Balada Romadlon Part 2 ” Puasa Terus, Timbang Terus ”

Timbangan Berat Badan Di Rumah gue

Pernah denger kan, kalau kita puasa di Bulan Romadlon itu ucapan menjadi doa, dan segala perbuatan menjadi ibadah?.  Gimana keberkahan berlipat ganda yang akan Allah berikan. Rezeki tanpa kita sadar akan terus membanjiri setiap umat Islam yang berpuasa. Buktinya nih, banyak yang enggak kelaparan kalau waktu berbuka tiba atau bahkan ketika sahur sekalipun. Toh banyak masjid-masjid yang dengan ikhlas memberikan makanan bagi mereka yang berpuasa.

selain itu, dalam kehidupan sosial sehari-hari, di lingkungan permahan misalnya, yang biasanya acuh tak acuh dengan tetangga di samping, ketika berbuka tiba ada aja kiriman makanan untuk berbuka entah itu ta’jil ataukah makanan berat. Luar biasa berkah kan?

keberkahan itu juga ternyata menjadi dua persepsi yang tertuang menjadi harapan atau bahkan menjadi sebuah ketakutan loh. Bagi anak-anak kosan, banyak makanan melimpah ruah sih itu kesenangan tiada tara. Akan tetapi lain halnya dengan mereka yang memiliki pola makanan teratur sebelumnya, dan memiliki dogma bahwa menjaga badan agar ideal itu adalah wajib hukumya ( baca : diet ) memakan makanan dengan kadar gula atau minyak yang berlebihan malah membuat bahaya tubuhnya.

Tidak dipungkiti lah ya, setiap berbuka makanan minuman manis dan berminyak itu lebih dominan dari sayuran atau serat. Hal itulah yang terjadi pada keluarga gue. Balada Romadlon kali ini gue akan bercerita gimana ritual atau kebiasaan yang dilakukan selama berpuasa.

Romadlon kali ini cukup berkah menurut keluarga kami, alhamdulilah kami masih diberikan rejeki sehingga kami tidak kelaparan. eiits bukan hanya berkah dalam hal makanan aja loh, personil keluarga kami lengkap berjumlah 5 orang. Bokap, Nyokap, abang, adek, dan gue. Padahal biasanya gue jarang banget ada di dirumah, karena harus bajibaku di nangor. Sedangkan adek gue ( Nada ) biasanya dia baru ada di rumah 5 hari menuju lebaran, karena dia harus mengikuti peraturan asrama bulutangkisnya. Tapi kali ini gue dan adek Romadlon ini kita ada di rumah.

Kisah ini cukup unik bagi gue. Bermula dari cerita Nada yang harus terkena degradasi dari pusdiklat Jaya Raya karena dinilai “kegendutan ” untuk ukuran seorang atlet bulutangkis. Kondisi adek gue itu sebenernya cukup membuat terkejut keluarga. Karena ketika dia didegrasasi secara otomatis Nada harus pulang ke rumah, membawa seluruh barang-barangnya dari asrama, selain itu juga mau tidak mau orang tua gue harus memikirkan langkah selanjutnya untuk adek gue yang katanya tetep mau jadi atlet bulutangkis itu agara bisa merubah pola hidup, mulai dari mental dan jasmani. termasuk memecahkan masalah “Kegendutan” yang telah menjadi akar penyebab degradasi itu.

Akhirnya segala program pun dijalankan adek gue itu. Termasuk latihan fisik setiap hari. Oh iya, walaupun adek gue latihan terus setiap hari, dia tetep diwajibkan puasa. Hm..sebenernya ini cukup memprihatinkan bagi gue, si Nada itu jarang puasa loh selama dia tinggal di asrama Jaya Raya. Menurut adek gue itu, malahan klub bulutangkisnya itu melarang para atletnya untuk berpuasa. Bahkan sampai dibilang, ” Kalian mau jadi atlet apa mau jadi ustad? “.

Sedih kan?. Ya..maklum lah, mayoritas dr klub itu adalah Non-Muslim, jadi mereka tidak tau hakikat berpuasa itu apa, dan positifnya untuk tubuh. Nah..kembali lah gue dan keluarga gue ketika adek gue didegradasi itu. Karena akhirnya dia bisa puasa juga.

dari latar belakang itulah yang kemudian membuat adek gue bertekat untuk “Balas dendam ”  dengan cara menunjukkan bahwa dia masih layak menjadi atlet dengan tanpa menanggalkan keimanannya, dengan cara berpuasa.

Hal itu yang dikuatkan dengan statement nyokap ke adek gue, ” Da, kamu harus puasa. Biar kamu kurus. Percaya deh sama mamah “.

gue sempet denger tuh wejangan nyokap. Ya..gue sih percaya bahwa ” Suara Nyokap, Suara Tuhan ”
dan gue pun mengamini.

akhirnya dengan kepercayaan penuh serta pola makanan seimbang, adek gue pun berpuasa dengan tanpa meninggalkan rutinitas latihan fisik dan latihan bulutangkis setiap hari.

Awalnya euforia itu berjalan lancar, namun selanjutnya godaan demi godaan muncul. Bokap gue setiap pulang dari kantor selalu aja bawa makanan yang over calories, macam pizza, kebab, martabak, tahu isi, gorengan, dan bla bla bla..

Dasar adek gue ini hasrat biologisnya meninggi ketika maghrib, maka makanan-makanan itu “dsikat” nya penuh dengan gejolak. Hingga suatu ketika tubuhnya terlihat membesar. Ya..bayangin aja, makan-bbm an sambil duduk-tidur. itu dia aktifitas yang sering dilakukan.

akhirnya adek gue yang kembali insaf, meminta bokap untuk membelikan alat ukur berat badan. Hal itu dengan tujuan agar adek gue bisa mengontrol berat badannya setiap hari.
Dan, dibelilah alat ukur berat badan itu.

Tapi nih, yang ada ternyata alat itu menjadi candu bagi Nada bahkan seluruh keluarga kami. buktinya nih, setiap kami makan berkalori banyak setiap itu pula kami mengukur berat badan. Inilah yang menurut gue sangat lucu, Makan..makan..makan..ukur..ukur..ukur.. hahaha.. ditambah siangnya puasa, jadi nya kontrol berat badan jadi makin optimal.
dengan adanya itu, alhasil makanan yang berkalori tinggi hanya menjadi penghuni lemari es dan hanya sesakali dimakan jika tidak ada makanan di rumah. Enggak cuman itu aja, kakak gue yang awalnya cuek sama urusan badan, jadi ikut-ikutan ngukur berat badan, bahkan dia sampai-sampai mengikuti program fitness supaya badannya ideal.

Kalo udah kayak gini, mitos yang bilang dengan berpuasa tubuh akan menjadi langsing itu benar adanya. Berat badan Nada samapi bokap gue jadi turun hanya beberapa hari saja. haha..Dahsyat dah..

Jadi gimana dengan berat bada mu di saat Romadlon?? ^^

Iklan

Anak Kembar ” Syiar & Syasi “

Memiliki seorang anak adalah anugerah yang indah dari Sang Maha Khalik, bagaimana tidak, bagi semua orang tua di belahan bumi mana saja, penantian demi penantian, dan pengorbanan jasmani dan ruhiah dijual habis demi mendapatkan keturunan.Terlebih jika kembar.

Pagi, ini tepat pada hari Senin, saya mendapatkan kabar gembira dari seorang teman baik. Biasanya, menurut sebagian orang, hari senin adalah hari yang tidak disukai.  Mungkin karena sebagian orang itu, salah menggunakan waktu kosong di hari libur. Sehingga, bisa jadi mereka begitu terlena.

kali ini, saya tidak demikian, berita baik yang saya dapat hari ini, bahwa saya mempunyai ponakan angkat, luar biasanya adalah tidak hanya satu melainkan kembar,,hehehe..berita itu sampai pada telepon genggam yang ketika itu, sedang saya pegang.

Ada rasa penasaran, dan ingin mengetahui kabar lebih lanjut, akhirnya saya menghubungi teman. ” bagaimana proses persalinan, keadaan anak dan ibu, hingga di suatu pertanyaan saya, mengenai nama sang bayi ”

Teman saya berkata, bahwa anak kembar laki-lakinya, bernama

” Syiar Islami Hardika & Syasi Islami Hardika ”

Jujur spontan saya langsung ketawa ketika mendengar nama anak kembar tersebut,

kali ini saya tidak menanyakan ” mengapa mereka memberikan nama itu kepada dua jagoan kecil mereka ”

Kita semua tahu, bahwasanya, nama adalah doa. Dan mungkin saja, Doa, dari orang tuanya, adalah sebuah harapan bahwa anaknya kelak menjadi pemuda yang siap menyebarkan dakwah islami, dan bergerak dalam pergerakan dakwah islami.

Ada yang kemdudia, membuat saya geli, tiba-tiba teman saya berkata,

” Pasti lo mikir gw begitu idealisnya sehingga kasih nama Syiar & Syasi??, nama itu cuman representasikan gw sama suami gw aja, ”

sontak, saya tertawa geli..

begitulah pasangan suami istri yang memiliki latar belakang aktivis, saya menjamin anak ketika mereka memiliki anak kelak, mereka akan memberikan nama, ” Darah-Juang “, atau ” Totalitas – Perjuangan “, dan latihan sehari-harinya adalah orasi, aksi, dan Debat. Selain itu, Anak kecil itu tidak lagi bermain mainan layaknya anak seusianya, melainkan, mainannya, adalah TOA dan Panji. ckckckckckck..