Selalu tergenggam dalam telapak tangan yang saya yakini bahwa bisikan hati kami pun terhubung tanpa disadari.

Pernah dia hilang, dan kembali lagi dalam genggaman, itu karena waktu dia bersama saya masih bersemi nyata. Atau ketika dia mati suri karena penopang energinya harus soak karena beban penggunaan yang melampaui batas dan kembali hdup kembali dengan penopang baru sehinga dia bisa memiliki energi lagi dengan lancar.

Perjuangan saya kali pertama mendapatkannya penuh perjuangan dan kerelaan. Di saat semua orang sudah menggunakannya pertama kali, saya masih acuh. Dan menganggap memilikinya tidak begitu penting untuk keseharian saya. Tapi, pekerjaan saya menuntut saya meraihnya dengan gaji pertama saya, yang saya cicil selama 6 bulan. Maklum gaji pertama dengan nominal standar, saya berusaha membeli dirinya dengan harga sejumlah gaji saya ketika itu. Sedang saya, bertekad ketika saya sudah dewasa, saya akan memenuhi kebutuhan hidup saya dari jerih payah sendiri. “If i want it more, so i must to try harder”

Bagaimana menahan nafsu untuk tidak membeli ini itu, karena masih harus menyicil, masih saya ingat sampai sekarang. Demi sekotak hitam Blackberry dalvis hitam, saya rela tidak menghabiskan uang untuk hal-hal yang main-main. Menyisihkan 600 ribu setiap bulan tidak mudah bagi saya. Tapi Sekali lagi, tanpa dia saya tak berdaya mengerjakan pekerjaan saya, sulit berkomunikasi dengan kolega, dan silaturahmi sudah pasti terhambat. Kini sudah berjalan hampir 4 tahun, kotak hitam itu sudah tidak ada di sekitar saya. Dia hilang dirampas orang karena keteledoran saya.

Pagi hari ketika mengantri KRL untuk ke kantor, tiba-tiba saya didorong dari belakang berlebihan. Ketika di KRL saya baru sadar, dia sudah tidak ada. Memang sebelumnya, bb saya rusak dan selalu mati tiba-tiba. Di saat itu, saya celoteh akan membeli iphone kembali setelah iphone saya hilang kala itu. Saya pun memesan kakak saya yang sedang di Singapore seminggu yang lalu. Malam hari sehari sebelum dia dirampas, perasaan saya tidak enak. Merasa was-was, mungkin bisa jadi karena kelelahan. Dan benar, pagi harinya di entah di mana.

Kejadian ini membuat saya ikhlas dan lega. Saya tidak menyesali atas apa yang sudah terjadi. Kelalaian menjadi evaluasi saya yang berharga. Namun, dibalik keteledoran saya, saya sangat yakin, jalan-Nya memang sudah seperti itu. Dia hilang tak berbekas bisa jadi karena memang sudah saatnya saya mengganti telepon genggam yang lebih baik darinya. Saya tidak bisa menggunakan smart phone 2 genggam dan berbagi cerita dengannya sekaligus. Karena mungkin, Allah Tahu jika saya akan mengganti iphone, saya akan menelantarkan dia tak ber energi (jarang dicharge) dan miskin (tak berpulsa).

Innalillahi dan Alhamdulilah dua fase akhirnya. Perjuangan meraihnya selama 6 bulan dan mempertahankan selama 4 tahun, sudah menjadi prestasi saya untuk menjaga dan memperhatikannnya tanpa cacat. Memang, jika kita menginginkan segala sesuatu yang berharga, dan memiliki nilai yang tinggi menurut kita, dibutuhkan pengorbanan untuk mendapatkannya. Karena apa, ketika kita kehilangan, bukan lagi kesedihan tetapi senyum ikhlas yang menandakan keberhasilan kita untuk meninggikan atau meningkatkan kapasitas kita untuk mencoba mendapatkan yang lebih baik dari sebelumnya. Toh, hidup adalah berjuang untuk jauh lebih baik bukan?.

Apa yang kita miliki hanya sementara. Apapun dan siapa pun. Karena Dia, hanya ingin kita tidak berhala dengan benda mati yang fana, tetapi nilai yang sudah dikerjakan dan niat yang sudah kita torehkan. Semakin baik niat kita, maka semakin bernilai usaha kita. Dan hanya sedikit mereka yang menyadari pentingnya niat dan usaha. Terkadang kita sudah pesimis sebelum berperang, namun pada kenyataannya Allah akan selalu bersama kita dalam ruh keyakinan yang disebut optimis.

Selamat jalan Blackberry dalvis hitam.. Selamat datang Iphone 5c putih.. Mari kita tempuh tantangan hidup ini dengan Asik, gigih, optimis, dan ikhlas..

Terimakasih Allah, atas kecukupan rejekimu yang tak pernah putus tecurahkan kepada kami. Skeneraio Mu sungguh indah tiada duanya.. Alhamdulilah..

Ibarat judul lagu, kisah ini seperti Mantan Terindah yang dinyanyikan oleh Raisa. Lagu sedih, tapi begitu indah dan nyaman di dengar ketika dinyanyikan oleh suara Raisa. *Duh.. jadi mellow banget.. Udah ya..*

Adioss..

Iklan

Ketika ditanya tentang Jilbab

 

 

Harus saya sampaikan, bahwa apa yang digunakan tentu ada alasan mendasar yang harus dipertahankan. Kali ini saya ingin bercerita bagaimana seorang kerabat yang jauh-jauh datang dari Denmark untuk hubungan bisnis dengan perusahaan di mana saya bekerja.

Mr. Darcy Werneck, we usually call him, Darcy. So he has been here for a week to visit another company. Joining with us, we’ll introduce our co-brands “Ellepots system”. He is 51 years old. He just attended his self for Indonesia’s farming experimental taken. A little bit explanation about our brands, The Ellepots is forestry seed process unit for kind of forestry industry comodities. Such as pulp, eucalyptus, banana, teak, and pines. Not only many kinds of forestry comodities, but also we offer the possibility for nursery section. For example Sugarcane, Palm oil, and Tobaco.

Jadi ceritanya, Darcy datang untuk merencanakan perjalanan bisnis di Indonesia bersama perusahaan kami. Selain ia menjelaskan mengenai teknologi mutakhir tentang perbenihan bernama ellepots, Ia juga akan berkeliling Indonesia untuk berkunjung ke beberapa perusahaan yang menjadi target pasar kami. Di sela-sela persiapan presentasi, Darcy dan tim mekanisasi perusahaan kami melakukan pemasangan mesin. Darcy berperan sebagai tutor. Saya ada di sana, untuk mengambil beberapa gambar untuk Advertorial.

Indonesia sepertinya sedang musim kemarau. Dan Tangerang luar biasa panas. Beberapa kali Darcy mengusap keringat. Dan setelah ia melakukan set up mesin, kami pun kembali ke ruangan meeting dan meneguk air kelapa yang menjadi minuman kesukaannya. Di sela-sela pembicaraan, ada hal yang membuat saya tertantang. Darcy mengajak saya berbincang mengenai Indonesia, mengenai pertanian Indonesia, dan tentang diri kami masing-masing.

Usia nya memang sudah tidak muda, tetapi dia sangat enerjik dan mudah bergaul dengan siapa pun. Sampai pada pertanyaan, “Kantri, why do you cover your beauty hair with veil on your head?. Today’s so hot, do you feel sultry, don’t you?”.

Saya pun menjawab, “Sure, i feel sultry. Tapi saya sudah terbiasa. Jadinya mau sepanas apa pun, saya wajib menutup rambut saya. This is about belief. I’m as a Moslem woman, must to cover our beauty boday from the top to the bottom”.

Darcy mungkin tidak percaya, mengapa kami rela menggunakan jilbab, dan dia sedikit membuat saya terbang ketika berkata, “You look so beautiful. Why must be covered by veil. The man might be unseen what you have. Kamu tidak terpaksa menggunakannya kan?. Atau kamu tidak ingin laki-laki merasa patah hati ketika nanti melihat kalian seperti apa?”

Saya menjawab, “No. I don’t be affraid anymore. Because that i decide to covered my body, is order to protect me from the harrasment to me, or i would not to crash some attitude’s males by me. I know what a males thinking. They have higher lobido codition than women have. Untuk itu, kami menjadi agar laki-laki untuk tidak melukai perasaan dan tubuh mereka dari hal-hal yang mematikan”

Makin panas, makin penasaran juga nih ceritanya Darcy. Kembali ia mengulik dan bertanya, mengapa dapat mematikan perasaan. Saya pun ikut tertantang. Penjelasan berbagai macam penyakit seperti AIDS, tau kelamin semua berawal dari hasrat yang terlalu melampaui batas. Ia sadar itu. Hanya, saja ia begitu penasaran mengapa harus ditutupi. Mahkota kecantikan yang seharusnya diperlihatkan oleh banyak orang, justru terhalang oleh sehelai bernama jilbab. Dan jauh lebih detail saya pun menjelaskan bagaimana Islam mengangkat dan menjaga martabat perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Berawal dari obrolan jilbab, kita pun berbincang seputar kesetaraan jender. Perlu diketahui, di Denmark, isu jender sudah tidak asing. Mereka sudah setara. Bagi Darcy, Islam mengapa tidak membebaskan perempuan. Dan perempuan hanya nurut dan kata Darcy perempuan Islam hanya “Enjeh-enjeh” <– Ujar Dia sambil memperagakan dengan gesture.

For us, Women must be explored their potential capabilities by their self. Their life is own decision. So much better if they can do all everything they want”. Kata Darcy.

So, why do arabian women, especially in Egytp. Weared veil until cover almost their body. Covered their face, actually. While you don’t wear like that ?” . 

Saya hanya mesem-mesem, lagi mikir sih sebenarnya. “Mau jawab kek mana ini ya..” hehe..

“Well, Darcy i think it because of geography and cultural roles reason. The Middle east countries have uniqally geography contour. They have a lot of desert of sands. If they flies up arround, they will be so dangerous for eyes and respiration system. Not only about geography, but also cultural roles could that be a reason why they covered their self. Highest libido, and historical civilization since a long-time-ago, to push up to become protected itself. So, if you ask me why we were become backward by the husband, maybe you have to see what is responsibilities between a man and women should be?. Islam, had dividing about that. A man must become a leader who will guide the team to be a winner and success to the final place. Victory for a whole life. At the last time, at the end this life, The Husband will requested by God for their responsibilities. If he had do something bad, he will push off into the hell. While, if he had do something right, he will be given a heaven”. Ujar Saya.

“What kindda of the right thing or bad thing to do or don’t do for man responsibilities?”. Darcy, bertanya lagi.

“Guidingness to pretecting his wife, his children, to do the right thing. The right things are goodness prays “Sholat” , Teach some Islam manners, Those manners as we usually called by “Rukum Islam”, Step by step as a good Muslim. Husband and father are two side of differenciacies causes. Husband must be kind and fairness treatened to his wife. So is the different situation, father has maintenance to fixed their children character, How’s he give food supply for, and get the money from halal occupation”. Kata Saya.

Mendengar penjelasan saya, Darcy hanya berkata “Hm.. I See”.

Jilbab, emansipasi, dan Islam. Tiga hal yang sudah pasti berkaitan. Hingga pertemuan saya selanjutnya dengan Darcy, ia tetap memuji saya. Entah dari warna pakaian saya, atauka jilbab yang saya gunakan. Mungkin Islam terlihat seperti mengekang, dan tidak bebas. Tapi Islam adalah agama yang benar bagi mereka yang beriman. Jadi jangan merasa minder jika banyak yang bertanya mengapa kamu begini, begitu, kok berbeda, dan lain sebagainya. Karena pada dasarnya pun, hanya sedikit kaum pengikut Nabi Muhammad kelak. Dan semoga kita termasuk salah satu deretan pengikut Rasulullah di akhir zaman nanti. Aamiin..

 

 

Ketika Hati Berbicara Melawan Fisik yang Terdiam

Tale as old as time
True as it can be
Barely even friends
Then somebody bends
Unexpectedly

Just a little change
Small, to say the least
Both a little scared
Neither one prepared
Beauty and the Beast

-Beauty and The Beast-

Siapa yang tidak kenal dengan lirik lagu disney dari film “Beauty and the Beast” yang sukses merubah mindset bagi siapa pun yang menontonnya. Sebuah film yang menceritakan seorang Pangeran yang dikutuk menjadi si buruk rupa, yang akhirnya menemukan cinta sejatinya seorang perempuan cantik. Namun anehnya, si buruk rupa itu kembali berubah menjadi laki-laki tampan. Ya.. karena faktor kutukan yang mengharuskan dia berubah seperti itu. Dengan syarat, ia menemukan cinta sejatinya.

Sekarang bayangkan jika dongeng itu, ada pada kisah sebenarnya. Ada sosok yang buruk rupa ditemukan oleh seorang wanita yang sempurna, yang sedang mencari cinta sejatinya. Apakah akan memiliki akhir kisah yang indah juga?

Apakah hati bisa menutupi segala kekurangan yang terlihat?. Jawabannya bisa jadi.

Ada orang yang memiliki wajah tampan, tetapi ternyata ia tidak memiliki budi pekerti yang baik. Atau ternyata sebaliknya, ia memiliki wajah yang tidak tampan tetapi memiliki hati yang sangat mulia. Well, hari gini gitu loh. Mencari orang yang baik sangat sulit sekali. Bermodalkan ketulusan ia coba satu persatu usaha hingga bahkan keputus asaan menerjang sanubarinya. Tapi ia percaya, suatu saat ia akan mendapatkan yang terbaik.

Sulit rasanya membayangkan wajah buruk yang dimilikinya dengan kondisi psikologis yang bertahun-tahun tertahan. Menjadi buruk rupa buka keinginannya. Tapi mengapa setiap orang yang di dekatnya menghindar?. Padahal hati di dalam begitu mulia, begitu halus, dan begitu istimewa.

Sulitkah ia akan bertahan dengan kondisi yang ia diinginkan?. Semoga kamu bertahan, dan kebaikan hati mu kian bersinar, hingga banyak orang yang akan melihat emas dalam hati mu dan menerima tanpa ragu.

Masih Adakah Lelaki Baik di Sana?

 

Suatu ketika saya ditanya oleh seorang teman yang kebetulan berjenis kelamin Perempuan masih single, dan dalam proses pencarian pendamping hidup.

“Kantri menurut lo, arti dari kalimat, engga harus cantik, yang penting bisa n gak malu-maluin dibawa kondangan” itu apa?. Cantik juga bukan?!”.

Awalnya, saya menganggap biasa jika membaca pertanyaannya yang dikirimkan melalui Whatsapp. Namun ternyata, ini serius. Bukan pada apa yang tertera di kalimat tersebut, melainkan pada motif yang terjadi pada diri teman saya saat itu.

Saya tahu, ia saat ini sudah sangat cukup usia untuk berumah tangga. Kesiapannya ditunjukkan dengan kesiapan mental, pola pikir, dan juga dalam hal rejeki pekerjaan. Saat ini ia tecatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementrian ESDM Jakarta. Dan pada kesempatan yang lain, memang teman saya sangat periang, lucu, penghibur sejati, cerdas, dan tulus. Akan tetapi, sudut pandang lain menepis keindahan pada dirinya. Pertanyaan yang ternyata membuat dirinya tidak percaya diri sebagai perempuan terbaik.

Saya pun merespon pertanyaannya dengan membesarkan hatinya. “Iya, itu artinya bisa jadi karena fisik”.

Tidak puas dengan jawaban saya, ia pun kembali bertanya, “Apa semua laki-laki otaknya seperti itu ya, kantri?. Gue jadi minder seminder-mindernya diri gue lah”.

Sedih loh dalam hati. Mengapa seorang yang periang, baik hati, jago masak, cerdas, perhatian, dan penghibur sejati semacam dia harus minder seminder-mindernya karena asumsi pemikiran laki-laki yang lebih mementingkan fisik ketimbang alasan lain dari seorang perempuan.

Saya agak lama membalas pertanyaan itu. Sebab, saya juga tidak bisa menjelaskan secara akurat apakah benar atau salah dari pola pikir laki-laki yang lebih mementingkan faktor fisik dari seorang perempuan. Tapi memang bukankah, pola pikir laki-laki dan perempuan hampir sama?.

Ketika banyak laki-laki yang memilih karena fisik, ternyata banyak juga perempuan yang tergila-gila dengan keadaan fisik laki-laki yang tampan, kece, dan super tajir. Hal itu jelas nyata ada di dunia ini. Akan tetapi, pemilihan faktor fisik atau bahkan faktor dompet, itu hanya dimiliki oleh mereka yang tidak tahu konsep dasar dari sebuah kebahagiaan dan pentingnya sebuah keluarga.

Bagi mereka yang sudah siap menikah, jelas faktor fisik tidak lagi menjadi penentu, tetapi akan bersifat relatif. Atau bagi seorang perempuan yang ingin memiliki laki-laki yang super tajir, akhirnya bisa berpikir bahwa, kekayaan itu bisa dicari, tetapi apakah kekayaan itu halal atau haram?, ataukah dari mana uang itu didapatkan?, Lalu apakah bisnisnya bisa berkembang atau tidak?.

Artinya, bukan lagi soal apa yang dilihat secara tampak luar. Tetapi melihat secara dekat dari sosok secara kepribadian. Percuma jika dia tajir, tapi ternyata bantuan orang tua (misalnya). Ataukah, percuma di tampan, jika ternyata malah bikin hati kita sebagai perempuan tidak tenang (misalnya). Atau pada sisi seorang laki-laki, percuma dia cantik jika ternyata kecantikannya hanya menjadi senjata pamer di sosial media, bukan untuk suaminya. Atau percuma dia seksi jika ternyata banyak laki-laki yang akhirnya menikmati lekuk tubuh tanpa permisi kepadanya.

Jelas sudah, perbedaan pola berpikir orang dewasa dan tidak dewasa sangat signifikan. Orang yang sudah siap menikah tidak lagi berpikir pemikiran orang tentang apa yang tidak seimbang di mata mereka. Tetapi apa yang menjadi dasar kebahagiaan untuk dirinya.

Maka tidak heran apabila ketika kita berjalan di sebuah pusat perbelanjaan, kita melihat ada sepasang suami isteri yang isterinya cantik dan suaminya biasa banget. Atau sebaliknya. Mereka tidak lagi berpikir layak pantas atau serasinya atas pemikiran orang lain terhadap mereka berdua.

Ada teman yang menikah dengan orang biasa – biasa saja secara fisik. Padahal teman saya sangat cantik. Ternyata ia berpikir, percuma dia tampan, kalau ternyata tidak sayang dengan kita. Sedangkan laki-laki yang biasa-biasa aja sangat sayang dan benar-benar ingin menjaga dirinya secara halal tanpa basa basi. Walaupun di lain pihak, banyak yang mengatakan, “Jadi Perempuan itu jangan asal pilih. Jangan mentang-mentang deadline usia, jadi deh asal yang mau aja terus mau aja dinikahin”. 

Hm.. entahlah, jika kita sibuk dengan pemikiran orang lain, pasti tidak ada habisnya. Nah, teman saya menunjukkan bahwa pernikahan adalah urusan 2 orang dan 2 keluarga besar. Bukan mereka yang hanya melihat dari balik beton semen.

Kembali pada kasus pertanyaan teman saya. Ia memang memiliki tubuh yang tinggi besar. Ia gemuk karena merasa dengan gemuk ia bahagia. Kemudian ia bertanya, “Apakah gue harus diet gitu ngurusin badan biar laku?”

Saya membenarkan. Untuk menjaga kesehatan badan. Tubuh terlalu gemuk juga tidak bagus untuk kesehatan tubuh. Dan diet dengan motif mencari jodoh, wah.. saya tidak setuju. Dengan luar biasa belagak bijaksana, saya pun mencoba mengembalikan aura positif dirinya.

“Tenang teh, masih ada laki-laki yang sangat baik dalam melihat diri kita dan tercipta khusus untuk menyayangi kita secara utuh di luar sana. Biarlah ada opini laki-laki yang memuja kecantikan fisik seseorang itu fakta. Tapi, ada juga yang fakta memuja kepribadian terbaik dari seorang perempuan”.

Obrolan kami pun berakhir. Setelahnya, saya jadi berpikira, “Eh beneran masih ada kan laki-laki baik di sana?”. :p

Ada yang bisa menjawab ?!.

By alwayskantry009 Posted in my soul

1000 Kali Jatuh Cinta dengan Tulisannya

 

 

Pernahkah, merasa jatuh cinta dengan sebuah tulisan seseorang?. Bagaimana rasanya?. Engkau tau orangnya dan kau menyukai segala frasa kalimat yang ia gunakan untuk mengungkapkan segalanya. Dua konsep yang berbeda. Apabila menyukai sosok orang bisa jadi dalam kenyataan. Atau bisa jadi setengah dari kenyataan. Tapi ini lain. Orang yang dikenal selalu menggoreskan tulisan yang menurutnya sangat penting pada laman pribadi. Banyak hal yang diceritakan mulai dari pekerjaan, sudut pandang terhadap sesuatu, atau kegelisahan pribadi.

Harus saya akui, saya sudah jatuh cinta terhadap dia pada tulisannya. Gaya penulisan yang mudah dibaca, frasa dan alur penulisan yang menarik menjadikan segalanya tampak nyata. Seperti saya bilang, Dia seperti nyata dalam ucap. Walau Saya tahu Dia sangat diam di depan banyak orang. Pernah seharian saya berusaha membaca tulisan judul demi judul, anehnya sulit untuk bosan.

Saya tahu, Dia pasti sosok yang romantis. Saya jamin itu. Memang semua tulisan bukan urusan cinta, tetapi dia begitu pandai memilih istilah dengan yang sangat menyentuh sisi emosional bagi siapa pun yang membaca. Tidak bualan, atau semacam istilah lebay seperti orang kebanyakan. Dia cukup menggambarkan sesuatu dengan singkat dan makna yang dalam.

Dia sosok yang sistematis. Sebuah tulisan mencerminkan bagaimana si penulis mengembangkan kerangka berpikirnya. Begitu juga dengan Dia. Alur cerita yang membawa pembaca untuk mengikuti jalan pemikirannya yang sangat radikal terhadap sesuatu. Itu menjadikan penemuan terbaru yang akan membuka bentuk ketidak tahuan.

Dia sosok yang bebas. Berkali-kali membaca, saya tersenyum karena ikut membayangkan bagaimana sebuah tulisan dapat menyihir dua imajinasi untuk terbang bebas yang melepas jiwa yang sudah terhampas. Cocok sekali bagi mereka yang terkukung dari pecutan rodi metropolitan.

Dia sosok yang terkini. Setua apa pun atau bahkan usianya lebih muda, tulisannya akan mengulas tentang fenomena terbaru. Mungkin gaya berpakaian tidak harus mengikuti trend, tapi pemikiran dan selera dalam menyalurkan kesenangan, dia adalah sosok yang terkini.

Saya tahu siapa orang pemilik tulisan tersebut. Tapi Saya sulit bertatap muka dengannya. Dan hanya setumpuk judul dalam laman yang bisa saya nikmatin dalam sendiri. Seperti halnya dengan mencintai seseorang. Bagaimana mencintai segala bentuk kejujuran baik pahit manis perilaku, dan sama sekali tidak ada penambahan diksi di dalamnya.

Atas nama ketulusan, tanpa paksa dan beban, Dia tawar tanpa pamrih. Tidak untuk dikenal, tida untuk menyombongkan diri, walau pernah suatu kali Saya mendecak kagum dengan verbal dan mengharapkan dirinya menulis dalam bentuk buku. Entahlah.. kapan saya sampaikan kembali kepadanya untuk kelebihan yang dia miliki. Sungguh, saya sangat jatuh cinta terhadap tulisan mu. Bahkan sudah 1000 kali.

By alwayskantry009 Posted in my soul

Kembali ke Bandung

 

Mengapa selalu senang dengan kota ini ya..

Kota penuh kenangan dengan aksi mahasiswa dan persaudaraan tak tergantikan, bermula di Kota Priangan ini. Hingga pukul 11:54 saya masih di Balubur. Tempat grosiran yang lumayan bersih dipinggir jalan tepat bawah jembatan layang Pasopati saya memandang Gedung ITB Magister yang letaknya sangat dekat dengan lokasi saya berada.

Di tempat duduk ini saya mencoba menerawang jauh ke belakang. Ternyata Bandung makin panas. Tidak sesejuk kala itu. Saya yang masih biru, mencoba mengenal apa itu gerakan mahasiswa oleh para senior kampus biru (Unpad). Hingga akhirnya, mengenal organisasi, mengenal politik, dan mengenal apa itu loyalitas tergores manis di Bandung.

Dalam hidup saya, dua kota bersejarah adalah Jatinangor dan Bandung. Nangor-Bandung yang hanya ditempuh 1 jam perjalanan menggunakan Damri yang berbayar 5000 ketika itu, menjadi titip temu dan titik pisah sebuah persahabatan dan persaudaraan.

Kebersamaan suka dan sedih, keringat lelah, dan dan isapan jempol karena luka, ada tergambar jelas di dua kota itu. ITB dan Unpad dua kampus yang memiliki nyawa yang sama selama 2 periode kami. Masih ingat dalam ingatan, wajah-wajah mereka satu persatu, dalam tawa dalam sinisan, dalam dekapan persaudaraan yang sampai detik ini tidak akan saya lupa.

Tidak hanya ITB, ada juga UPI, STT Telkom, Tekstil, Polman, Polban, Dan kalian lah wahai Bandung Raya.. saya benar-benar rindu masa itu. Konsolidasi malam yang mengharuskan saya berkumpul dengan mereka (mau tidak mau) menjadikan ingatan manis bahwa pergerakan ini tidak mudah. Butuh pengorbanan. Apa pun segala finansial, dan fisik harus menjadi tantangan. Walau mereka kebanyakan laki-laki dan saya perempuan yang terkadang satu-satunya di sana, tidak lantas menjadikan saya liar dan atau semacamnya. Melainkan mereka, menjaga saya penuh tanggung jawab. Mengantarkan saya pulang ke kosan dengan selamat hingga depan pagar kosan. Oh benar sekali, mereka saudara terbaik yang saya jumpa ketika itu.

Sekarang, waktu merubah segalanya. Jalan ini ramai dengan kendaraan ke sana ke mari. Ramai dalam sepi. Mereka sudah menjalani ruang dan waktu dunia mereka. Ada yang sudah bekerja di Bank Indonesia, Pebisnis, Sosialpreneur, Volunteer, dan Dosen. Entahlah dunia cepat berputar..

Bukankah, setiap Jum’at begitu rutin kami melakukan aksi?.

Masih ingat betul, jalan ini. Siang ini, kalian masih menggunakan jas alamamater hingga kami beragam warna dengan selembar rilis mengenai suara kami. Kau berdiri di sana, Dan Kau berada di atas mobil dengan kekuatan daya 10 Watt, sedang yang lain sibuk merapihkan barisan kawan kita. Suara kita membuat hingar ruas jalan. Bahkan mereka sudah hafal ketika kita turun ke jalan. Luar biasa..

Jiwa ruhiyah anak Bandung Raya begitu terlihat ketika sudah berkumpul di rumah Allah. Tidak lagi politik, bahkan strategi. Melainkan tausyiah. Satu per satu menyampaikan tausyiah. Begitu juga dengan saya. Macem di lingkaran, tapi ini berbaur atas nama siyasi.

Tapi percayalah, pergerakan ini murni karena Allah. walau sebagian orang menganggap pergerakan siyasi rentan dengan virus merah jambu, tapi bagi kami ini bukan virus tapi merah jambu. Rasa cinta kami satu sama lain, itu bermuara karena Allah. Saling percaya, saling cerita keluh kesah, hinga membuat kita sadar dan tenang, bahwa kita bersama tidak sendiri. Amanah membuat pondasi kekal hinga sekarang. Itulah keuntungan bergerak dan berjalan atas nama Allah.

Nostalgia.. oh nostalgia, hingga lupa sekarang tujuan saya adalah bertemua dengan dosen Unpad yang sedang mengisi simposium di ITB. Perjalanan ini serupa dengan pergerakan, dengan dimensi yang berbeda. Semoga waktu bisa mempertemukan kita, guys.. we missed you all already so much..

bank hFBMdvFy0G

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Cinta ini untuk Mu

 

Tausyiah yang saat ini saya dengar sangat menyentuh perasaan.

Cinta Iman Kepada-Nya.

Itulah tema pagi buta yang menemani perjalanan saya menuju bandara. Iman sebuah percaya yang berasal dari Dzat Maha Besar mengingatkan materi liqo tempo lalu. Karena, iman adalah landasan utama pada diri Umat Islam, maka materi itu terus-terus diulang setiap pekan. Sama halnya dengan Allah menempatkan kedudukan iman begitu utama pada Al-Qur’an, yakni terdpat 846 kali.

Iman hanya ada pada diri kita dan Allah SWT saja. Bahkan Allah menempatkan kedudukan orang ber-iman pada sisi Nya yang mulia. Sebab, orang beriman akan mendapatkan kebersamaan dengan Allah. (At-Taubah : 40)

“Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua. Ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, “Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepadanya (Muhammada) dan membantu dengan bala tentara (malaikat-malaikat) yang tidak terlihat oleh mu, dan Dia menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah. Dan firman Allah itulah yang tinggi. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana” 

Percaya segalanya akan datang dan kembali kepadanya, dan Allah Mahatahu segalanya yang terbaik untuk makhluk-Nya. Hidup sejatinya membutuhkan Rakhmat dan keberkahan dari Nya. Dan Dia, menguji kesabaran makhluknya untuk melihat tingkat keimanan kepada-Nya. Apakah di saat dia senang atau sedih, lebih dominan mengingat Allah.

Terkadang, kita akan kembali kepada Allah di saat kita sedih. Segala upaya ibadah wajib atau sunnah dijalankan demi sebuah pertolongan, lindungan, atau ketenangan. Namun bagaimana dengan kondisi kita sedang senang?, Biasa jadi kita justru mengurangi kedekatan kita dengan Allah.

Ada orang yang bijak mengatakan, Tingkatkan keimanan kita pada saat kita senang, sebab dengan seperti itu, Allah akan memberikan kita ujian kesenangan kembali yang melimpah. Artinya, jika harus dibandingkan dengan ujian kesedihan dan kesengsaraan, tentu kita akan memilih ujian kesenangan bukan?.

Akan tetapi, hidup itu terus berputar. Jalan hidup sudah ditakdirkan dengan sangat adil. Tinggal manusia bersabar menunggu takdir terbaik dari Nya. Dan hanya usaha untuk meraih Rakhmat dari Nya. Itu sebabnya, hidup akan selalu memiliki petunjuk (Taufiq).

Kita pernah merasa galau pada saat menimbang dua sisi yang mungkin harus dipilih. Ketika pada kondisi tersebut, ketika hati dan pikiran kita hanya tertuju/mengingat kepada Allah, maka itulah petunjuk dari Nya. Sebab, orang yang beriman akan tahu, mana yang Allah suka dan tidak suka, mana yang benar dan tidak benar. Jika sudah demikian, memang sudah selayaknya kita kembali menyerahkan segalnya kepada-Nya.

“Allah mungkin saja mengabulkan do’a dan permohonan kita. Tapi, jika itu tidak terbaik untuk kita, Allah akan tidak ridho memberikan kepada kita”. Ujar seorang ustad.

Mendengar ucapan Sang Ustad, saya langsung menitikan air mata dalam diam. Yaa Allah, begitu banyak obsesi dalam hidup. Begitu banyak perasaan dunia yang masih dianggap terbaik untuk kita, dan Do’a adalah senjata ampuh untuk itu semua. Tapi, Apakah Allah Ridha, saya tidak tahu.

Allah, iman benar-benar rahasia antar kita berdua saja yang mengetahui. Bukan mereka yang selalu menilai dari tampak luar pada diri seseorang. Sungguh, kesabaran adalah cara menunjukkan keimanan itu sendiri tidak mudah. Tanpa sadar mulut ini terkadang lupa dan mengeluh atas apa yang tidak saya ketahui setelahnya.

Keberhasilan di dunia, bagi sebagai orang mungkin luar biasa. Tapi, sekali lagi Yaa.. Allah, biarkan kami merasakan keberhasilan dunia akhirat. Berikan kami, keberkahan atas rezeki penghasilan dari jerih payah kami bekerja. Berikan keberkahan dari setiap prestasi ilmu yang telah kami torehkan. Jangan biarkan kami sombong dan takabur atas keangkuhan dasar manusia. Jika kami seperti itu, maka ingatkan kami. Sebab, hanya Engkau Maha Cinta yang selalu sayang kepada kami dengan setulus-tulusnya cinta.

Kami boleh bersedih oleh Cinta dunia, tapi sadarkan kami bahwa cinta dunia hanya sementara, dan kembalikan kami pada Cinta sesungguhnya. Maka bimbinglah kami..

By alwayskantry009 Posted in my soul

Modus Baru, Tapi Menyenangkan

Harus saya akui, cerita gombal macem di dagelan opera van java itu benar nyata terbukti ampuh. Jum’at (6/3) Saya keluar kantor pukul 18;30 dari kawasan industri Jatake. Kemudian, saya melaju dengan langkah cepat sebab, truk truk pengangkut barang dari pabrik sudah melintas menutupi tubuh saya yang hanya segede semut jika dibandingkan truk-truk itu. Lumayan menyeramkan, karena ketika melihat roda-roda besar itu mengingatkan saya akan beberapa kecelakaan yang marak terjadi akibat roda itu. “Bayangkan, ada orang di bawah roda besar itu yang terlindas tewas”. Gumam dalam hati dengan was-was. Namun, apa daya hidup di dunia industri harus mengenal dunia seperti ini.  Jadi, anggap saja ini hiburan.

Tidak lama, mendekati tepi jalan raya besar, tanpa menunggu lama angkutan umum berwarna biru telur asin sudah memarkir tepat di pinggir sebelah kiri saya. Waktu yang mendesak, saya putuskan untuk menaikki angkutan umum yang ternyata hanya berisi 1 orang penumpang pria.

Ketika duduk dan membereskan masker wajah untuk saya lepas, pria itu melihat saya lumayan lama. Singkat kata di pertengahan jalan, pria itu bertanya kepada saya dengan wajah yang senyum-senyum manis, semacam ada semut besar dihadapannya yang siap menggerogoti tubuhnya satu persatu.

“Mbak, jam berapa sekarang?”, Tanya dia dengan sopan.

“Jam setengah tujuh lebih limas belas menit”. Saya pun menjawab singkat. Saya pun mengambil telepon genggam saya yang dari tadi kedap kedip pada lampu sensor merah di sebelah kanan atas. Sedangkan pria itu, masi terdiam ketika saya hanya menjawab demikian.

Tidak lama, pria itu bertanya kembali, “Mbak, baru pulang kerja?”.

Saya mengangguk sambil tersenyum, tanpa mengadahkan kedua tangan yang ditekukkan tentunya. hehe

Belum puas, dia kembali bertanya, “Kalau boleh tahu, ada lowongan pekerjaan enggak ya di kantor embak?”.

Sambil melirik ke kiri ke kanan dan mengingat wajah HRD saya, saya pun menjawab, “Ada admin untuk eksport import”.

Dengan penuh percaya diri pria itu bertanya posisi kerjaan saya dan kendala dalam bekerja seperti apa. Dengan lempeng, saya menjawab apa adanya fakta saja. Kira-kira obrolan kami berlanjut seputar pendapatan gaji saya sebulan, kemudian, jobdesc saya bekerja.

Karena saya rasa, tidak afdhol jika tidak menghormati pria itu yang sudah keppo terhadap saya, saya pun bertanya, ” Masnya, kerja kah?”

Dia menjawab, “Iya”

Setelah selidik punya selidik ternyata dia agent outsource sebuah agency ketenaga kerjaan. Sambil tertawa, saya pun berbalik umpan.

“Wah, jadi lagi survey nih ceritanya?”. Ledek saya sambil memperhatikan raut wajah yang remang akibat lampu angkutan umum. Pria ini hanya tersenyum. Tubuhnya bergeser pindha duduk kiri dan kanan, seperti orang salah tingkah.

“Mbak. sudah berkeluarga?”. Pancing dia.

“Belum”. Jawab saya dengan santai macem di pantai.

“Sudah ada calon?”. Nah ini nih, jackpot banget saya dengernya. Bukan masalah pertanyaanya, tapi raut wajahnya yang super kocak bikin saya penasaran juga gitu.

“Hmm.. rahasia itu”. Tegas saya sambil mesem-mesem.

“Usia mbak, masih 23 tahun ya?”. Lagi-lagi dia memancing.

“Coba tebak, kira-kira usia saya berapa?”. Ahiiy… pancingan benar-benar nyangkut.

Pria itu berpikir dengan tampang super yakin bahwa dia titisan cenayang yang bisa meramalkan masa depan dan kondisi seseorang. Sebab, sebelumnya dia bercerita tentang gambaran tugas pekerjaan dia, yang mana harus mengajarkan setap calon-calon pekerja untuk dibina sikap perilaku dan ketrampilan. Yang nakal jadi baik, yang tidak bisa jadi bisa. Doi sih bilangnya Spesialis personalia. Asli lah, saya rada pusing sama istilah itu. Tapi sekali lagi ini hiburan.

“Saya rasa, mbak usianya 23 tahun”. Tebak dia sambil menggerakkan telunjuk maju mundur (enggak pake cantik yak!” :D)

Akibat tebakannya itu, saya langsung tertawa lepas. “Salah banget. Saya 26 tahun”.

Dia tertawa perih kayaknya pas tahu usia saya 26 tahun. hehe..

“Mbak asli orang mana?”. Kembali dia tanya.

Kembali saya tantang dia untuk membuktikan ilmu cenayang personalia yang katanya menjadi profesi dia saat ini. Ah, tapi sayang ternyata dia bisa nebak. Katanya dia bisa menebak dari wajah saya yang bulat. Hm.. kali ini maaf ya orang Sunda, kalau ada oknum yang menjeneralisasikan orang Sunda itu wajahnya bulat macem saya. hehe..

Dia pun mengajak saya main tebak-tebakan, untuk menebak usia dirinya. Spontan saja, saya tembak dengan angka 28 tahun. Pria ini tertawa sambil menunjukkan wajah kemenangan luar biasa.

“Salah. Saya itu kelahiran 93”. Ucap dia.

Bah !!. Shock dong kita !!.

Saya kira doi 28 tahun. Pembawaannya itu loh yang luar biasa, ehem.. mature. :-p

“Oh maaf maaf, saya salah tebak”. Salip saya sambil gigit jari dalam hati.

“Enggak apa-apa”. Jawab dia lemes. ” Mbak, pake bb ya?”. Tanya dia sambil menunjukkan telepon genggam saya yang saya pegang ketika itu.

Saya hanya menjawab singkat, “Iya”.

Sengaja saya tidak memberi buntut peluang agar ada tindak lanjut, karena jika dia harus memiliki nomor pin bb saya atau nomor telepon, wah.. bener-bener nih orang demen sama tante-tante macem saya gini. bahaha jangan dah !!

Inti dari cerita ini adalah, entahlah masih ada modus semacam ini. Akhirnya saya tahu, pria ini memakai jam tangan sebelah kanan yang ditutupi oleh safari warna hitam. Oke anggaplah ini modus. Tapi cara modus pria ini terlalu kuno. Perlu ada pemolesan di sana sini agar sedikit cantik maennya. Yah.. namanya juga anak kemarin sore. Mau modusin tante-tante macem saya gini, yang ada mah kena trap balik dari saya. Haduuuh Ojaaaan !!.

Tapi hikmahnya sih, jadi mikir nih, wajah saya itu beneran enggak sesuai dengan usia 26 tahun atau tidak ya?. Waduh, ini menyedihkan sekali jika benar. Justru malah dianggap bocah anak pengikut sekolah kepemimpinan tingkat kuliah lagi, dari pada dianggap sebagai perempuan kantoran. Ini tandanya, image building saya masih gagal. Jadi ceritanya saya ini sedang membuat image yang simple and mature. Tapi ternyata.. malah dianggap anak kemaren ospek kayaknya. Haduuh..

Modus tidak selalu menyeramkan, tetapi hiburan. Ya.. hiburan kalau modusnya gagal. Tapi jika modusnya berhasil, wah.. serem juga ya. Jadi jika menemukan semacam itu, coba dicek lagi, apakah dia memakai jam tangan, memiliki telepon genggam yang mirip dengan kita, atau posisi duduk yang kaku atau santai, serta arah percakapan. Dari situ, jangan ragu untuk memutar balikkan kondisi yang akhirnya benar-benar menjadi hiburan di saat lelah.

Duh, kedengeran jahat sih ya, tapi semoga ini hanya selingan hidup aja. Kalau diterima acuh kan justru hidup makin datar tipis pula. hehehe..

Yuk ah, waktunya tidur..

(Lupa besok udah harus flight pagi buta)

Good Night Indonesia…

 

 

 

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Menjadi Kekasih Allah

Dear Allah,

Ternyata susah sekali terus konsisten mencoba mengambil hati Mu. Upaya dan ikhtiar untuk terus memperbaiki diri tantangannya luar biasa unik. Jujur, saya sangat iri dengan mereka yang senantias berkelut haru, rindu, dalam dekapan mu. Seperti Ibu separuh baya yang rajin membaca Al-Qur’an di kereta selama perjalanan. Sedangkan saya, saya hanya beberapa ayat, dan selebihnya sibuk dengan dunia.

Ada lagi kesulitan saya, untuk benar-benar melepaskan semua apa yang bukan untuk saya. Dan mengembalikkan semua kepada mu dengan ikhlas. Sesulit itu kah, tantangan manusia hidup untuk menentukan jalan hidup mereka?

Akan tetapi, saya tahu sekali Engkau terus membimbing saya dengan tanda-tanda kebesaran Mu. Di situlah hati ini terenyuh hebat. Setiap hari saya bertanya dalam diam, dan ketika itulah, Engkau muncul dengan menunjukkan sebuah kejadian. Engkau memberikan jawaban yang tepat sasaran. Dan seketika itulah, sulit saya membendung air mata bahwa Engkau senantiasa bersama saya.

Wahai Allah, Maha Kekasih..

Susah sekali mencintai Mu dengan tulus ikhlas. Namun, pada hati ini sungguh menyadari bahwa ketenangan dan keselamatan hanya bermula dan berakhir kepada Mu.

Wahai Allah, Maha Kekasih..

Lindungi saya, dari perbuatan yang tidak benar dan Engkau benci. Tegur saya jika hati ini mendua dengan yang lain. Engkau masih memberikan ku kesempatan untuk bermesraan dengan Mu, di waktu-waktu sendiri ku. Maka, Bimbinglah saya untuk menjadi perempuan layak di syurga mu kelak. Ingatkanlah pandangan saya, Kaki saya, telinga saya, tangan saya, dan seluruh tubuh saya hanya bergerak dalam ibadah.

Wahai Allah, terimakasih atas segala kesempatan ku yang Engkau kasih untuk masih bisa berkumpul dengan orang-orang sholeha pagi ini. Setelah sekian lama, saya menunggu untuk kesempatan yang baik ini, bukan karena yang lain, tetapi karena dakwah ini membutuhkan ilmu agar tidak sesat.

Engkau Maha Tahu, apa yang saya alami saat ini. Berperang tidak dengan senjata, tetapi dengan pemikiran itu tidak mudah. Maka.. bimbinglah dan berkahi untuk setiap ilmu saya hari ini. Berkahi langkah kaki dan lisan yang senantiasa menghidupkan semangat dan jiwa setelahnya.

Semoga hari ini adalah jauh lebih baik.

aamiin..

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Bahasa, Gimik Ciamik dalam Bisnis

Sore ini, saya sengaja pulang tenggo (bunyi teng, langsung go) atau istilah mudahnya, buru ngibrit setelah nge bel. Fenomena ini langka sekali terjadi pada diri saya. Bahkan hal yang mustahil untuk pulang tenggo. Selain tumpukan pekerjaan, belum lagi harus menjawab setiap email kiriman dari klien.

Tapi dan tapi, berkat kejadian pembegalan yang marak terjadi di Tangerang dan Depok, alhasil saya diwajibkan, diharuskan oleh bos saya untuk pulang cepat. Intinya sih, “Gih, sono dah lo pulang buru, dari pada elu ilang, gue yang rugi”. Nah, kira-kira semacam itu. hehe..

Saya sih senang sekali harus pulang tenggo. Walaupun jalanan super macet, kereta super padat, dan perut yang super laper, tapi setidaknya saya masih bisa sampai rumah sebelum jam 9 malam WIM (waktu indonesia mampang). hehe..

Singkat kata, perjalanan masih seperti biasa. Pemandangan juga masih seperti bisa tepat 45 menit perjalanan. Tidak lama, handphone saya berdering. Ternyata mbak ayu, menelpon saya. Well, mbak Ayu adalah agency periklanan yang baru-baru saja menawarkan saya jasa periklanan untuk branding perusahaan. Kita belum sempat bertemu, tapi obrolan di email begitu dekat. Apa karena asas marketing yang sok dekat sok kenal kali ya, bisa jadi. Intinya, hubungan kami cukup harmonis.

“Halo, mbak kantri, maaf saya baru telepon diri mu nih”, Sapa Mbak Ayu sambil ketawa kecut.

“Oh Hi, mbak Ayu. Iya enggak apa-apa kok. Gimana gimana pesanan aku?”. Singkat saya.

“Iya nih, enaknya kita ketemua aja yuk mbak hari ini, biar sekali ketemu bahas desain dan harga minggu depan langsung cetak. Gimana?”. Tanya Mbak Ayu.

Tadaaaaa !!. Hari ini. Yeah hari ini, yeah tau aja dia kalo saya pulang tenggo. Gagal sudah !!.

Tapi bagaimana lagi, profesionalisme tjuy !!. Ibarat deadline emang udah sahabat sejati sejawat dalam dunia PR, jadi mau dikatakan aplagi..

Akhirnya saya menyetujui pertemuan itu. Ketemulah kita di sebuah rumah makan khas Jepang di daerah Sudirman. Setiba di sana, saya langsung celingak celinguk nyari orang. Sebenernya itu juga karena ditanya, “Sudah ada janji?” sama petugas infront officenya. Ternyata saya baru sadar respon saya itu sulit anti mainstreem loh. Ketika ditanya “Sudah janji” pasti celingak celinguk. hahaha..

Kemudian, saya segera ambil tempat duduk paling depan, sambil mengirimkan pesan singkat melalui WA.

“Mbak, aku udah di lokasi ya. Aku pake blazer biru dongker, rok berwarna hitam, dan jilbab bermotif Pink fanta”. Kira-kira seperti itu isi pesan singkat saya.

Sambil membolak balikan daftar menu, celingak celinguk sekeliling rumah makan ini, berharap ada gitu yang tiba-tiba kenal dan diajak traktir, eh taunnya kosong enggak ada orang kecuali saya. Good !

20 menit berselang maju, tiba-tiba ada yang datang menghampiri, sosok perempuan cantik dengan tubuh yang sedikit berisi memakai blazer hitam, rok mini super ketat, dan heels yang kira-kira 3 centi tingginya sukses membuat tingginya sekitar 156 centi meter. Jadi tinggi asli kurang lebih 153 cm.

“Mbak Kantri?”. Tanya dia sambil menunjuk saya.

“Iya. Mbak Ayu?”. Saya pun balik bertanya dan menunjuk.

Kami pun saling tanya dan saling tunjuk. Ibarat suit, tunjuk versus telunjuk endingnya seri. Jadi mesti suit lagi, tapi apa daya Mbak Ayu ini langsung menjabat tangan saya hangat. “Maaf ya, lama nunggu”.

Saya pun segera mengelak ketidakberatan atas keterlambatan yang tidak terkonfirmasi (Nah bingung kan ni bahasa?. Sama !). 😀

Tidak lama tempat duduk kami didatangi oleh seorang laki-laki sekitar 30 tahunan berpenampilan menarik, rapih, wangi, dan ternyata rekan kerja dan rekan hidupnya Mbak Ayu. Namanya Mas Dicky.

“Jadi gimana nih mbak Ayu, kelanjutan ordernya?”. Tanya saya kemudian.

Anehnya, Mbak Ayu sebagai juru bicara tidak langsung menjawab pertanyaan saya, dia hanya tertegun liat saya sambil berkata, “Kayaknya kita pernah ketemu deh. Atau wajah mbak kantri ini familiar, tapi di mana ya?”.

Emang dasar saya nih, langsung nyeleneh ngejawab, “Ayo.. mbak, mirip artis siapa coba?”. 

Lah, semuanya malah ketawa. Kurang tahu juga sih, itu mereka ketawa karena miris, atau ketawa hina?. Ah, sudahlah.. anggap saja tidak masuk keduanya. Okesip!

FYI, pendekatan semacam itu ternyata pendekatan marketing loh. Kuncinya, cari titik di mana orang itu bisa GeEr abess!!. Setidaknya bikin kabur dulu gitu pikirannya, bukannya mikir bisnis malah mikir “Gue mirip artis siapa”.  Padahal kan enggak ada yang bilang saya mirip artis bukan?. Jadinya ketawan deh, obsesi saya pingin bener jadi artis kebongkar sudah. haha..

membahas desain, tawar menawar harga, selebihnya ketawa ngobrolin artis. Tuh kan, sukses deh dia !. Tapi emang bener loh ya, hubungan yang kaku itu menyeramkan dan membosankan. Mencari pasangan aja harus yang bisa menjalin hubungan yang asik, nah itu juga harus terjadi ketika menjalin relasi bisnis. Kompensasinya jelas, bentuk komunikasi yang fleksibel. Mau komplain sekalipun bisa dilakukan dengan ekspresi yang santai. Toh, pasti mereka juga tidak mau jika customer ilang melayang.

Komunikasi itu mudah-mudah gampang tapi tidak gampangan. Terbukti, masalah orang komunikasi adalah berkomunikasi. Kebayakan teori komunikasi kelompok dan komunikasi massa tapi sudah lupa dengan komunikasi Antar pesona. Dilema memang. Terkadang kita ingin membangun komunikasi yang ceria, yang santai, murah senyum, dan terbuka, tapi dalam beberapa hal ternyata citra perusahaan kita tidak menjunjung citra demikian. Kan, kasihan kalau jatuhnya lebay tragis.

Saya juga curhat lagi, pernah suatu ketika ada yang orang salah persepsi menilai saya. Kita kenal melalui sosial media, ketika dia melihat wajah saya, dan ketika bertemu saya, dia langsung bilang, “Kantri, kamu tau tidak, ku kira kamu itu orang yang kalem, keibuan, pokoknya perempuan banget. Ternyata pecah hingar bingar banget”. 

Atau, ketika saya berhubungan relasi dengan salah satu rekan bisnis melalui email dan telepon. Ketika bertemu dan bertukar pin bb, semua berubah menjadi teman biasa yang suka haha hihi. Tidak ada lagi kalimat baku ini itu nganu ngini. Bahkan dia bilang, “Sampai detik ini, saya enggak percaya kalau kamu itu seorang PRO. Bisa beda begitu”.

Waduh, serem amat semacam 2 kepribadian gini ya saya?!. Pertama, kalau masalah wajah, saya akui lah banyak yang tertipu dengan arti raut wajah. Terus kalau wajah saya seperti orang kalem salah siapa?!. Mau nyalahin Tuhan?!. Kan indak iso tho..

Atau misal ada orang wajahnya madesu, terus kita bilang pasti nasibnya madesu. Nah itu juga ora iso. Itu sebabnya kenapa ada istilah “Don’t Judge a Book from Its cover”. Bagi kaum profesionalism, dimana-mana pasti junjung tinggi kode etik dan citra perusahaan. Walau sebenarnya, watak aslinya, biasa aja, atau bingas, atau agresif, atau malah tertutup. Terlebih untuk profesi PRO. Kami jujur atas profesi kami. Tapi jika jujur untuk pribadi kami, weitz, nanti dulu.

Nah, sekarang cerita yang saya sedikit paparkan ini bisa menjadi satu pilihan untuk meluluhkan hati PRO sebuah perusahaan walau luluhnya enggak paten-paten amat. Setidaknya, first impression you, oke sangat lah. Berilah kesan pertama begitu menggoda. Nah gitu, kayaknya yang benar. Tapi lain cerita jika PRO berhadapan dengan media. Nah itu tunggu cerita lainnya deh ya.. hehe..

Yuk, kerja lagi.

Adioss..

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Tomorrow is my own born day

100_4492

 

No words can’t describe about my 26 th years old. I have to thankful to Allah, for His blesses, for His Loves, and for His guards, those all for my best life. I wish my dream come true. That’s all.. ^^

 

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Ucapan Selamat Natal, Bagi ku

 

Harus saya tulis mengenai apa yang sudah saya lalui dua hari yang lalu. Ketika itu, sehari sebelum Hari Raya Natal bagi kaum Nasrani, 24 Agustus saya sudah ada di kantor tepat pukul 7.30. Menyeduh susu cokelat hangat dan segenggam roti tawar yang satu persatu saya celupkan ke dalam genangan kental dan manis di depan mata.

Belum ada siapa-siapa di pantry itu. Sambil membaca beberapa lembar kerja dan majalah, saya berusaha menangkis pemikiran yang beberapa hari lalu mengiang dengan liar. Rasa takut yang membara akan sesuatu yang bersifat prinsipil menjelma menjadi wujud nyata setelah pesan singkat sosial media saya bunyi dari bos saya. Pesan singkat yang membuat lemas dan berpusara di udara sanubari. Rasa susu cokelat berubah menjadi pahit, dan roti tidak lagi renyah disantap.

Pukul 08.00 seisi kantor sudah mula dipenuhi oleh seluruh karyawan office. Saya pun segera menyelesaikan pekerjaan saya. Tidak lama, seorang atasan saya datang dan mengunjungi ruangan saya sambil tersenyum dan berkata,

“Pagi !. Kantri, kamu jangan lupa ya bikin greetings card selamat natal dan tahun baru dong untuk semua customer kita”.

Tangan saya yang semula sibuk dengan menyelesaikan worksheet satu persatu, tiba-tiba terdiam. Ini benar nyata rasa takut itu hadir kala itu. Gejolak hati muncul sambil berkata, “Sudah lakukan saja”. Namun di sisi lain, hati saya berkata tolak.

Dengan berani saya pun berkata, ” Maaf pak, greetings card yang sudah saya buat untuk happy holiday 2015. Bukan untuk Natal”.

Mendengar jawaban saya, atasan saya langsung menimpali kalimat dengan, “Yasudah tambahkan saja dengan selamat natal dan tahun baru. Happy holiday”.

Entah mengapa, darah saya mengalir terasa deras di dalam tubuh. Dan dengan memaksakan keberanian serta tubuh yang bergetar hebat, saya pun mengatakan, “Sebelumnya mohon maaf pak, saya tidak bisa membuat kartu ucapan selamat natal, karena kepercayaan saya melarang untuk mengucapkan itu”.

Atasan saya terdiam, sambil berkata, “Tapi kamu kan tugasnya mengatur semua branding image perusahaan di mata customer. Bahkan segala konten website dan social media kamu yang buat. Kalau kamu tidak bersedia gimana jadinya?”.

Keberanian saya kian memuncak, dan mulut begitu mudah untuk memberikan solusi tanpa saya berpikir panjang.

“Endorse saja pak untuk desain kartu ucapan. Biar jasa endorse diganti dari gaji saya, dengan segala ketentuan”.

Jadilah solusi pemotongan gaji itu dilakukan. Bagi saya pun tidak begitu keberatan menerimanya. Toh saya yang menyarankan. Wahai sodara, polemik itu kian masih membara di Indonesia. Saya tidak menyalahkan siapa di belakang layarnya. Namun, tetap bagi saya, Bagi mu agama mu, dan bagi ku agama ku. Saya tetap menghormati mereka yang tidak satu kepercayaan dengan saya. Namun, saya tidak bisa melukai Maha Tuhan saya yang bagi saya adalah yang paling benar. Begitu juga dengan hari besar saya, saya pun tidak merasa terisnggung jika tidak menerima ucapan selamat dari mereka yang berbeda keyakinan.

Cukuplah kami melindungi mereka yang ingin beribadah di negeri ini. Sekali lagi tidak mengucapkan bukan berarti tidak menghormati. Namun jauh dari itu, kehormatan dari mereka kaum berbeda adalah melindungi. Ini sama halnya dengan ajaran kami yang telah diajarkan oleh para pemimpin sebelum kami.

Jika banyak dari kami yang masih mengucapkan selamat kepadamu, tolong jangan salahkan saya ataukah mereka. Ini semua adalah bagaian proses pembelajaran keyakinan kami yang hanya kami serahkan semuanya kepada Tuhan Allah. Cukup Allah menilai itu semua. Karena nanti, di akhir kami akan berpisah dan akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang sudah kami kerjakan masing-masing di dunia.

Bukankah doa lebih tinggi derajatnya sebagai kehormatan, dari hanya sekedar ucapan. Semoga kalian memahami ini..

 

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Celoteh Sang Utusan

 

Apa jadinya, bila diri seseorang sudah merasa paling hebat ?. Jika jadinya akan berkuasa, sudah pasti. Kekuasaan adalah hasil capaian di saat seseorang sudah merasa paling benar. Mungkin bagi sebagian pihak, kekuasaan adalah tirani. Namun, bagi ku tidak. Kekuasaan adalah pucuk atas usaha yang sudah dilalui setelah melihat permukaan bawah yang sudah diamati jauh-jauh hari. Artinya. dengan kata lain perjalanan penuh makna yang panjang.

Dulu, konsep kekuasaan adalah Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme. Sudut pandang lain jug mengatakan bahwa kekuasaan adalah kekal. Masih ingat di pikiran kita, bahwa kekuasaan seolah harus dimusnahkan di muka bumi ini, dengan cara pemberontakan membabi buta. Tragedi 98 memberikan pengalaman luar biasa untuk itu. Puncak dari segala pergolakan menentang tirani yang sudah dirintis sebelumnya itu, menjadi tonggal runtuhnya Sang Penguasa kala itu.

Harus diakui, pasca 98 otak orang Indonesia mulai terdoktrin dengan istilah kebebasan. Mulai dari bebas berpikir, bebas ber-Tuhan, bebas memilih, hingga bebas me-akhiri hidup. Bercokol ragam budaya dari belahan bumi yang lain menjadikan orang Indonesia berdikari dengan alasan bebas. Apakah manusia benar-benar membutuhkan kebebasan untuk menjalankan perannya di bumi?.

Pertanyaan inilah yang kemudian menjadikan tulisan ini dibuat. Hanya ingin menuangkan apa itu keresahan hati sebagai manusia di tengah-tengah gambaran mereka yang bebas dan merasa bahwa bebas itu akan membawa kebaikan untuk jiwa manusia sendiri.

Pemikiran ini, membawa sugesti khusus pada diri ku untuk merumuskan apa itu kebutuhan manusia. Harus ku syukuri, perjalanan ini cukup panjang, walau dengan keletihan hingga ke sendi, sepanjang hari tubuh ini tetap produktif. Tiga bulan harus pulang pergi Depok-Tangerang-Depok adalah perjalanan yang menyenangkan. Di mana setiap subuh harus segera bergegas mengejar kereta, hingga akhirnya akulah yang paling pagi tiba di kantor. Dan selalu pulang paling malam di antara yang lain. Bukan ingin sombong. Bukan!. Tapi hanya ingin merunut rasa syukur untuk hidup ku.

Jauh-jauh hari sudah kuredam omongan orang lain atas penilaian hidup ku. Karena ku tahu, hidup ku adalah tujuan. Tidak berlibur layaknya orang lain, bukan berarti aku tidak bahagia. Sekali lagi bukan!.

Harusku sampaikan kepada dunia, bahwa hidupku bahagia dalam bentuk apa pun. Ketika kepala mulai pusing berfikir untuk setumpuk program kerja dan target perusahaan, ketika punggung pegal karena harus berjam-jam duduk di depan laptop, atau ketika kaki ronta karena berdiri menempuh jarak yang tidak dekat, Aku memiliki hiburan yang tidak mereka miliki, tentunya. Semua pengamatan yang kutemui adalah hiburan ku.

Bisa melihat segerombol buruh pabrik yang meraut juang menerjang waktu, atau buruh berdasi yang hanya bisa termangu, itulah hiburan ku selama ini. Satu hal yang masih aku ingat, ketika libur panjang tidak diterapkan oleh perusahaanku, entahlah hatiku berdesir damai, dan mengganggap kewajaran. Apabila kami semua libur, tentu apa jadinya nasip bangsa ini. Bagaimana orang Indonesia bisa memenuhi kebutuhan sikat gigi, memenuhi pangan mereka. Bahkan tidak hanya bagi orang Indonesia, ini berlaku untuk semua orang di belahan bumi lain yang menjadi pasar eksport perusahaan kami.

Mungkin bagi sebagian orang, ini kejam. Tapi bayangkan, jika semua merasa bahwa ini adalah kekejaman yang harus ditindas. Mungkin negara ini akan kolaps. Maksimalkan apa yang kita punya, itu prinsip ku, dan berilah apa yang terbaik dari ku, itu tujuanku, dan lihatlah senyum dari mereka, itu harapanku.

Menjamin kualitas waktu dan sumber daya juga merupakan hal yang lazim dilakukan oleh mereka yang berkuasa. Mereka yang berkuasa akan memiliki visi besar yang hampir sama. Kuantiti tidak selalu menjamin kualitas, tapi efesiensi dan efektif adalah kunci kualitas. Dan, tidak urung memang mereka yang merasa tak miliki kuasa akan merasa ditindas oleh tirani. Lalu pertanyaan kedua muncul, mungkinkah ini hal biasa terjadi, dan sudah pasti terjadi?

Ibu ku juga seorang pemimpin, pernah berkata kita tidak bisa mengabulkan semua keinginan setiap orang. Sebagai seorang pemimpin, hal yang harus dilihat adalah arah dan tujuan kita berlabuh. Seorang pemimpin posisinya selalu tinggi, sebab dari tempat yang tinggi itulah, ia akan melihat lebih jauh dibanding pengikutnya. Tidak hanya melihat jauh atas tujuan ke mana armada ini akan berlabuh, tetapi juga dapat melihat pengikut di bawahnya. Artinya, pemimpin yang benar sudah pasti tidak akan diktator dan mendzhalimi pengikutnya. Karena dia serba tahu setiap kondisi pengikutnya, itulah sebabnya strategi dibutuhkan bagaimana mekolaborasikan kondisi sumber daya dengan tujuan bersama.

Aku percaya setiap orang dilahirkan menjadi seorang pemimpin. Tentu masing-masing memiliki ego tersendiri. Dan hirarki tetap menunjukkan tempat tertinggi adalah seorang pemimpin, hidup matinya sistem ditentukan oleh pemimpin. Bagus buruknya pengikut ditentukan oleh pemimpin. Sebab, pemimpin juga harus memberdayakan. Sulit memang menjadi pemimpin. Karena, amanah besar tentu resiko pun besar. Tidak hanya resiko dunia, tetapi resiko akhirat. Satu simpulannya, ketika amanah besar kau dapatkan, janganlah menimbang pahala yang akan didapat, tetapi godaan dosa yang tidak akan lelah menghampiri. Salah-salah jurang neraka di depan mata. Naudzubillah..

Pertimbangan itulah yang akhirnya meyakinkan saya bahwa diksi “Jika” “apabila” “bilamana” adalah sakti. Karena nanti, akan ketemu diksi “tentu” “sepertinya” dan “akan”. Hal ini serupa dengan, “Jika saya menjadi seorang CEO perusahaan, tentu saya akan melakukan hal yang sama dalam membentuk peraturan kerja yang tidak membolehkan karyawan membuka facebook di jam kerja”, misalnya.

Pemimpin bukanlah Allah, tapi pemimpin yang benar, adalah Allah yang bersama dia. Kedekatan spiritual seorang pemimpin akan kental dan taat. Apabila pemimpin senantiasa menjaga spiritualnya, sudah diyakinkah segala kebijakannya adalah restu Allah. Lalu, apabila pemimpin tidak memiliki spiritual yang benar, bagaimana sikap sebagai pengikutnya?.

Banyak pilihan yang dibisa dijalankan. Pertama, mengingatkan pemimpin. Apabila tidak ada perubahan setelah diingatkan, maka kedua mogoklah. Setelah mogok tidak berhasil, maka keluarlah menjadi pengikutnya. Konsep ini berlaku untuk semua kondisi. Pada dasarnya individu akan berjuang atas apa yang diyakini dalam hidupnya. Nilai-nilai kehidupan yang kuat tentu akan bergejolak jika diasingkan. Sedangkan nilai-nilai kehidupan yang lemah dia akan residu.

Untuk itu, dalam sebuah sistem perlu ada konsiliasi, koordinasi, evaluasi, dan rekonsiliasi. Empat tahap itulah harus dijalankan untuk merunut kembali kesepakatan kolektif tujuan organisasi. Seorang Steve Jobs mengatakan, jika dalam perannya belum menemukan gairah kerja, maka teruslah mencari. Percuma bertahan dengan kekopongan jiwa, itu sama halnya dengan hidup koma.

Berdasarkan dari apa yang sudah ku paparkan, akhirnya bisa ku temukan kebutuhan yang paling hakiki dalam hidup. Hidup bukan kebebasan. Tetapi peran yang harus dijalankan. Mungkin bebas pada awalnya, dan tidak untuk akhirnya. Karena hidup adalah proses berjuang. Hidup bukan partikel yang melaju bebas tanpa bersenyawa pada akhirnya. Pun jika fase itu bermula di sana, percayalah itu bukan tujuan sebenarnya.

Kebebasan bukanlah kebahagiaa. Tetapi bahagia adalah pandai memosisikan kita dalam kondisi apa pun. Sekalipun diri kita harus menjalankan peraturan, dan seketika dianggap tidak bahagia, sekali lagi itu tidak tepat. Mengapa?. Karena, dalam sebuah peraturan ada sebuah kesepakatan dan komitmen. Diri ku bukanlah paling hebat, hanya seorang yang ingin menunjukkan komitmen yang sudah dipikirkan jauh-jauh hari.

Sama halnya dengan pertanyaan, mengapa manusia dilahirkan?. Manusia tidak mungkin ada, jika bukan karena adanya perjanjian. Apa yang dijanjikan, itu semua akan tetuang dari petunjuk yang didapatkan di setiap episode kehidupan. Dimulai dari keseharian, itulah petunjuk perjanjiannmu.

Satu hal, jadilah manusia yang tidak merasa paling hebat, sehebat apa pun manusia dia tetap akan mati. Sekalipun kelebihan kian membanjiri, bukan lah itu kebahagiaan yang diperlukan. Ataupun keterbatasan merupakan kesedihan. Jadilah manusia yang pandai memposisikan dirinya dalam kondisi apa pun. Jadilah sahabat bagi dirimu sendiri.

Bersyukur adalah kondisi yang nikmat dan merupakan kebahagiaan paling indah. Serahkan kepada Allah yang Maha Mencukupkan. Semoga diri ini tetap mewarnai hidup, minimal untuk sendiri.

“Life always gives you what you need. Unless more than a thousand words that you want, it never give you for one on that you need”

 

By alwayskantry009 Posted in my soul

Selamat Hari Ibu, Mamah..

100_4357

Selamat hari Ibu, Mamah..

Terimakasih untuk setiap doa yang selalu terucap di sela ibadah mu. Terimakasih untuk kebaikan yang selalu engkau beri untuk diri ini. Terimakasih untuk setiap amarah yang kau tunjukkan dikala diri ini salah dan lalai. Terimakasih untuk semua perhatian tiada tara untuk diri ini yang selalu membutuhkan belaian kasih sayang. Terimakasih untuk kelapangan hati mu dikala diri ini khilaf. Terimakasih untuk waktu mu mendengarkan setiap setiap cerita tentang diri ini. Terimakasih untuk pembelaan mu untuk kelemahan diri ini. Terimakasih untuk gizi yang sudah engkau beri semasa kecil hingga sekarang. Terimakasih atas waktu subuh mu untuk membuatkan susu dan bekal siang untuk diri ini. Terimakasih untuk setiap kado disaat waktu hari jadi diri ini.

Mamah, jiwa mu bersama diri ini hingga sekarang. Wajah mu serupa dengan diri ini. Walau sifat kita berbeda, namu dapat melebur menjadi komposisi belahan jiwa yang tak tergantikan.

Mamah, setiap hari adalah hari mu. Karena setiap hari, diri ini bertekad untuk membahagiakan diri mu dan mengangkat derajat mu. Meski tak sebanding dengan apa yang engkau berikan untuk saya. Tapi Mamah engkau tahu apa yang ada di hati ini terhadap mu. Sayang ini sulit terucap dan hanya bisa saya tunjukkan dan membuktikan dengan perbuatan. Biarlah rasa sayang ini mencapai langit ke tujuh dan menggema bahwa sayang dan cinta saya begitu besar untuk mu, mamah..

Mamah, jangan pernah risau dengan masa tua mu. Karena anak mu akan selalu menjaga mu dan tidak akan pernah menelantarakan mu sampai kapan pun. Diri ini akan senantiasa berjanji akan membuat masa tua mu bahagia dan tenang. Dan tidak ada satu pun kurang dari mu.

Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan untuk mu. Karena amanah mu begitu besar, tidak hanya untuk keluarga mu, melainkan juga untuk anak bangsa. Kepemimpinan mu begitu meinsipirasikan diri ini untuk mengikuti jejak mu. Semoga Allah memberkahi peran mu saat ini.

Sekali lagi, selamat hari ibu, Mah..

I love you..

By alwayskantry009 Posted in my soul

Ketika Ikhlas dengan Ibu

Wahai hati,

Taukah engkau bahwa harus ku akui aku sudah melepas perasaan ku selama ini.

Perasaan yang membuat ku selalu sakit berkali lipat, atau hanya teriris tajam oleh belatinya.

Aku tidak menyalahkan siapa pun untuk ini.

Bukankah menyalahkan adalah remehan pahala mu?

Sayang bukan?!.

Aku tahu hidup ini adalah sementara.

Usah ku pikir apa yang bukan untuk ku nantinya.

Itu prinsip ku.

Aku ingin hidup ku ringan, walau ringkihku akan menjerit keras.

Di saat semua hampa dan putus, Aku tahu ada dia yang selalu ada dan melihat ku.

Hatinya tidak akan putus pada ku.

Walau ringkih ini meredam dalam.

Sonar ku menggetarkan intuisinya. Luar biasa bukan?

Ibu, tahukah engkau kini ku sangat percaya kepada mu.

Suka duka, gelak tawa, dan ritihan air mata sudah ku lalui bersama mu selama 25 tahun.

Kau sangat tahu mulus busuknya diri ini.

Mudah bagi mu, membaca angan, walau diam.

Mudah bagi mu, meraba watak, walau gelap.

Ibu.. sulit bagiku mencari dia yang akan menyayangi ku dan menyayangi dirimu.

Aku tak tahu mengapa begitu sulit melampaui ini.

Hasrat ku terlalu tinggi, bukan Tenang ku.

Jadilah Tenang bagi ku, Ibu.

Aku siap memulai hati yang baru untuk petunjuk mu.

Karena kebaikan bagi mu adalah kebaikan untuk ku.

Bahagian mu adalah bahagia untuk ku.

Aku ikhlas meredam cita ku, jika ini baik untuk mu.

Sungguh aku sudah ikhlas.

Aku punya Allah yang senantiasa membimbingku nanti.

Kini, harus ku siapkan mentalku menjelang masa depan baru ku.

Dengan siapa yang hanya aku ikhlaskan dengan keputusan-Nya.

Doakan..

By alwayskantry009 Posted in my soul

Catatan MAGER

 

Jakarta oh Jakarta.. Mengapa makin padat kau rupanya !.

Melihat jalanan sore pukul 17:30 WIB di Gatot Subroto yang penuh dengan warna warna lampu kendaraan yang makin hari makin kinclong membuat gusar hati seolah mager se-mager-nya. Sueerr lah !. Barang siapa yang mengalami hal yang sama seperti saya, tentu kegusaran itu bukan lagi konsumsi pribadi, melainkan sudah menjadi publik segenap bangsa dan negara Indonesia yang ada di Jakarta bagian Selatan.

Harusnya sih memang sebagai orang waras yang keprimanusiaan Pukul 5 sore itu adalah waktu surga, dimana langkah kaki semakin cepat semakin baik kau sampai rumah. Mandi, ganti baju, makan, dan nonton televisi sudah menunggu untuk dilalui sesampai di rumah bukan?!.

Tapi tidak berlaku untuk saya. Entahlah, hati malas sekali untuk pulang. Enggan untuk bergegas melangkah menuju halte busway dan berjuang di padatnya kereta listrik jabodetabek. Tidak ada asa yang ingin saya capai setiba di rumah. Apa mungkin ini karena kakak saya yang terkena cacar, sehingga saya malas sekali tiba di rumah cepat-cepat?.

Namun rasanya tidak. Bukan itu alasannya. Atau bisa jadi salah satunya itu. Tapi setidaknya bukan hal utama yang menjadi kegusaran minat saya hari ini. Namun hanya saja ada satu hal yang berbisik, “Nanti dulu kau pulang, tunggulah sebentar lagi”.

Kira-kira seperti itu bisikannya. Dan saya pun menuruti terpaku berdiri dengan pandangan lurus sambil menggigit ujung pulpen pilot berwarna hitam.  

Yaa.. Tuhan, rasanya mengapa hari ini tidak enak mengalun perasaan dalam benak sendiri?

Saya harap ini bukan galau sore yang biasa dilakukan sekumpulan anak muda yang memikirkan gebetan di seberang sana. Oh tentu tidak bukan. Yeaaah.. semoga seperti itu.

Oh Tidak Tuhan, jangan biarkan saya galau seperti mereka. Saya bukan mereka para pengumbar perasaan, atau mereka yang senang bermain kode. Jelas saya bukan mereka, karena saya bukan lah Khalil Gibran atau Dewi Lestari yang mudah sekali menipu perasaan dengan kalimat baku. Atau lebih parah, saya bukanlah pecinta Pramuka layaknya anak-anak sekolah dasar yang mencintai permainan jerit malam yang menebar kode-kode morse.

Tapi mengapa hati ini sangat gusar. Perasaan yang terselimuti kecemasan luar biasa yang masalahnya saja saya tidak tahu seperti apa. Tolonglah hati, jangan bikin saya bimbang dan bertanya ada apa dengan mu sore ini?.

Ingin rasanya menebak, bahwa kau kini mungkin sedang lelah bersama manusia ini?.

Atau jangan-jangan kau sedang berontak dengan logika saya?.

Apa hati? apa??!

Perasaan itu nyaman seperti rumah bukan, perasaan yang membuat kita nyaman dan senang tanpa harus risau. Perasaan yang selalu ingin singgah dan berteduh di saat ada ancaman mendera. Oh Tidaaaaak !. Saya kehilangan rumah itu. Rumah kenyamanan yang rasanya kini hilang menembus likuk labirin besi. Rasanya diri ini hanya berkomunikasi dengan persona tanpa peduli keberadaan sekitar.

Sekilas logika tetap berargumentasi, bahwa kenyamanan itu dapat diatur sesuai keinginan kita. Dan kehilangan hanya klise sementara. Dan memang kesementaraan tadi terjadi hanya di sore ini . Waktu yang hanya ingin diresapai oleh seluruh komponen diri ini. Ah, mungkin aku kelelahan. Tapi aku sudah menimbun beribu-ribu lelah dalam benak. Lagi-lagi tidak mungkin.

Hal yang sangat sulit adalah saat melalui fase kesendirian waktu yang mengingat tentang diri kita sendiri. Aku, dan segala tentang ku.

Memutar otak dan ingata tentang kesenangan lampau yang mungkin merubah mood saya kali ini. Sayang, tidak ada satu pun senyum dan tawa yang saya ingat saat ini. Bukankah belum lama saya masih tersenyum dan tertawa ?. Mengapa ini rasanya sulit sekali mengulang itu.

Tiba-tiba saya menjadi ingat bbm dari sahabat saya dari Paris, yang isinya ingin sekali bertemu saya karena ingin sekali bercerita banyak hal kepada saya. Tanpa sadar, saya pun menjawab “Ya, gue juga. Banyak hal yang pengen gue share”. 

Rupanya, tanpa sadar saya menyimpan sekelumit cerita yang ingin dikeluarkan. Oh sabar hati..!!. Lusa kau akan bertemu sehabat hati mu. Saya jamin itu, kau akan lega untuk menumpahkan isi perasaan mu. Biarlah logika kali ini memilih untuk diam. Mungkin, kali ini hati benar-benar lelah dengan logika. Dan akhirnya saya pun menjadi bersalah karena tidak bisa membagi porsi seadil-adilnya.

Dengan reflek, saya mengusap dada saya, dan memang baru kali ini saya mengusap dada sambil membayangkan bahwa ada jiwa di dalam sini yang hidup. Dia yang halus dan selalu jujur merasakan.

“Wahai hati, maaf ya, saya mungkin salah kepadamu telah berbohong. Tapi sampai waktu yang ditentukan biarlah saya hidup dengan logika yang terus meruncing tanpa memikirkan orang lain di sini. Biarlah logika menggerakkan kaki dan asertif yang saya miliki untuk terus berkembang tanpa harus merasakan tajam, perih, sakit, atau lelahnya laju. Kau memang membutuhkan kenyamanan, saya tahu itu. Tapi tolong tunggu lusa. Mungkin sahabat mu bisa menjadi penawar mu kemudian. Doakan sahabat mu sampai Indonesia dengan selamat. Biar kau tak kembali risau”.

Maafkan kisah ini menggantung. Karena saya harus menutup komputer ini, dan menikmati senja di lantai 13.

Adioos..

By alwayskantry009 Posted in my soul

Allah Bersama Engkau, Temanku

 

 

Pagi ini di Indonesia bagian tengah, saya mendapatkan broadcast dari seorang sahabat di Bandung. Isinya memberitahukan bahwa kawan seperjuangan kami sedang menunggu detik-detik persalinan sang isterinya di daerah Subang, Jawa Barat. Kira-kira selang 6 jam, sebaran pesan singkat itu sampai juga di telepon saya. Isinya menyenangkan, bahwa sahabat kami sudah melahirkan seorang puteri mungil. Namun di akhir paragraf, sedih terkoyak bahwa teman saya di  Bandung mengatakan bahwa sahabat kami di Subang sedang membutuhkan dana untuk biaya persalinan sang isterinya. Jumlah nominal yang tertera di pesan singkat itu menunjukkan biaya persalinan operasi caesar.

Membaca kabar itu, saya segera lemas dan entahlah mengapa saya seperti merasakan bagaimana perasaanya. Sahabat saya ini adalah sahabat seperjuangan semasa di kampus. Kami bersama dalam ceria, susah, dan lelah. Sulit sekali untuk menghubunginya melalui saluran telepon. Ia jarang sekali mengangkat telepon atau membalas WA atau bahkan jarang bergabung di group WA. Saya tahu betul dirinya. Dalam susah, ia pasti hanya terdiam. Tidak mau berbagi kepada yang lain. Walau pada kenyataannya, kami (sahabatnya) akan selalu ada untuk membantu sebisa kami.

Wahai sahabat, tahukah kamu, sampai detik ini, saya masih berharap kamu mengangkat telepon saya atau menunggu kamu membalas pesan singkat saya. Tahukah kamu, saya benar-benar belajar dalam hidup mu yang luar biasa. Bagi saya, kamu adalah inspirasi saya untuk mandiri, rendah hati, dan humoris seperti mu.

Masih ingat dalam pikiran, bahwa kamu membuat saya tertawa lepas ketika kita bertiga bermutar Jakarta untuk mencari dana untuk kegiatan organisasi kita. Semoga kau masih ingat, sunggug harap, kau masih ingat itu.

Ketika itu, kau sama sekali tidak tahu Jakarta, dan kau meminta ku untuk menemui mu di salah satu Kantor Kementrian di daerah Jakarta Pusat. Dengan wajah selalu ceria, bersih, dan senyum lebar kau berkata, “Kant, lo punya uang gk?. boleh pinjem dulu, buat pulang ke Bandung”.

Saya tahu betul kamu, sahabat. Bahkan hari itu pun kau belum makan, dan tidak tahun mau tinggal di mana. Akhirnya, saya ajak untuk menginap di rumah saya untuk semalam. Dan wajah kalian, terutama wajah mu, merah padam, dan dengan spontan kau bilang, “Aduh..belum siap nih kalau ditanya macem-macem sama orang tuanya kantri”. Mendengar spontanitas mu, sukses membuat saya tertawa lepas.

Di sepanjang jalan pun, kita bertiga semakin dekat karena sepanjang jalan menuju rumah saya yang lumayan jauh itu, kita berbincang, masa lalu, masa cinta monyet, rahasia kita tumpah ruah di mobil baleno. Pun akhirnya ku tahu, kau suka siapa. haha..

Rahasia itu semua ada di mobil itu, sahabat..

suara mu juga mungkin masih terekan jelas di karet jok belakang yang kau duduki ketika itu.

Wahai sahabat, jangan salahkan saya untuk menulis itu di laman ini. Dan sekali lagi, masih saya harap kau membalas pesan singkat saya. Kau tahu bukan, kalau saya begitu membenci kebohongan dan keberpura-pura-an?!.

Haruskah saya membenci mu saat ini?

DI langit ini, tepat pukul 23:11 WITA, saya harap dalam do’a bahwa kau dan isteri diberikan kemudahan. Anakmu tumbuh sehat. Lihat saja nanti, November saya akan mendatangimu ke Subang dan tak urung untuk memukuli mu dengan pelepah pisang hingga membiru. Kau harus menerima itu. Sungguh kau herus menerimanya.

Langit kita sama bukan?.

Adioos..

By alwayskantry009 Posted in my soul

What Kinda of Journal I’d Like To?

 

“You must to start  searching for locally cases, yeah of yours”.  -Berth’s Message-

Oh God, that was really make break of my head bone extremely. Beth and i have been known each other when we were do our job trainning in Singapore. She was wonderful woman. She’s perfect. She has brilliant every ideas for anything. It absolutely told every people to know that if she has the smart brain one.

Someday, we’re gotta be nice chit chat about our future hope. I don’t know, why we could to think that future hope never feel be bored. That was interesting topic ever. I sure that, if we have perfectly precious soul. We’re crazy bout dreams. haha..

Dream is people’s willing hope, and that is legitimate, isn’t it?

Everyone can have those imagines they would. So one more time, i should to consider that our conversation more be important than the other topic. But wait!. Unfair if i didn’t tell what is range on willing hope every woman ?

Well basically, every woman thought if they’re gonna be happily life with a handsome husband, and so much cutties baby breathe (red-bayi lucu). And lucky day, Berth and I are a woman. So, it must be thought for that. But not only would be a woman dream come true, but also another those preciouses willing hope. We’re talking about education dream.

Bert’s educational profile is one precious for her. After got the best master graduate level in Australia, she wanna study abroad forward. Oh My God, you can believe that, what a kind of her?!

She likes every knowledge in the universe life. Take a  Simple, when i told her about why indonesian use the right hand for the good things, Berth was exciting. She thought unusuall for her to use what indonesian custom. Let’s guess !. What did she do after that?

Berth was researching for informations actually. Well, i was surprise. So, unpredictable she could do anything.

One day, i told her what em willing hope of me. You know, what did she said?

She said, “Your country has many uniques custom. And i believe that so much kind of cases within. God Bless Yours!”.

Cases is begin from that you never heard before. And usually, people think that unique can bring knowledge discouvering for any part of their country. Such a combining system or collaboration life. That is why, God made the world are not the same. Berth’s eart, is not the same with mine.

So, what should i do for seacrh any problems here?

Remember that, if we’re gonna propose a scholarships, we must think what is a problem that is very important problem in society life. Indonesia has many islands, provinces, and ethnic groups.  That was scracthy !!.

Oh God, help me more please.. i would reach my dream come true. Open my mind widely.:(

 

By alwayskantry009 Posted in my soul