Itu Asap. Asap(?). Asap(!)

Indonesia kini berduka.
Untuk asa yang sia-sia.

Indonesia kini sengsara.
untuk marah yang membara.

Indonesia kini menderita.
untuk nasib yang nestapa.

Indonesia kini menjerit.
untuk hidup yang selalu irit.

Indonesia kini mengadah.
untuk esok yang indah.

Indah.

Ya esok yang indah. Berjuta harapan untuk kelangsungan hidup yang indah, masih tersisa oleh wajah-wajah pencari lembaran rupiah. Bukan lagi dia, melainkan aku dan kamu. Kita !

Jam tangan ku menunjukkan pukul 19.00 WIB menanti cemas kedatangan bos yang sebelumnya sudah pesimis akan sulit mendapatkan penerbangan ke Jakarta, demi membawa hasil penjualan kerjasama dengan pihak Denmark yang sudah berjalan hampir 4 bulan. Sungguh ini di luar dugaan pikiran manusia. Ratusan juta bahkan nyaris menyentuh angka milyaran itu, kini hanya menunggu mukjizat dari Tuhan akan datangnya Hujan untuk menghalau asap.

Asap tidak lagi hanya sekedar kebulan berwarna pekat yang mengganggu, tetapi sudah membunuh jiwa yang tak berdosa. Bukan lagi soal membunuh raga, tetapi sudah membunuh stabilitas perekonomian yang sudah dirancang dalam program kerja.

Lalu, harus bagaimana kita?

Sungguh pelik bangsa ini. Menyoal solusi bersama harus dipikirkan kewenangan yang seharusnya dijalankan. Tapi memang benar. Asap bukan lagi masalah individu, tetapi masalah bersama. Baik pemerintah dan masyarakat, yang terintegrasi di tingkat nasional dan daerah bahkan wilayah setempat.

Presiden kita memang harusnya yang paling utama menjadi problem solver. Tapi apa daya, bukankah ia manusia juga?, yang punya kekurangan, dan ketidakberdayaan?.

Tunggu sebentar. Aku bukanlah pro presiden ataukah haters presiden. Tetapi tulisan ini sengaja dibuat hanya untuk bangsa Indonesia. Bagaimana Asap bukan lagi sekian menit, tetapi sudah berminggu-minggu terjadi. Sebenarnya kejadian ini sudah terjadi setiap tahun, hanya saja memang ‘apesnya’ ini yang paling parah, tepat rezim pemerintahan berganti.

Sudah seharusnya bangsa ini meminta maaf kepada bumi, dan bukan meminta maaf kepada mereka. Toh, bangsa ini jauh lebih pedih kondisinya. Namun, coba lihat sudah berapa lebar lapisan ozon yang melebar akibat pemanasan global yang diakibatkan oleh pembakaran liar. Bukan lagi urusan dia, tapi urusan bersama.

Tulisan ini bukan lagi masalah menyangkut isi rekening ku. Tetapi masalah nyawa ku. Nyawa ku yang masih belom bisa membahagiakan kedu orang tuaku. Atau belum mampu mengisi kemerdekaan untuk orang banyak. Sungguh-sungguh aku harap kau juga dapat merasakan.

Lelah rasanya menyalahkan Pemerintah. Toh nasi juga sudah menjadi bubur. Toh, nyawa sudah ada yang melayang karena asap. Lalu apa??.

Pemerintah sudah tidak lagi mampu menjalankan kondisi pelik ini sendirian. Perlu ada masyarakat yang peduli. Apresiasi besar harus diberikan kepada lembaga zakat di Indonesia yang sudah cepat turun ke lapangan untuk membantu bencana ini. Bagaimana rasa haru ku tidak pecah, saat membaca kabar mereka yang terisak meminta hujan kepada Sang Khalik. Sungguh di sini, hati terdalam pun terisak memohon ampun. Jangan-jangan ini salah ku juga hingga Allah Murka. 😦

Manusia sungguh lemah. Tiada upaya selain meminta pertolongan dari Maha Perkasa. Bangsa ini, negara ini, kecil Wahai kawan. Dan ku harap kau mau merendah dan mengerti itu. Bukan lagi tertawa lepas karena hura-hura yang mudah digapai. Apalagi menyalahkan kepada siapa dan siapa. Itu sudah lewat. Lebih baik kita mulai berpikir bagaimana cara mengobati kondisi ini, selain masih berharap datangnya hujan dari Allah.

Menolong mereka itu sama halnya dengan menolong diri sendiri bukan?. Karena hakikatnya kebahagian itu adalah perasaan yang selalu ada atas restu dan ridha dari-Nya.  Dan semoga kejadian ini memberikan banyak keasadaran bagai kita semua.

Say Something,,

I-wish

Enggak tau harus bilang apa, cuman mau nulis..

“Semoga kali ini berhasil..!!. Karena ada Nadzar di dalamnya.. hati tulus terdalam berharap dengan Bismillahirrahmanirrahiim..”

Hasil Tulisan Dari Adik Kelas di Fikom Unpad dan BEM Unpad, Fikri..

Fikiran

Kantry Maharani
Srikandi Pergerakan Kema Unpad

 

            These of some pages i made. All kind of communications case or theories that i would share that i have been studied at university level. Another page, i would share about some stories that gives you to encourage meanful of daily life. My friends, my family, all discouvering phenomena make sure was memorable. Because of you, you and all people have a side stories what a worthiness means

            Lahir di selatan Kota Jakarta pada tanggal 31 Januari 1989, perempuan yang hobi menulis ini merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Kantri sendiri merupakan sintesis kata dari country yang berarti negara dan Maharani yang berarti ratu yang diagungkan, sehingga Kantri Maharani bisa diartikan sebagai Ratu yang dapat memberikan kebermanfaatan bagi negaranya. Menurutnya, makna namanya sungguhlah berat,tapi tidak dipungkiri bahwa penyuka aliran musik jazz ini ingin menggoreskan namanya sebagai pemimpin di Indonesia.

            Tumbuh…

Lihat pos aslinya 427 kata lagi

Cara Menilai Calon Pasangan yang Kamu Tidak Kenal

Inspiratif sekali. Nice post !!

Keluarga SiKembar

Di zaman sekarang, usia pernikahan semakin bergeser. Dulu, zaman nenek kita, perempuan udah harus nikah klo tamat Sekolah Rakyat. Dulu, tabu dan aib jika seorang perempuan berumur 20 belum ada yg lamar. Klo sekarang? Kita dg mudah menemukan org2 berumur 30-an tapi blm nikah.

Tapi terkadang org2 memborong kamu dg pertanyaan2 ‘kok belum nikah? kapan nikahnya? udah punya calon?’. Apalagi pas hadir di acara keluarga atau reunian, mendadak kamu merasa ‘asing’ karena semua teman2 kamu, sepupu2 kamu udah pada gendong anak hehe. Langkah terakhir, akhirnya kamu pasrah dijodohkan orgtua atau dicomblangin sahabat? Jangankan cinta, kenal aja nggak!

Kenapa tidak? Tapi, jangan sampai kamu beli kucing dalam karung: tidak tahu-menahu atau tdk mau tahu ttg calon pasangan kamu. Menikah bukan perkara jual-beli barang, klo kamu ga cocok, atau klo ada cacat, kamu bisa komplain dan mengembalikan barang itu ke penjual. Tidak seperti itu. Menikah itu sesuatu yg kompleks dan sgt menentukan…

Lihat pos aslinya 506 kata lagi

When I Was Your Man

Pagi ini saya mencoba membuka email yahoo yang udah beberapa bulan saya tinggal. Ternyata udah penuh banget. Ada kali ya, sekitar ribuan email masuk. Ya gitu deh, kesemua isi email adalah notifikasi dari akun-akun yang pernah saya ikuti selama ini. Mulai dari akun bisnis, pendidikan, keagamaan, sosialita, aktivis, bahkan sampai pada forum biro jodoh dunia maya numplek memenuhi inbox saya. Jangan salah ya, kalau saya tidak membaca semuanya. Saya gini-gini juga paling enggak ada kerjaan. Kalau iseng, ya apapun di inbox masuk pasti saya baca. Ya walaupun terkadang suka nemu email masuk dengan nama teman saya, tapi isinya “link” sebuah situs yang enggak jelas. Menurut teman saya sih itu biasanya adalah virus. Tapi entah kenapa, udah jelasin kalau itu adalah virus, teteeeeeeep aja saya buka. :-p

Satu persatu email saya buka, hingga pada satu email masuk dari teman saya berinisial B.M. Saya biasa menyebut dirinya dengan BEMO. Oke sebut saja lah ya, dirinya dengan BEMO. BEMO merupakan teman saya ketika les bahasa Inggris di LIA Pasar Minggu. Temen lama. Tapi masih tetep berkomunikasi walau benua, lautan, dan samudera memisahkan kita. Cowok kembar yang kini bekerja pada perusahaan asing di Belanda itu ternyata sedang galau gundah gulanda.

Dia menceritakan sebuah kisah hidupnya selama di Belanda. Kisah yang jarang sekali dia ceritakan ke saya. Yeeeap kisah percintaan di usia 25 tahunnya membuat pagi saya sangat antusias membaca curahan hati sang bujangan kincir angin itu. Pengen tau ceritanya?!, yuk siap-siap ambil tissuee. hehehe..

Begini ceritanya,

Di awal pembukaan email yang dia kirimkan kepada saya, BEMO memelas. “Entahlah, saat ini gue harus cerita sama siapa. Di saat gue sadar, kalau perempuan itu sangat berarti buat gue”.

Membaca tulisan itu, spontan banget, saya nyengir kuda. Cuman bisa bilang dalam hati, ” Heum..Mamam deh lo”. *Maaf ya BEMO, Gue bilang gitu. Eh tapi gue nyengir kudanya sebentar kok. Karena firasat gue, kisah lo ini pasti beda. Makanya, gue akhiri dalam kenyengiran kuda ini, dan menghayati tulisan lo :D*

“lo tau gue kan, gue enggak bisa menempatkan hati hanya ke satu perempuan. Dan lo tau kan, kenapa gue kayak gitu?!. Ternyata Tuhan memberikan gue jawaban saat ini. GUE MENEMUKAN PEREMPUAN UNTUK HIDUP GUE LEBIH BAIK LAGI. Dia adalah perempuan yang udah jadi temen gue selama 2 tahun di Belanda. Temen ngobrol apapun, temen diskusi enggak jelas, temen jalan-jalan, nonton film, dateng konser musik, sampe ngerjain project kantor bareng. Semula gue merasakan kenyamanan seperti dekat dengan perempuan yang lain. Karena awalnya gue kira, setiap perasaan nyaman yang gue rasakan adalah berkat diri gue sendiri. Diri gue yang pintar membawa hati gue, menempatkan hati gue, dan menciptakan suasana menjadi beda. Yeah itu karena gue, Bukan perempuan yang dekat dengan gue. Lo pikir aja kant, selama dua tahun itu gue akhirnya tau dia jauh  banget dari perempuan yang paling cantik di sekitar gue.  Dia perempuan sederhana, sedikit cuek, dia suka banget baca komik, dan enggak suka fashion. Lo masih inget Caroline kan?!. Nah, kalau dibandingin sama Caroline, jauh banget deh. Apalagi kalau disamain sama Jasmine atau Minie. Pokoknya diantara perempuan yang gue deketin, yang satu ini jauh banget. Hingga suatu ketika dia harus kembali ke negaranya, Japan. Ada kali ya, 5 bulan gue enggak ketemu dia. Sampai pada suatu ketika, gue merasakan hampa. Kosong. Dan entah kenapa ada hilang dalam diri gue. Itu gue rasakan ketika dia pergi selama 5 bulan. Selama ini, kalau Jasmine, Caroline, atau Minie pergi entah kemana tau, gue sama sekali enggak mencari dia. Kali ini, beda. Bahkan hampir semua temen kantor gue bilang wajah gue pucat. Enggak ceria seperti biasanya. Hingga pada suatu ketika gue inget obrolan gue sama lo yang  “A Half We, Is You”.  Gilak kant ! Gilak !! gue karma ini kayaknya. Kayaknya gue punya perasaan yang beda sama itu perempuan. Cuman sama dia !. Selama 2 bulan itu gue enggak komunikasi sama sekali. Sama sekali. Gue udah coba telepon, ternyata telponnya enggak aktif. Akhirnya gue kirim email. Ternyata enggak perna ada balesan dari dia. Ah..rasanya gue mau gila. Rasanya gue pengen banget ke Jepang nyariin dia. Atas pertimbangan ini itu akhirnya gue ke Jepang. terserah lo bilang gue enggak waras atau gimana. yang jelas gue cuman pengen deket dia. Karena gue merasa kehilangan dia. Pergilah gue ke sana. Gue cari alamat dia di Jepang lewat perusahaan di sana. Ternyata dia di Hokaido ( Rumah neneknya ). Asli, susah bener nyari alamat di sana. apalagi gue gk bisa bahasa jepang. Gue sewa tour guide untuk nemenin ke Hokaido. Sampe di sono. Lo tau apa yang terjadi, Dia MERIT !. dia udah nikah. dan gue lemes banget tau berita itu. Makanya gue langsung YM lo, bilang WHAT SHOULD I DO NOW?, AND IM IN LOVE !. Dan lo bilang, “Yaudah bilang ke dia dan nikahin dia. Simple!”. Akhirnya gue bilang itu ke dia. Gue sadar itu bodoh. Lo tau raut wajahnya gimana, dia nangis. Terus senyum. Dia bilang, Dia juga suka gue. Tapi itu dulu pas pertama ketemu gue. Asli kant, gue merasa bodoh banget denger itu. Kenapa gue harus menyadari sekarang kalau dia berarti buat gue. Sampe sekarang gue kirim email ke lo ini hati gue masih lemas. Gue cuman pengen waktu kembali di saat gue ketemu dia, di saat dia ketemu gue. Gue enggak tau harus gimana ini…!!.

 

 

Itu dia cerita BEMO yang dia kirim ke email saya. Saat itu juga, saya bilang sama BEMO, “CINTA LO BASI!”.

Kayaknya udah banyak kisah cinta terlambat kayak gitu. Entahlah, penyesalan emang datang terlambat. Terlepas dari bahwa, “dia bukan jodoh lo” saya yakin enggak semua orang bisa bangkit untu recovery perasaan. Namanya juga perasaan hati, pasti sedikit sulit tuh. Makanya jangan maen-maen sama hati. sedikit meleset, sakitnya ampun-ampunan. Enggak tau juga ini, gara-gara email dari si BEMO saya jadi seneng banget denger lagunya Bruno Mars yang When I Was Your Man. Ini liriknya sama persis ya, sama kisahnya dia.

Ada hal yang harus kita ketahui, bahwa laki-laki itu punya hak untuk memilih, dan perempuan mempunyai hak untuk menolak. Menurut sensei SMA saya dulu, perempuan asia ( khususnya ) memiliki kesamaan dalam menyikapi perasaan. Bahwa perempuan itu hakikatnya menunggu untuk menjawab ya atau tidak, Kalau berdasarkan cerita dari temen-temen saya sih, kebanyakan laki-laki yang pernah dia suka di waktu yg tepat sebelumnya, akan datang di waktu yang (akhirnya ) tidak tepat. Contohnya, di saat perempuan itu akan menikah beberapa hari lagi, ternyata laki-laki yang pernah ia suka datang menyatakan suka. Huwooooo.. petir banget enggak tuh?!. Padahal sebenernya perempuan itu pernah suka sama laki-laki itu. Tapi karena laki-lakinya enggak menyadari, yasudah perempuan akan memilih siapa yang berani berkomitmen lebih cepat dari siapa pun. Sekilas mirip cerita di Cintapucino ya?!. Dan emang itu nyata adanya. Ya..karena saya belum merasakannya, jadi masih tidak percaya, dan membayangkan kalau nanti saya akan menikah, jangan-jangan John Mayer akan datang sambil bilang, ” Kantri, frankly, realize that I feel love in you. Will you marry me ?? 😀

Adioss…

dijual..dijual..dijual..

laptop HP Compac Presario V3908 warna hitam,

spec : Intel Core 2 Duo,Windows XP, 2GHz, 1.99 GHz, 0.99 GB Of RAM

Kamera: 1.3 MP

ada bluetooth, DVD/CD Room, card reader, WiFi

Layar : widescreen

Dengan harga, 6.5 juta ( bisa nego )

NB: baru beli, tanggal 7 Oktober 2008

Hubungi : 085695732005

Menuju Indoensia Perubahan di Putaran Pertama..

Pilpres 2009 tinggal menghitung hari. Debat capres-cawapres pun sudah memasuki tahap ke empat. Namun, sejauh pemantauan dari setiap debat, hampir seluruh jawaban capres maupun cawapres hanya sebatas uraian normatif. Artinya semua yang dipaparkan sebenarnya dapat dilontarkan oleh siapa saja. Tidak mesti menjadi seorang capres-cawapres. Berdasarkan hal itu, mahasiswa merasa perlu merumuskan hal-hal yang mendesak di Indonesia. Masalah yang harus diselesaikan dengan segera, oleh capres-cawapres mana pun yang nantinya terpilih. Dari sekian banyak permasalahan yang bergelayut di negeri Indonesia, kami mengkerucutkan menjadi beberapa topik penting. Pendidikan, Hukum, Kesehatan dan Ekonomi.

1. Pendidikan Fakta yang ada, bahwa anggaran pendidikan 20% di Indonesia tidak murni untuk biaya pendidikan. Namun 20% yang ada termasuk gaji guru dan kedinasan. Hal ini menyebabkan isu sekolah gratis menjadi tidak total. Sekolah gratis malah menyebabkan banyak murid yang tidak mendapatkan fasilitas dan sistem pengajaran yang utuh. Lalu, isu sekolah gratis juga mengecualikan SBI (sekolah berstandar internasional). Hal ini mengindikasikan pengkotak-kotakan pendidikan dan sekolah gratis yang tidak menyeluruh dan merata. Untuk itu, berdasarkan kajian BEM Kema Unpad, diputuskan akan diangkat isu mengenai kedua hal tersebut. Dengan tagline, “Anggara murni 20% = Pendidikan gratis tanpa pungutan”

2. Hukum Visi misi sejumlah janji dan kontrak politik capres dan cawapres saat ini hanya sebatas normatif saja. Pada fokus hukum yang akan dibahas adalah mengenai pembentukan pengadilan tipikor jika pengadilan tipikor tidak segera disahkan, maka KPK akan merasa kesulitan untuk menindak lanjuti kasus-kasus temuan korupsi. Ini artinya sama saja dengan memandulkan fungsi KPK. Selain itu kasus BLBI dan korupsi soeharto beserta kroni-kroninya juga harus segera diselesaikan. Hal ini guna mendapatkan kepastian hukum di Indonesia. Berdasarkan hasil kajian BEM Unpad, maka diambil fokus isu utama a. UU Pengadilan Tindak Pidana Korupsi = HARGA MATI!! b. Tuntaskan Kasus BLBI dan Korupsi Soeharto beserta kroni-kroninya.

3. Kesehatan Standar peningkatan kesehatan terdiri atas peningkatan UHH (Usia Harapan Hidup) dan kesehatan ibu. Target Usia Harapan Hidup masa Pemerintahan SBY adalah 70,2% sementara yang baru direalisasikan adalah 60,2%. Lalu menurut standar WHO anggaran untuk kesehatan adalah 15%. Namun kenyataannya yang terealisasi adalah 2

4. bidang ekonomi utang di Indonesia saat ini mencapai 1667 triliun. pada masa soeharto, pada 34 tahun kepemimpinannya indonesia menghasilkan utang sebesar 1500 triliun, sedangkan pada masa SBY, hutang indonesia mencapai 80 triliun /tahun. artinya SBY sebenarnya lebih banyak memproduksi hutang. seharusnya, semakin banyak hutang yang ada, maka paling tidak rakyat bisa merasakan peningkatan kesejahteraan. namun, jangankan merasa sejahtera, belum apa-apa hutang yang ada malah di korupsi duluan. saat ini banyak aset bangsa yang telah berpindah kepemilikan menjadi asing. 85% Migas 70% BEJ 80% Perbankan, dll. indonesia banyak menelan kerugian dari kebijakan yang di ambil dibidang ekonomi. misalnya, freeport. indonesia hanya mendapat 9% dari hasil yang ada. freeport merupakan hadiah terbesar indonesia bagi amerika. selain itu, kelapa sawit yang banyak di wilayah sumatera pun sudah dikuasai oleh asing, yaitu PT LONDON SUMATERA (LONSUM) yang dimiliki oleh malaysia. “untuk menghitung rasio hutang adalah jumlah hutang dibagi devisa negara.” untuk itu, berdasarkan kajian bem kema unpad, kami merasa perlu untuk mengangkat isu, “Rebut kembali aset-aset bangsa” aset-aset tersebut bisa yang memang telah dijual kepada asing, maupun yang menjadi jaminan pinjaman luar negeri. solusinya adalah dengan: 1. renegosiasi aset 2. enterpreneurship 3. penjadwalan hutang, dan 4. rasionalisasi anggaran. rasionalisasi anggaran disini dimaksudkan agar pinjaman yang ada tidak sia-sia, dan bisa bermanfaat bagi rakyat dan kemajuan bangsa.

Ayo, jadikan kesempatan menuju lebih baik..

BANZAI!!

Palestine VS Israel, bukan perang agama????

” API ITU BERKOBAR LAGI..

LAGI DAN LAGI..

RATUSAN NYAWA HILANG DENGAN SEGENGGAM BOLA PIJAR

PERANG ITU ADA ,KARNA DUNIA MASIH TEGAK BERDIRI..

APAKAH PERANG DAPAT BERHENTI, JIKA DUNIA RUNTUH???

INIKAH TANDA ITU?? ”

sehari menjelang, tahun baru islam, agresi militer Israel ke Palestina mulai membabi buta. entah dasar apa, mereka makin hari makin menjadi monster yang suatu saat siap menyantap makanan yang ada di meja makan. serangan dimulai dengan tembakan roket, serta rudal. Sasaran tembakan tersebut, di sudutkan ke pemukiman penduduk sipil, sekolah, universitas, rumah sakit, dan kantor pemerintahan.

ketika ditanya, mengapa Tentara Israel, melakukan agresi tersebut, hal ini disebabkan serangan pejuang hamas yang sudah menewaskan warga israel sebanyak dua orang. dan mereka berasumsi, bahwa tembakan tersebut, sangat tepat, sebab ditujukan kepada pejuang hamas.

TERNYATA…

TIDAK!!

fakta membuktikan, korban dari agresi tersebut, adalah warga sipil yang bukan kalangan pejuang hamas. mereka sudah melukai warga sipil yang tidak berdosa. bayangkan, agresi ini dapat dikatakan tidak adil, sebab israel memiliki alibi yang tidak masuk akal, namun ironisnya, negara adikuasa superpower Amerika Serikat, menyetujuin agresi tersebut, serta mendukung agresi Israel untuk menumpas hamas.

AWARENESS IS OUR SUPPORT!!

dari agresi tersebut, banyak masyarakat dunia yang “gerah” akan keadaan yang dapat menitikan air mata serta rasa hati yang tersayat seratus pisau itu, mereka melakukan aksi turun ke jalan, sambil menyorakkan

” SAVE PALESTINE!! ”

aksi yang diikuti dari berbagai macam elemen masyarakat itu, melakukan long march, serta pembakaran bendera zionis israel.

di tempat lain, sekumpulan orang, melakukan aksi yang serupa, yaitu ” berdoa bersama”, mendoakkan agar korban yang wafat dapat diteruima oleh Tuhan YME.

mereka mengingatkan bahwa, perang ini, ialah bukan perang agama, melainkan perang bliateral suatu negara, atas perebutan daerah kuasaan.

jika kita menanggapi pernyataan tersebut,

” secara fakta memang itu bukan perang agama. perang itu adalah perang dua negara yang sedang merebutkan kedaulatan negara mereka, ”

apakah hanya, mereka melihat banyak massa yang memakai jilbab panjang serta berjenggot, meneriakkan ‘ALLAHU AKBAR!!’

mereka merasa resah, karena banyak umat islam yang marah dengan agresi tersebut???kemudian, menyuarakkan “bahwa ini bukan perang agama??”

bayangkan, ribuan orang turun ke jalan, melakukan aksi menolak serta mengutuk agresi israel, itu menandakan, bentuk..

SOLIDARITAS UMAT ISLAM, ATAS SAUDARA SESAMA AGAMA YANG DITINDAS DENGAN TIDAK KEPRIMANUSIAAN..

ITULAH ISLAM, AGAMA YANG MEMILIKI RASA PERSAUDARAAN YANG LUAR BIASA.

SATU JIWA UMAT ISLAM DISAKITI, MAKA SERATUS ORANG AKAN GERANG..

KU BERPISAH KEMBALI!!

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

HARI ITU MEMBUAT SATU LANGKAH KE DUA KU, UNTUK MENCARI SEBUAH MAKNA HIDUP. TEPAT PUKUL 15.00 DIRI INI BERJALAN LANGKAH DEMI LANGKAH SERAYA MENGHIRUP UDARA, SORE ITU PENUH DENGAN SEMANGAT PERMULAAN HIDUP. Hm,WALAUPUN DIRI INI, TAK KUASA MELIHAT PENUHNYA KUDA BAJA YANG MELINTAS DI HIRUP PIKUKNYA KOTA YANG TERKENAL DENGAN MAHASISWANYA ITU. MENGAPA HARUS SEPERTI INI?,Gumamku dalam hati. Bukankah tanah ini lahan pendidikan?!, mengapa harus menjadi lahan pemerintah, yang sebenarnya membuat kerusakan di sekitarnya.

TIBA-TIBA TERDENGAR UCAPAN SALAM KE ARAH KU,DARI ARAH SAMPING. SEKTIKA ITU PULA, KEDUA ANUGERAH SANG MAHA KUASA PUN MENOLEH KE ARAH KUMPULAN MANUSIA MESIN, YANG SEDANG MENOPANG BAHAN PEMBUAT JALAN.

“ Wa’alaikum salam!! “. Sapa ku kemudian.

Tak lama, segera mungkin, kaki ini, kembali meneruskan niatku untuk bertemu dengannya. Jarak ku dengannya, tak begitu jauh. Waktu untuk bertemu dengannya hanya menghabiskan 20 menit saja. Namun, sungguh diri ini masih saja mengeluh. Well, aku sadar akan kekurangannku ini, syukurlah ku teringat dengan cerita darinya, akan kisah sebuah pengorbanan seorang yang mencari “Nutrisi Qalbu” hingga mengorbankan waktu selama tujuh jam. Sungguh luar biasa orang itu. Imajinasi ku kini bermain, dengan me-analogikan betapa bersyukurnya diri ini, untuk meraihnya dengan sangat mudah. Hingga ku cepatkan langkah kaki, dan akhirnya sampai juga di tempat tujuan.

Sungguh senangnya, luar biasa, ketika melihat dengannya. Hari itu pun, kami saling bercerita. Entah pengalamanku di tujuh hari yang lalu, atau cerita seputar kegiatanku. Dia hanya terdiam, dan mendengarkan ku berbicara. Ketika ku bercerita seputar keluhan-keluhan ku menjalankan OSPEK JURUSAN, dia hanya, tersenyum. Tanpa mengeluarkan satu kata pun.

Cerita ku pun terhenti. Setelah, dia memulai perkataan dengan lembutnya.

“ INI JUMPA KITA YANG TERAKHIR “. Ucapnya.

“ Maksudnya? “. Tanyaku kemudian.

“ Iya, ini terakhirnya aku ketemu kamu “. Jawab dia tegas.

Tak lama, dia menyodorkan secarik kertas bertuliskan sebuah keputusan, yang mengharuskan hal yang aku tak mau terjadi. Dan aku hanya terdiam. Perpisahan itu, kini kembali hadir. Namun, anehnya mataku sudah mati rasa untuk mengeluarkan ungkapan sedih seorang manusia.

“ Ini, buat kebaikan kita! “. Jelasnya.

Aku hanya tertunduk, mencoba untuk menahan perihnya hati, yang mungkin, tidak diketahuinya. Kemudian, dia memeluk tubuh ini. Sungguh rasa sayang menebar jiwaku, saat itu. Rasa yang pernah kudapatkan dari kedua orang tuaku.

Sekilas, ingatan ku kembali kepada orang yang sangat berjasa membuat ku hingga seperti ini. Orang yang selalu sabar dalam menangani tingkah laku yang menurut banyak orang, sangat sulit diatur. Tapi dia, dia orang ketiga yang selalu mendengarkanku ketika ku mengalami kegundahan, setelah allah dan ibuku.

Dia yang selalu, memberiku canda tawa dengan cerita-ceritanya yang membuat ku semangat, ketika aku putus asa. Dia yang paham akan sifatku. Sungguh keikhlasan yang tak tertandingkan. Dan ketika aku harus berpisah dengannya, sempat hati ini, berprasangka buruk terhadapnya. Karena dia sudah tidak sudi denganku.

Dan kini, aku harus mengalami kembali. Apa ini, yang disebut pembelajaran untuk dewasa?!. Jika ini yang disebut dengan pendewasaan, dan apabila aku disuguhkan sebuah pilihan, maka aku tak mau menjadi dewasa. pikirku saat itu.

Dia pun berkata,

“ Aku, sayang kamu!, karena aku sayang kamu, aku mau kamu lebih baik dari sekarang, perpisahan ini, bukan semata-mata perpisahan yang hanya hilang tanpa bekas begitu saja. Ingat, hidup ini pasti berpisah. Karena, suatu saat nanti, pasti aka ada pertemuan di kehidupan yang lebih baik “.

Mendengar ucapan itu, air mataku keluar membasahi hati yang terhanyut dengan perkataan penuh dengan makna tersebut. Kini aku harus ikhlas, dan percaya, bahwasanya perpisahan ini, akan membawa aku ke arah yang baik dari sekarang.

Dan mulai, saat ini, aku mau memilih untuk melatih menjadi seorang wanita yang dewasa.

bagaimana mengatasai hambatan komunikasi dalam Multi Etnis di Indonesia

Benar kata Edward T.Hall (1995) bahwa “ Culture is Communication “ dan “ Communication is Culture “, jika dikaitkan dengan fenomena yang terjadi dalam perkomunikasian saat ini. Mengapa tidak, dalam kehidupan dunia, terdiri dari lima benua, maka sangatlah jelas, di setiap belahan tersebut memiliki kebiasaan yang berbeda.

            Sebagai contoh, jika Anda berjalan menjelajahi sudut-sudut dunia, anggaplah Anda seorang berdarah Indonesia yang ingin menuntut ilmu di Amerika. Dan ketika Anda ingin meminjam buku kepada teman Anda yang berkebangsaan Negara tersebut, Anda merasa sakit hati akan perlakuan teman Anda yang memberikan buku dengan tangan kiri.

            Atau ketika Anda berjalan menuju ke belahan Negara lain, seperti Prancis. Bagi Anda yang Muslim, pasti akan beristighfar, ketika melihat tingah laku muda-mudi Prancis melakukan France Kiss. Sebaliknya, bagi mereka yang Non-Muslim, akan merasa “ ngeri “ ketika bertemu seorang berdarah Arab, atas saling cium pipi satu sama lain.

            Budaya-budaya yang berbeda memiliki sistem-sistem nilai yang berbeda dan karenanya ikut menentukan tujuan hidup yang berbeda pula. Dengan kata lain, cara kita berkomunikasi sangat bergantung pada budaya kita : bahasa, aturan, dan norma kita masing-masing (Berdasarkan kutipan Komunikasi Antarbudaya, Elvinaro Adrianto).

            Maka tak heran, di studi kasus sebelumnya, Orang Indonesia merasa sakit hati dengan perlakuan American yang memberi buku dengan kanan kiri, sebab orang Indonesia sudah menanamkan suatu pijakan tata krama, bahwasanya memberi dengan tangan kiri, merupakan bentuk ketidaksopanan. Padahal dalam kenyataannya, orang Amerika tidak bermaksud demikian.

            Hal yang seperti itu, dinamakan Etnosentrisme. Etnosentrisme menurut Sumner, ialah “ memandang segala sesuatu dalam kelompok sendiri sebagai pusat segala sesuatu itu, dan hal-hal lainnya diukur dan dinilai berdasarkan rujukan kelompoknya “ ( dalam Gudykunst dan Kim, 1985 : 5 ). Pandangan-pandangan etnosentrik itu antara lain berbentuk stereotip, yakni suatu generalisasi atas sekelompok orang, obyek, atau peristiwa yang secara luas dianut suatu budaya.

            Itulah yang juga terjadi di Indonesia. Indonesia terdiri dari berbagai macam etnis, sehingga menimbulkan permasalahan kegiatan komunikasi satu sama lain. Jangankan dengan yang berbeda etnis, bahkan yang satu etnis pun terkadang terjadi misunderstanding.

            Sangat disayangkan, proses Komunikasi yang memiliki pesan yang akan disampaikan, ternyata menimbulkan effect yang berbeda. Sehingga terjadilah komunikasi yang tidak efektif.

            Yang menjadi pertanyaa ialah, Apakah kondisi etnosentrisme di Indonesia sangatlah begitu besar, hingga menimbulkan stereotip yang tidak dapat diganggu gugat akan kehabsahannya ?.

            Ternyata dilihat dari sejarahnya, perkembangan peradaban yang terjadi di Indoensia sangatlah berbeda diantara Negara-negara yang lain. Contoh, penyampaian tuntutan meraih ilmu pendidikan baru masuk di Indonesia ketika dipelopori oleh cendikiawan-cendikiawan di masa kemerdekaan. Sebelumnya, masyarakat Indonesia hanya mengandalkan tradisi turun temurun, yang sebenarnya belum tentu benar, dan ternyata hal itu, berdampak sampai saat ini.    

            Dan sayangnya, mereka tidak mau merubah paradigma yang sudah tertanam barabad-abad lalu.  Inilah permasalahannya. Sebenarnya, mengatasi permasalahan – permasalah demikian, haruslah dilakukan dari hal yang fundamental. Yakni, bahasa. Harus menyatukan persepsi satu sama lain.

            Tetapi sayangnya, Indonesia sudah memiliki standart bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Namun sangat disayangkan, penguasaan bahasa di Indonesia tidak begitu tinggi. Sehingga hal yang fundamental tadi, benar – benar menjadi akar permasalahan.

            Untuk itu, stereotip tadi harus kita hapus. Seperti, pendekatan Antarbudaya. Yaitu salah satu bentuk pembelajaran lebih dalam di satu budaya. Karena semakin kita mengenal budaya orang lain, semakin terampillah kita memperkirakan ekspektasi orang itu dan memenuhi ekspetasinya tersebut. Artinya, ekspetasi ini dan cara kita memenuhinya didasarkan pada apa yang telah terjadi sebelumnya.

hAPPY IdUL fITRI!!

ALLAHU AKBAR!!
ALLAHU AKBAR!!
ALLAHU AKBAR!!
WALILLAHILHAM!!

sUNGGuh takbir itu, terdengar kembali. Sungguh seluruh jiwa, ini tak kuasa, meneteskan air mata. Ya..Allah..Bulan Mu sungguh cepat usai,
Memang, pergantian merupakan kehendak Nya. kata-kata itu, yang terucap di lubuk hati yang paling dalam Ketika dalam perjalanan menuju rumah mendiam nenek gw di Cimanggis. Dalam perjalanan itu, keluarga gw lengkap dalam satu mobil. Hmm..tumben-tumben banget deh, bisa satu mobil lengkap, 1 keluarga. biasanya, kadang ada yang gag bisa ikut,karena ada janji dengan teman, entah itu gw maupun kakak gw. tapi tadi, alhamdulilah,semua komplit.

sepanjang perjalanan, papah sengaja untuk memutar sound dengan TAKBIR. berasa banget deh lebarannya. umm..bisa dbilang pawai beduk gitu deh. Jalan Margonda, macet,penuh dengan masyarakat depok yang sibuk untuk mempersiapkan perhelatan akbar,hari kemenangan.

ternyata, dibalik dari rasa sedihnya gw, akan usainya bulan Ramadhan, gw baru sadar, suasana malam takbiran ditiap tahunnya selalu ramai. buktinya, terdapat kembang api,menghiasi kota depok malam itu. Wuidih,udah kayak di Parris gitu deh..hehehehe..

Ya..ALLAH, betapa ku, bangga akan menjadi seorang muslimah.
Ya..ALLAH betapa ku , bangga akan kekuatan Mu, yang tercermin dalam ukhuwah islamiyah.

Ya..allah Maaf kan Hamba,yang telah Kufur akan nikmat Mu yang Luar Biasa.
Ya..allah, Semoga hamba dapat bertemu kembali dengan Ramadhan Mu di taun depan, Yang sungguh Mulia

TAQABALLAHU MINNA WAMINKUM,
sHIYAMANA WA SHIYAMAKUM!!

-HAPPY IDUL FITRI 1429 H-