Analisis Isi Pemberitaan Sosialisasi Peluncuran Program Jaminan Kesehatan Nasional Oleh Badan Pelayanan Jaminan Sosial Tanggal 2 Januari 2014

Mulai terhitung pada tanggal 1 Januari 2014, sistem pelayanan kesehatan di Indonesia mengalami sebuah “revolusi” bernama Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh sebuah badan hasil peleburan dari perusahaan milik negara, PT. Askes, Jamsostek, dan Asabri. Badan Pelayanan Jaminan Sosial (BPJS) akhirnya dioperasikan pada tahun ini. Perjalanan yang cukup panjang ketika harus membahas program ini di legislatif. Persengitan pendapat pun terjadi ketika desakan dari masyarakat yang diwakili oleh serikat buruh meporak porandakan jalan Senayan dengan aksi demontrasi. Keputusan pun terjadi di tahun 2012, bertepatan di Hari Buruh Internasional.

Kebijakan ini tidak main-main. Maka tidak heran, banyak beberapa daerah di Indonesia melakukan peresmian secara serentak. Itikad baik dari sebuah jaminan sosial untuk masyarakat miskin di Indonesia, mengharuskan adanya peleburan beberapa perusahaan milik negara, salah satunya adalah PT. ASKES. PT. ASKES merupakan badan usaha milik negara yang banyak digunakan jasanya sebagai jasa asuransi kesehatan. Posisi peleburan yang sudah dilakukan oleh pemerintah, tentu tidak mudah jika dikomunikasikan kepada masyarakat pemilik kartu PT. ASKES dan sejumlah perusahaan bernasib sama. Dengan kata lain memang sangat diperlukan startegi komunikasi yang berisi sosialisasi berupaka informasi transformasi sistem menjadi BPJS.

Sebelum, dilakukan sebuah strategi komunikasi untuk upaya sosialisasi lebih lanjut kepada masyarakat, diperlukan langkah awal untuk mengetahui bagaimana bentuk publikasi berita yang meliput kegiatan peresmian di beberapa daerah sebagai cara penyampaian pesan kepada masyarakat. Mengingat perkembangan arus informasi yang saat ini sangat cepat. Maka sangat dirasa media internet dapat menyebarkan informasi pun dengan cepat. Untuk itu, tulisan ini merupakan hasil analisis isi pemberitaan sosialisasi program KJN oleh BPJS.

Analisis isi media dilakukan dengan pendekatan pengumpulan kliping berita dari search engine, google. Kemudian, dilakukan peng-kodingan yang dirumuskan dari sebuah kategorisasi dan Satuan Unit. Proses pencarian pun dibatasi dengan frekuensi waktu, yang hanya sehari saja yakni Kamis, 2 Januari 2014. Dari proses pencarian artikel berita, terkumpul 6 buah dari berbagai media daerah ataupun nasional. Dari hasil memilah pilih jenis kategori dari tiap paragraf, dirumuskan menjadi 8 satuan unit yang kemudian dicocoknya pada tiap kategori isi paragraph dan dijumlah. Sehingga dapat diketahui, satuan unit mana yang paling dominan diangkat oleh media sebagai hal yang sangat penting untuk masyarakat.

Dari hasil analisi isi media yang dilakukan adalah, pertama publik lebih menyoroti kesiapan di tubuh BPJS dalam hal ketersediaan fasilitas, kepegawaian seperti kenaikan gaji. Hal itu, dapat digolongkan sebagai kesiapan dari pemerintah pusat. Tidak ada pemberitaan yang bersifat negatif kali ini. Kedua, publik menyoroti kesiapan pemerintah daerah menjalankan BPJS, termasuk mengetahui data valid terkait warga miskin setempat dan anggaran daerah yang dipisahkan untuk masyarakat jamkesda (Jaminan Kesehatan Daerah). Ketiga, publik pun lebih menitikberatkan prosedur untuk mendapatkan akses KJN. Seperti kasus, bagaimana masyarakat yang sudah memiliki kartu Askes, jamsostek, dan asabri jika ingin terdaftar. Poin ketiga berkorelasi dengan keempat yang menyoroti informasi pelayanan yang diberikan oleh BPJS terkait iuran per-bulan yang disesuaikan dengan tingkatan pelayanan kesehatan.

Kelima, himbauan agara pemerintah dapat optimal dalam mensosialisasikan program. Terutama dalam hal mekanisme berobat hingga rujukan untu perawatan lanjutan. Keenam, isi pemberitaan juga mengimbau kepada masyarakat untuk mendaftarkan JKN di BPJS. Dan diurutan dua terakhir masing-masing adalah terkait Informasi perubahan status PT. Askes dan kepeduliaan pemerintah daerah dalam melanjutkan estafet pengawasan di daerah.

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa media masih menyoroti kesiapan organisasi menghadapi perubahan seperti fasilitas kesehatan, kondisi kepegawaian, kesiapan pemerintah daerah, dan sosialisasi mekanisme pendaftaran. Kemudian, yang akan harus ditunjukkan ialah bagaimana PT. Askes dan sejumlah perusahaan lainnya, dapat memberikan citra positif demi terwujudnya kepercayaan publik bahwa, peleburan sturktur organisasi tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat, melainkan akan lebih optimal. Sebagai contoh upaya yang dapat dilakukan seperti nantinya, bagimana perusahaan itu mempublikasikan identitas baru, seperti logo dan lain-lain.

Semoga rencana mulia para pemimpin negeri ini konsisten dengan perjuangannya dalam aplikasi kebijakan yang sudah dikeluarkannya. Tentu, untuk masyarakat yang sehat. Sehingga negeri ini bebas dari berita buruk seperti, tidak adanya pelayanan kesehatan murah untuk masyarakat miskin.

Semoga..

Adioss..

LAMPIRAN

Sumber berita :

http://www.harianhaluan.com/index.php/berita/riau-a-kepri/28744-bpjs-layani-18-juta-warga-riau
http://metro.sindonews.com/read/2014/01/02/16/822759/asuransi-rakyat
http://matatelinga.com/view/Ekonomi/4537/BPJS-Beroperasi–Gaji-Karyawan-Jamsostek-Naik.html#.UsTjmfukNhc
http://kabarmakassar.com/sosial-politik/item/11763-pemprov-jamin-warga-sulsel-terdaftar-di-bpjs.html
http://m.suaramerdeka.com/index.php/read/news/2014/01/02/185581
http://medan.tribunnews.com/2014/01/02/pemegang-kartu-askes-masih-dilayani

Iklan